Fikp.umsida.ac.id – Mochammad Anjar Firmansyah, lulusan terbaik Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi (FIKP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), yang berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94.
Bagi Anjar, pencapaian ini menjadi buah dari perjuangan yang telah ia bangun selama lebih dari tiga setengah tahun.
Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, ia juga bekerja di sebuah perusahaan food and beverage (F&B) di Sidoarjo sekaligus menjalankan bisnis fotografi.
Meski harus menjalani berbagai peran sekaligus, ia tetap mampu menjaga prestasi akademiknya hingga dinobatkan sebagai lulusan terbaik.
Disiplin dan Konsisten Jadi Kunci Menjalani Banyak Peran

Anjar mengaku rasa syukur dan bahagia menjadi hal pertama yang ia rasakan ketika diumumkan sebagai peraih IPK tertinggi di FIKP.
Baginya, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan membuahkan hasil.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari dua prinsip yang selalu dipegang, yaitu disiplin dan konsisten.
Ia menyadari bahwa menjalani kuliah sambil bekerja dan mengembangkan usaha bukan perkara mudah.
Baca Juga: Mahasiswa Psikologi Umsida Raih Juara 1 Pencak Silat 8th UNSC 2026
Karena itu, setiap aktivitas harus direncanakan dengan matang agar seluruh tanggung jawab dapat diselesaikan secara seimbang.
“Menurut saya, kunci utamanya adalah disiplin dan konsisten. Kuliah bukan perjalanan satu atau dua hari, tetapi proses yang panjang. Karena itu, disiplin harus dijaga secara terus-menerus agar tetap konsisten hingga tujuan tercapai,” ungkap Anjar.
Ia membiasakan diri membuat jadwal harian secara rinci, mulai dari waktu bekerja, kuliah, hingga menjalankan bisnis. Dengan cara tersebut, ia dapat menjalani setiap aktivitas sesuai rencana tanpa mengabaikan tanggung jawab yang lain.
Membiayai Kuliah Sendiri Jadi Prestasi yang Paling Berharga

Di balik prestasi akademiknya, Anjar menyimpan kisah perjuangan yang tidak ringan. Salah satu tantangan terbesar yang ia hadapi selama kuliah adalah membagi waktu di tengah padatnya aktivitas serta memenuhi kebutuhan finansial secara mandiri.
Selama menempuh pendidikan di Umsida, seluruh biaya kuliah hingga wisuda ia tanggung sendiri dari hasil bekerja. Kondisi tersebut membuatnya harus semakin cermat mengelola waktu, keuangan, sekaligus menjaga kesehatan agar tetap mampu menjalankan seluruh aktivitas.
Pengalaman paling berat ia rasakan saat semester 7. Dalam waktu bersamaan, Anjar harus menjalani lima aktivitas sekaligus, yaitu bekerja, magang, melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN), menyusun skripsi dan mengelola bisnis fotografi.
Bahkan, ia pernah hanya memiliki waktu tidur sekitar satu jam dalam sehari.
Cek Juga: Perjalanan Rizka Ardilah Meraih IPK Tertinggi di Tengah Kesibukannya Menjadi Ibu
Tantangan tersebut semakin berat ketika ia mengalami kecelakaan saat perjalanan menuju lokasi magang yang menyebabkan kerugian materi, bertepatan dengan jadwal pembayaran UKT semester berikutnya.
Meski demikian, ia memilih tetap bertahan dan menyerahkan seluruh ikhtiarnya kepada Allah SWT.
Berkat dukungan keluarga, dosen, serta kerja keras yang konsisten, seluruh tanggung jawab tersebut akhirnya dapat ia selesaikan dengan baik hingga lulus tepat waktu.
Ingin Lanjut S2 dan Menginspirasi Mahasiswa Lain

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya, Anjar berencana mengabdi terlebih dahulu di perusahaan tempatnya bekerja sebagai bentuk rasa terima kasih atas dukungan yang telah diberikan selama masa kuliah.
Setelah itu, ia berharap dapat melanjutkan studi ke jenjang magister apabila diberikan kesempatan dan rezeki.
Anjar juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa Umsida agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai tantangan selama perkuliahan.
Menurutnya, setiap perjuangan harus diselesaikan dengan sepenuh hati agar hasil yang diperoleh benar-benar menjadi kebanggaan.
“Selesaikan apa yang sudah Anda mulai. Jangan menyerah di tengah jalan. Terus berusaha, minta restu orang tua, berdoa kepada Allah SWT, dan jangan takut keluar dari zona nyaman untuk meraih cita-cita,” pesannya.(Elfirarm)





















