Donor Darah Ternyata Punya Banyak Manfaat, Cek Selengkapnya!

Fikes.umsida.ac.id – Donor darah bukan hanya kegiatan sosial untuk membantu sesama, tetapi juga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

Donor darah adalah proses sukarela ketika seseorang menyumbangkan sebagian darahnya untuk kebutuhan medis dan transfusi pasien yang membutuhkan.

Baca Juga: Sering Lemas dan Pusing? Bisa Jadi Tanda Anemia Kambuh

Kegiatan ini berperan penting dalam menjaga ketersediaan stok darah di bank darah sekaligus membantu menyelamatkan nyawa orang lain. Menariknya, donor darah juga dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan pendonor jika dilakukan secara rutin dan sesuai prosedur.

“Donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan bagi pendonornya,” tulis Halodoc.

Selain membantu sesama, donor darah ternyata dapat membantu menjaga kesehatan jantung hingga meningkatkan produksi sel darah baru dalam tubuh.

Donor Darah Bisa Bantu Jaga Kesehatan Tubuh
Sumber: Pexels

Salah satu manfaat donor darah yang cukup dikenal adalah membantu menjaga kesehatan jantung dan melancarkan aliran darah.

Donor darah secara rutin dapat membantu menjaga kadar zat besi tetap stabil sehingga risiko penyumbatan pembuluh darah dapat berkurang.

Tidak hanya itu, donor darah juga membantu tubuh memproduksi sel darah merah baru. Setelah darah didonorkan, tubuh akan mengganti sel darah yang hilang dengan sel baru yang lebih segar.

“Tubuh akan menstimulasi pembentukan sel darah merah baru setelah donor darah dilakukan,” jelas Halodoc.

Menariknya lagi, donor darah disebut dapat membantu membakar kalori. Dalam satu kali donor sekitar 450 mililiter darah, tubuh bisa membakar hingga ratusan kalori.

Selain itu, donor darah juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan mengurangi kelebihan zat besi dalam tubuh.

Sebelum donor darah dilakukan, pendonor juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan seperti tes HIV, hepatitis, sifilis, hingga pemeriksaan tekanan darah. Proses ini secara tidak langsung membantu seseorang memantau kondisi kesehatannya sendiri.

Lihat Juga: Banyak yang Keliru, Ini Kesalahan Umum Sebelum Tes Laboratorium Saat Puasa

Perhatikan Syarat dan Efek Samping Donor Darah

Meski memiliki banyak manfaat, donor darah tetap memiliki syarat yang harus dipenuhi. Pendonor umumnya harus berusia minimal 17 tahun, memiliki berat badan minimal 45 kilogram, serta berada dalam kondisi sehat.

Dikutip dari laman Halodoc beberapa kondisi seperti flu, demam, habis operasi, hingga baru membuat tato mengharuskan seseorang menunda donor darah untuk sementara waktu.

Setelah donor darah, sebagian orang mungkin mengalami efek samping ringan seperti pusing, lemas, mual, atau muncul memar di area suntikan. Namun kondisi tersebut biasanya bersifat sementara dan dapat membaik setelah tubuh beristirahat.

“Efek samping donor darah umumnya ringan dan bisa diatasi dengan istirahat cukup serta minum air putih,” tulis Halodoc.

Untuk mengurangi risiko efek samping, pendonor dianjurkan tidur cukup, makan sebelum donor, dan memperbanyak minum air putih. Setelah donor darah, sebaiknya hindari aktivitas berat dan tetap konsumsi makanan bergizi agar tubuh lebih cepat pulih.

Dengan manfaat yang besar bagi kesehatan dan kemanusiaan, donor darah menjadi salah satu kebiasaan baik yang layak dilakukan secara rutin.(Elfirarm)

Sumber: Laman Halodoc

Referensi:

St. Mary’s Medical Center. Diakses pada 2026. Health benefits of donating blood.

Healthline. Diakses pada 2026. The Benefits of Donating Blood.

EMC Healthcare. Diakses pada 2026. Good For Health, Here Are 9 Benefits of Blood Donation.

Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta. Diakses pada 2026. Informasi Manfaat Donor.

Berita Terkini

Hospital Laboratory Visit Jadi Bekal Mahasiswa TLM Umsida Mengenal Praktik Laboratorium Klinik
July 3, 2026By
Kolaborasi Internasional Psikologi Umsida dan Malaysia, AI Jadi Sorotan dalam Dunia Pendidikan
July 1, 2026By
Lulusan Terbaik dan Mahasiswa Berprestasi Psikologi Umsida Bagikan Kisah Perjuangan Mereka
June 22, 2026By
Pesan Prof Hana untuk Lulusan Psikologi Umsida: Jangan Batasi Diri untuk Terus Berkembang
June 19, 2026By
Perjalanan Ghozali Rusyid Meraih Gelar Doktor tanpa melalui ujian terbuka
June 18, 2026By
OSCE TLM Umsida 2026 Uji Nyata Skill Mahasiswa di Dunia Laboratorium Medis
May 1, 2026By
Seminar Nasional Kebidanan Umsida Bahas Kesehatan Mental Ibu Nifas dan Terapi Akupresur
April 30, 2026By
OSCE MIK Umsida 2026, Uji Keterampilan Mahasiswa dalam Simulasi Dunia Kerja
April 17, 2026By

Prestasi

Bekerja Sambil Kuliah, Anjar Jadi Lulusan Terbaik Psikologi Umsida
July 17, 2026By
Kisah Rizka Ardilah, Ibu Muda yang Jadi Lulusan Terbaik Psikologi Umsida
July 15, 2026By
Mahasiswa Fisioterapi Umsida Raih Juara 2 Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya 2026
July 10, 2026By
Mahasiswa Psikologi Umsida Raih Juara 1 Pencak Silat 8th UNSC 2026
June 30, 2026By
Lulusan Terbaik dan Mahasiswa Berprestasi Psikologi Umsida Bagikan Kisah Perjuangan Mereka
June 22, 2026By
Perjalanan Ghozali Rusyid Meraih Gelar Doktor tanpa melalui ujian terbuka
June 18, 2026By
Tim MIK Umsida Raih Juara 1 Hardikes National Competition 2026
June 17, 2026By
Mahasiswa MIK Umsida Raih Juara 3 Nasional lewat Poster Rekam Medis Inspiratif
June 15, 2026By

Opini

Viral Kasus Daycare Jogja dan Pentingnya Memilih Daycare Aman
June 4, 2026By
Cara Mengatasi Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat di Usia Lanjut
May 24, 2026By
Sulit Tidur hingga Overthinking Jadi Gejala Umum Postpartum Anxiety
May 18, 2026By
Sering Lemas dan Pusing? Bisa Jadi Tanda Anemia Kambuh
May 17, 2026By
Hipertensi Diam-Diam Mengancam, Ini Penyebab yang Sering Tak Disadari
May 2, 2026By