Peran Posyandu dan Edukasi 1000 Hari Pertama Kehidupan dalam Pencegahan Stunting di Desa

Fikes.umsida.ac.id –  Stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan yang lebih pendek dari standar usia.

Stunting adalah tanda adanya kekurangan gizi kronis yang dapat berdampak pada perkembangan kognitif, daya tahan tubuh, hingga produktivitas di masa depan.

Karena itu, pencegahan stunting harus dimulai sejak dini, terutama pada fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Dalam kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa S1 Kebidanan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Anggie Erianti bersama dosen Siti Cholifah, SST MKeb.

Baca Selengkapnya: 5 Cara Meminimalisir Paparan Radioaktif pada Udang Menurut Pakar Umsida

Posyandu di Desa Tambak Kalisogo menjadi pusat intervensi edukasi dan pemantauan tumbuh kembang balita.

Pendekatan ini menegaskan bahwa Posyandu bukan sekadar tempat penimbangan rutin, tetapi ujung tombak deteksi dini dan edukasi gizi masyarakat.

Posyandu sebagai Garda Terdepan Pemantauan Pertumbuhan
Sumber: Dokumentasi riset

Di Posyandu, balita menjalani pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan atas (LILA). Data tersebut dicatat dalam Kartu Menuju Sehat (KMS) untuk memantau pertumbuhan secara berkala.

Pemantauan ini sangat penting untuk mendeteksi lebih awal tanda-tanda gangguan pertumbuhan.

Ketika balita mengalami penurunan berat badan atau pertumbuhan yang tidak sesuai kurva, intervensi dapat segera dilakukan sebelum kondisi berkembang menjadi stunting.

Lihar Juga: Riset Dosen Kebidanan Ungkap Nyeri dan Stres sebagai Hambatan Laktasi Pasca SC

Peran kader Posyandu dan bidan desa menjadi kunci dalam memastikan setiap balita mendapatkan pemantauan rutin.

Edukas sebagai Investasi Masa Depan

Selain pemantauan fisik, edukasi mengenai 1.000 HPK menjadi fokus utama kegiatan ini. Orang tua diberikan pemahaman tentang pentingnya asupan protein hewani, pemberian MP-ASI yang tepat, serta pola makan seimbang.

Masa 1.000 HPK merupakan periode emas karena pada fase inilah perkembangan otak dan organ tubuh berlangsung sangat cepat. Kekurangan gizi pada masa ini dapat berdampak permanen dan sulit diperbaiki di kemudian hari.

Dengan edukasi yang tepat, orang tua tidak hanya memahami “apa yang harus diberikan”, tetapi juga “mengapa hal itu penting”.

Kolaborasi Akademisi dan Masyarakat
Sumber: Dokumentasi riset

Kegiatan ini menunjukkan bahwa pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Kehadiran mahasiswa dan dosen kebidanan dalam memberikan inovasi PMT serta edukasi gizi memperkuat sinergi antara kampus dan masyarakat.

Posyandu menjadi ruang belajar bersama: masyarakat mendapatkan pengetahuan, sementara akademisi mengimplementasikan ilmu secara nyata.

Cek Juga:  Riset Dosen Kebidanan Umsida Ungkap Peran Usia dalam Keberhasilan Laktasi

Pencegahan stunting bukan hanya soal intervensi medis, tetapi juga tentang kesadaran kolektif.

Ketika Posyandu dioptimalkan dan edukasi 1.000 HPK diperkuat, desa memiliki fondasi yang lebih kuat untuk mencetak generasi sehat, cerdas dan produktif.

Sumber: Riset Mahasiswa S1 Kebidanan

Penulis: Elfira Armilia

 

Berita Terkini

FIKP Umsida Gelar Cek Kesehatan Gratis di CFD Taman Bungkul, Surabaya
July 27, 2026By
Hospital Laboratory Visit Jadi Bekal Mahasiswa TLM Umsida Mengenal Praktik Laboratorium Klinik
July 3, 2026By
Kolaborasi Internasional Psikologi Umsida dan Malaysia, AI Jadi Sorotan dalam Dunia Pendidikan
July 1, 2026By
Lulusan Terbaik dan Mahasiswa Berprestasi Psikologi Umsida Bagikan Kisah Perjuangan Mereka
June 22, 2026By
Pesan Prof Hana untuk Lulusan Psikologi Umsida: Jangan Batasi Diri untuk Terus Berkembang
June 19, 2026By
Perjalanan Ghozali Rusyid Meraih Gelar Doktor tanpa melalui ujian terbuka
June 18, 2026By
OSCE TLM Umsida 2026 Uji Nyata Skill Mahasiswa di Dunia Laboratorium Medis
May 1, 2026By
Seminar Nasional Kebidanan Umsida Bahas Kesehatan Mental Ibu Nifas dan Terapi Akupresur
April 30, 2026By

Prestasi

Bekerja Sambil Kuliah, Anjar Jadi Lulusan Terbaik Psikologi Umsida
July 17, 2026By
Kisah Rizka Ardilah, Ibu Muda yang Jadi Lulusan Terbaik Psikologi Umsida
July 15, 2026By
Mahasiswa Fisioterapi Umsida Raih Juara 2 Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya 2026
July 10, 2026By
Mahasiswa Psikologi Umsida Raih Juara 1 Pencak Silat 8th UNSC 2026
June 30, 2026By
Lulusan Terbaik dan Mahasiswa Berprestasi Psikologi Umsida Bagikan Kisah Perjuangan Mereka
June 22, 2026By
Perjalanan Ghozali Rusyid Meraih Gelar Doktor tanpa melalui ujian terbuka
June 18, 2026By
Tim MIK Umsida Raih Juara 1 Hardikes National Competition 2026
June 17, 2026By
Mahasiswa MIK Umsida Raih Juara 3 Nasional lewat Poster Rekam Medis Inspiratif
June 15, 2026By

Opini

Viral Kasus Daycare Jogja dan Pentingnya Memilih Daycare Aman
June 4, 2026By
Cara Mengatasi Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat di Usia Lanjut
May 24, 2026By
Donor Darah Ternyata Punya Banyak Manfaat, Cek Selengkapnya!
May 19, 2026By
Sulit Tidur hingga Overthinking Jadi Gejala Umum Postpartum Anxiety
May 18, 2026By
Sering Lemas dan Pusing? Bisa Jadi Tanda Anemia Kambuh
May 17, 2026By