Fikp.umsida.ac.id – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Program Studi S1 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi (FIKP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
Anggie Erianti, mahasiswi semester 8, berhasil meraih Juara 2 kategori Poster Ilmiah dalam Kompetisi Ilmiah Nasional Kebidanan Tingkat Dosen dan Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Indonesia 2026.
Melalui karya bertema Respectful Maternity Care dan Keselamatan Pasien, Anggie berhasil menyisihkan peserta dari berbagai perguruan tinggi. Lomba diadakan AIPKEMA Kompetisi Nasional Mahasiswa Kebidanan Aisyiyah Se-Indonesia 2026, yang diadakan secara online (22/07/26).
Baginya, pencapaian ini bukan hanya sebuah penghargaan,
tetapi juga menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu bersaing di tingkat nasional
Baca Juga: Berani Mencoba, Chika Sabet Perak di Taekwondo KBPP POLRI Jatim Cup 3
melalui karya ilmiah yang relevan dengan perkembangan pelayanan kesehatan.
Angkat Pelayanan Kebidanan yang Menghargai Martabat Ibu

Anggie mengaku tidak menyangka dapat meraih posisi juara karena kompetisi diikuti banyak peserta dengan karya yang berkualitas.
Meski demikian, ia tetap bersyukur atas hasil yang diperoleh setelah melalui proses persiapan yang tidak singkat.
“Saya merasa sangat bersyukur, bangga, dan senang karena bisa membawa nama Umsida di tingkat nasional.
Prestasi ini menjadi pengalaman yang sangat berharga sekaligus membuktikan bahwa dengan usaha, kerja keras dan doa, mahasiswa juga mampu bersaing di tingkat nasional,” ungkapnya.
Cek Juga: Firna Mahasiswa Kebidanan Umsida, Sabet Juara 2 Taekwondo KBPP POLRI Jatim Cup 3
Tema Respectful Maternity Care (RMC) dipilih karena dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan.
Menurut Anggie, pelayanan maternitas saat ini tidak cukup hanya berorientasi pada hasil klinis, tetapi juga harus memperhatikan hak, martabat, serta kenyamanan ibu selama menjalani proses pelayanan kesehatan.
Melalui poster ilmiahnya, ia ingin mengajak tenaga kesehatan maupun masyarakat untuk memahami bahwa pelayanan yang berkualitas tidak hanya berfokus pada penyembuhan, tetapi juga mampu memberikan pengalaman positif bagi setiap pasien.
Mengemas Materi Ilmiah Menjadi Poster yang Mudah Dipahami

Dalam menyusun poster, Anggie memulai prosesnya dengan menelusuri berbagai referensi ilmiah yang kredibel.
Dari sejumlah literatur tersebut, ia kemudian menyeleksi informasi yang paling relevan agar isi poster tetap ringkas tanpa mengurangi substansi.
Informasi disusun dalam bentuk poin-poin sederhana yang dipadukan dengan ilustrasi, ikon, dan kombinasi warna yang nyaman dipandang sehingga pesan dapat diterima dengan lebih mudah oleh pembaca.
“Tantangan terbesar adalah bagaimana menyampaikan materi yang cukup kompleks dalam ruang poster yang terbatas. Karena itu saya harus memilih informasi yang benar-benar penting agar tetap informatif dan mudah dipahami,” jelasnya.
Ia menilai desain visual memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan ilmiah. Poster yang menarik akan membuat pembaca lebih tertarik untuk memahami isi materi sekaligus meningkatkan efektivitas penyampaian informasi.
Prestasi Jadi Motivasi untuk Terus Berkarya

Bagi Anggie, konsep Respectful Maternity Care merupakan bagian penting dalam pelayanan kebidanan modern. Ia menekankan bahwa setiap ibu berhak memperoleh pelayanan yang aman, nyaman, bebas diskriminasi, serta dilibatkan dalam setiap pengambilan keputusan terkait kesehatannya.
“Jika komunikasi, empati, penghormatan terhadap privasi, dan keselamatan pasien diterapkan dengan baik, maka kepercayaan masyarakat terhadap tenaga kesehatan juga akan meningkat,” tuturnya.
Menutup wawancara, Anggie mengajak mahasiswa Umsida untuk tidak takut mengikuti berbagai kompetisi akademik. Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama proses persiapan jauh lebih berharga dibanding hanya berfokus pada hasil akhir.
“Jangan takut mencoba dan jangan minder dengan kemampuan yang dimiliki. Manfaatkan setiap kesempatan untuk belajar, keluar dari zona nyaman, dan terus berkembang. Siapa tahu, dari satu langkah kecil itu justru lahir prestasi yang membanggakan,” pesannya.(Elfirarm)





















