Fikp.umsida.ac.id – Program Studi S1 Kebidanan dan Profesi Bidan Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi (FIKP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menyelenggarakan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) sebagai bentuk evaluasi kompetensi klinis mahasiswa profesi kebidanan.
Kegiatan dilaksanakan di Laboratorium OSCE Center Gedung Laboratorium Fakultas Kedokteran Umsida.
Sebanyak 19 mahasiswa Program Studi Profesi Bidan mengikuti ujian yang dirancang untuk mengukur kesiapan mereka sebelum memberikan pelayanan kebidanan secara langsung kepada masyarakat.
OSCE menjadi salah satu tahapan penting dalam pendidikan profesi karena mahasiswa tidak hanya dinilai dari kemampuan teori, tetapi juga keterampilan praktik, komunikasi, pengambilan keputusan, serta sikap profesional saat menghadapi berbagai kondisi klinis.
10 Stase OSCE Uji Beragam Kompetensi Klinis Mahasiswa

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa harus melewati 10 stase dengan pembagian delapan stase sebagai area ujian dan dua stase sebagai waktu istirahat.
Setiap stase memiliki skenario klinis berbeda yang dirancang untuk menguji kemampuan mahasiswa dalam memberikan pelayanan kebidanan.
Dosen Kebidanan Umsida, Dr Nurul Azizah SKeb Bd MSc, menjelaskan bahwa rangkaian stase mencakup berbagai tahapan pelayanan, mulai dari masa sebelum kehamilan hingga pelayanan keluarga berencana.
Adapun stase yang dijalani mahasiswa meliputi:
- Stase 1: Pra Konsepsi
- Stase 2: Kehamilan
- Stase 3: Kehamilan (Kegawatdaruratan)
- Stase 4: Persalinan
- Stase 5: Istirahat
- Stase 6: Persalinan (Kegawatdaruratan)
- Stase 7: Nifas
- Stase 8: Bayi Baru Lahir (BBL) dan Balita
- Stase 9: Keluarga Berencana (KB)
- Stase 10: Istirahat
Melalui setiap stase, mahasiswa dituntut mampu menerapkan keterampilan klinis, melakukan komunikasi efektif dengan pasien, hingga mengambil tindakan sesuai standar pelayanan kebidanan.
Baca Juga: Ujian OSCE Kebidanan FIKES Umsida Jadi Bekal Mahasiswa Menuju Praktik Nyata
Libatkan Pasien Standar untuk Hadirkan Situasi Klinis Nyata

Sebelum ujian dimulai, mahasiswa terlebih dahulu mendapatkan pengarahan mengenai alur pelaksanaan, prosedur, serta aspek yang akan dinilai selama OSCE berlangsung.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa juga berinteraksi dengan pasien standar yang berperan sebagai pasien dalam skenario tertentu.
fiqalysandra, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Umsida semester 7 turut terlibat sebagai pasien standar pada Stase Pra Konsepsi.
Ia mengungkapkan bahwa pengalaman tersebut menjadi hal baru yang menarik baginya.
“Menjadi pasien OSCE untuk pertama kalinya merupakan pengalaman yang cukup baru dan menarik. Awalnya saya merasa sedikit canggung karena belum pernah mengikuti kegiatan seperti ini, tetapi setelah dijalani saya merasa senang karena bisa membantu proses belajar mahasiswa,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan gambaran bahwa tenaga kesehatan tidak hanya membutuhkan kemampuan teori dan praktik, tetapi juga kemampuan komunikasi yang baik dalam membangun hubungan dengan pasien.
Ia juga melihat bagaimana mahasiswa kebidanan menjelaskan setiap tindakan sebelum melakukan pemeriksaan. Hal tersebut menunjukkan pentingnya sikap profesional dan komunikasi dalam pelayanan kesehatan.
Cek Juga: Pelantikan Bidan Umsida 2026, 10 Lulusan Resmi Sandang Gelar Bidan Profesional
OSCE Jadi Evaluasi untuk Cetak Bidan Kompeten

Azizah berharap pelaksanaan OSCE dapat menjadi evaluasi yang objektif dan terstandar dalam menilai kemampuan mahasiswa profesi kebidanan.
Menurutnya, hasil dari kegiatan ini juga dapat menjadi bahan refleksi untuk memperbaiki proses pembelajaran sehingga lulusan yang dihasilkan semakin kompeten, profesional dan siap memberikan pelayanan kesehatan berkualitas.
“Harapannya, pelaksanaan OSCE dapat menjadi evaluasi yang objektif dan terstandar untuk menilai kompetensi mahasiswa, sekaligus menjadi bahan refleksi dan perbaikan pembelajaran agar menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, dan siap memberikan pelayanan kebidanan yang berkualitas,” jelasnya.
Melalui OSCE, mahasiswa tidak hanya diuji dari sisi keterampilan klinis, tetapi juga dipersiapkan untuk menghadapi tantangan pelayanan kebidanan di dunia nyata.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan calon bidan Umsida memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.(Elfirarm)























