Fikp.umsida.ac.id – Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi (FIKP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali mencatatkan capaian membanggakan.
Prodi D4 TLM resmi ditetapkan sebagai penerima
Bantuan Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS) Reguler Tahun 2026
Baca Juga: Umsida Mantapkan Posisi sebagai Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Indonesia
dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.
Wakil Dekan FIKP Umsida sekaligus dosen D4 TLM, Jamilatur Rohmah SSi MSi.
Menyampaikan bahwa pencapaian ini menjadi langkah strategis
untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat kesiapan lulusan menghadapi perkembangan dunia laboratorium kesehatan yang semakin dinamis.
Momentum Meningkatkan Kualitas Pendidikan D4 TLM

Menurut Jamila, keberhasilan memperoleh bantuan PP-PTS tidak hanya menjadi bentuk pengakuan terhadap kualitas Prodi.
Tetapi juga menjadi momentum penting untuk melakukan transformasi pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Ia menjelaskan bahwa penguatan tersebut diarahkan agar proses pembelajaran tidak lagi hanya berfokus pada penyampaian teori.
Tetapi lebih menekankan pengalaman belajar yang kontekstual, berbasis kasus, kolaboratif, dan berorientasi pada pencapaian kompetensi lulusan.
“Melalui program ini, kami tidak hanya memperoleh dukungan sarana pembelajaran, tetapi juga kesempatan untuk melakukan transformasi proses pembelajaran agar lebih berbasis kasus, kolaboratif dan berorientasi pada kompetensi.” jelasnya.
Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki keterampilan teknis yang kuat,
kemampuan berpikir kritis, komunikasi interprofesional.
Cek Juga: Mahasiswa TLM Umsida Diuji di OSCE 2026, Siap Terjun ke Dunia Kerja Medis
Hingga kesiapan bekerja di laboratorium rumah sakit, laboratorium klinik,
laboratorium patologi anatomi, maupun laboratorium penelitian.
Perkuat Praktikum dengan Mikroskop Modern dan Pembelajaran Interprofesional

Melalui bantuan PP-PTS Reguler 2026, Prodi D4 TLM akan memfokuskan pengembangan
pada pembelajaran Sitohistoteknologi dan Imunohistokimia melalui pengadaan mikroskop Olympus CX23 sebagai media utama praktikum.
Namun, menurut Jamilatur, program ini tidak berhenti pada pengadaan fasilitas laboratorium saja.
Prodi juga akan mengembangkan modul praktikum, bank kasus histopatologi, lembar kerja mahasiswa, pelatihan dosen dan laboran, hingga pembelajaran berbasis Case-Based Learning (CBL) dan Project-Based Learning (PjBL).
Yang menarik, pembelajaran tersebut akan dilaksanakan secara interprofesional dengan melibatkan mahasiswa D4 Teknologi Laboratorium Medis, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Kedokteran Gigi Umsida.
Mahasiswa akan mempelajari alur pemeriksaan histopatologi layaknya di dunia kerja.
Mulai dari menganalisis kasus, mengamati preparat menggunakan mikroskop, menginterpretasikan hasil pemeriksaan, hingga berdiskusi bersama lintas profesi untuk mendukung pengambilan keputusan klinis.
“Pembelajaran seperti ini membuat mahasiswa memperoleh pengalaman yang lebih aplikatif sehingga mereka terbiasa menghadapi kondisi nyata di fasilitas pelayanan kesehatan,” ungkapnya.
Mahasiswa Dibekali Kompetensi yang Dibutuhkan Dunia Kerja

Program bantuan ini akan memberikan manfaat yang luas bagi mahasiswa. Dari sisi fasilitas, mereka memperoleh akses terhadap sarana praktikum yang lebih representatif.
Sementara dari sisi pembelajaran, mahasiswa akan lebih banyak berlatih menyelesaikan kasus nyata melalui pendekatan aktif dan kolaboratif.
Selain meningkatkan kemampuan observasi mikroskopis dan interpretasi preparat histopatologi, mahasiswa juga akan mengembangkan keterampilan komunikasi profesional, pemecahan masalah, hingga kemampuan bekerja dalam tim lintas profesi.
Menurutnya, seluruh penguatan tersebut sejalan dengan penerapan Outcome-Based Education (OBE) yang kini menjadi arah pengembangan pendidikan tinggi.
“Harapan kami, bantuan ini menjadi titik awal transformasi pembelajaran yang berkelanjutan. Setiap investasi yang diberikan harus benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan, kompetensi mahasiswa, dan relevansi lulusan terhadap kebutuhan dunia laboratorium kesehatan,” tuturnya.
Ke depan, Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis Umsida juga berharap model pembelajaran interprofesional yang dikembangkan dapat menjadi praktik baik yang diterapkan pada mata kuliah maupun program studi lain di lingkungan Umsida.(Elfirarm)





















