kupang

Inovasi Limbah Cangkang Kupang Antar Tim TLM Umsida Lolos PKM-AI 2026

Fikes.umsida.ac.id –  Mahasiswa Program Studi Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali menorehkan prestasi melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) skema Insentif PKM Artikel Ilmiah (PKM-AI).

Tim yang diketuai oleh Lili Furqonati bersama Anggi Aulia dan Hawin Setia Rika Rahma.

Lihat Juga: Prestasi Nasional, Mahasiswa TLM Umsida Sabet Juara 1 Poster PKM-RE PIMTANAS

Berhasil lolos pendanaan nasional melalui karya ilmiah

berjudul Potensi Nanoemulgel Kitosan Limbah Cangkang Kupang pada Recovery Histopatologi Fibroblas Ulkus Diabetikum.

Dosen pembimbing Syahrul Ardiansyah SSi MSi, beliau juga pembimbing dari riset yang sebelumnya telah lolos pada skema PKM Riset Eksakta.

Program PKM-AI dilaksanakan secara nasional melalui Simbelmawa Kemendiktisaintek dengan periode pengajuan artikel ilmiah mulai 9 Maret hingga 9 April.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa TLM Umsida mampu mengembangkan

penelitian berbasis potensi lokal menjadi karya ilmiah yang kompetitif di tingkat nasional.

Melihat Potensi Besar di Balik Limbah Cangkang Kupang
kupang
Sumber: Fikes Umsida

Ide penelitian ini berawal dari banyaknya limbah cangkang kupang di wilayah Sidoarjo yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, cangkang kupang memiliki kandungan kitosan yang berpotensi dimanfaatkan dalam bidang kesehatan.

Lili menjelaskan bahwa pemanfaatan limbah lokal menjadi salah satu nilai unik dari penelitian yang mereka kembangkan.

“Limbah cangkang kupang dipilih karena jumlahnya melimpah di Sidoarjo, tetapi pemanfaatannya masih sangat terbatas, terutama di bidang kesehatan. Padahal kandungan kitosannya memiliki potensi yang cukup besar,” jelasnya.

Menurutnya, penelitian ini menawarkan pendekatan berbeda dibandingkan metode penyembuhan luka diabetik yang sudah ada.

Selain memanfaatkan bahan yang berkelanjutan, penelitian tersebut juga mengombinasikannya dengan teknologi nanoemulgel yang masih jarang diterapkan pada pemanfaatan cangkang kupang.

Motivasi tim untuk mengikuti PKM-AI juga berasal dari keinginan melanjutkan hasil penelitian sebelumnya yang telah berhasil lolos pada skema PKM Riset Eksakta.

“PKM-AI ini menjadi kesempatan untuk mengembangkan dan menyebarluaskan hasil penelitian yang sebelumnya sudah kami lakukan,” tambahnya.

Cek Juga: Abyan Mahasiswa TLM Umsida Sabet Emas Karate Nasional di UMM Championship 2026

Cara Kerja Nanoemulgel dalam Membantu Pemulihan Luka Diabetes
luka diabetes
Sumber: Fikes Umsida

Secara sederhana, nanoemulgel kitosan dirancang sebagai obat oles yang berpotensi membantu mempercepat penyembuhan ulkus diabetikum atau luka kronis pada penderita diabetes.

Teknologi nano memungkinkan partikel aktif meresap lebih dalam ke jaringan kulit. Selain itu, bentuk gel membantu menjaga kelembapan area luka sehingga proses regenerasi jaringan dapat berlangsung lebih optimal.

“Nanoemulgel ini bekerja dengan merangsang fibroblas untuk menghasilkan kolagen, menjaga luka tetap lembap, serta membantu mengurangi infeksi dan peradangan yang sering menghambat penyembuhan luka diabetes,” terang Lili.

Setelah masuk ke jaringan kulit, kandungan kitosan berpotensi membantu menghambat pertumbuhan bakteri dan mengurangi peradangan kronis. Selanjutnya, kitosan membantu migrasi fibroblas menuju area luka sehingga pembentukan kolagen dan jaringan granulasi baru dapat berlangsung lebih baik.

Meski hasil penelitian menunjukkan potensi yang menjanjikan, tim mencatat bahwa efek pemulihan jaringan masih memerlukan penelitian lanjutan karena proses penyembuhan luka pada kondisi diabetes sangat kompleks.

Pendampingan Intensif Dosen Jadi Kunci Keberhasilan

Dosen pembimbing juga menjelaskan bahwa proses pendampingan dilakukan secara menyeluruh mengingat PKM merupakan kompetisi nasional yang sangat kompetitif.

“Pendampingan tidak hanya pada isi artikel, tetapi mulai dari pemilihan judul, penyusunan konten, sistematika penulisan, hingga pengecekan file sebelum diunggah agar peluang lolos semakin besar,” ungkapnya.

Menurut Syahrul, PKM memiliki peran penting dalam membangun daya nalar, kreativitas, serta kemampuan penulisan ilmiah mahasiswa. Ia juga menilai antusiasme mahasiswa menjadi salah satu faktor utama keberhasilan tim.

“Mahasiswa bimbingan saya memiliki semangat yang tinggi untuk mengikuti PKM. Itu menjadi modal penting dalam menghadapi kompetisi yang sangat ketat,” ujarnya.

Ke depan, tim berharap penelitian nanoemulgel kitosan dari limbah cangkang kupang dapat terus dikembangkan hingga berpotensi menjadi produk kesehatan yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

Inovasi ini juga menunjukkan bahwa limbah lokal dapat diolah menjadi solusi kesehatan yang bernilai tinggi sekaligus mendukung konsep keberlanjutan di bidang medis.(Elfirarm)

Berita Terkini

Hospital Laboratory Visit Jadi Bekal Mahasiswa TLM Umsida Mengenal Praktik Laboratorium Klinik
July 3, 2026By
Kolaborasi Internasional Psikologi Umsida dan Malaysia, AI Jadi Sorotan dalam Dunia Pendidikan
July 1, 2026By
Lulusan Terbaik dan Mahasiswa Berprestasi Psikologi Umsida Bagikan Kisah Perjuangan Mereka
June 22, 2026By
Pesan Prof Hana untuk Lulusan Psikologi Umsida: Jangan Batasi Diri untuk Terus Berkembang
June 19, 2026By
Perjalanan Ghozali Rusyid Meraih Gelar Doktor tanpa melalui ujian terbuka
June 18, 2026By
OSCE TLM Umsida 2026 Uji Nyata Skill Mahasiswa di Dunia Laboratorium Medis
May 1, 2026By
Seminar Nasional Kebidanan Umsida Bahas Kesehatan Mental Ibu Nifas dan Terapi Akupresur
April 30, 2026By
OSCE MIK Umsida 2026, Uji Keterampilan Mahasiswa dalam Simulasi Dunia Kerja
April 17, 2026By

Prestasi

Bekerja Sambil Kuliah, Anjar Jadi Lulusan Terbaik Psikologi Umsida
July 17, 2026By
Kisah Rizka Ardilah, Ibu Muda yang Jadi Lulusan Terbaik Psikologi Umsida
July 15, 2026By
Mahasiswa Fisioterapi Umsida Raih Juara 2 Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya 2026
July 10, 2026By
Mahasiswa Psikologi Umsida Raih Juara 1 Pencak Silat 8th UNSC 2026
June 30, 2026By
Lulusan Terbaik dan Mahasiswa Berprestasi Psikologi Umsida Bagikan Kisah Perjuangan Mereka
June 22, 2026By
Perjalanan Ghozali Rusyid Meraih Gelar Doktor tanpa melalui ujian terbuka
June 18, 2026By
Tim MIK Umsida Raih Juara 1 Hardikes National Competition 2026
June 17, 2026By
Mahasiswa MIK Umsida Raih Juara 3 Nasional lewat Poster Rekam Medis Inspiratif
June 15, 2026By

Opini

Viral Kasus Daycare Jogja dan Pentingnya Memilih Daycare Aman
June 4, 2026By
Cara Mengatasi Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat di Usia Lanjut
May 24, 2026By
Donor Darah Ternyata Punya Banyak Manfaat, Cek Selengkapnya!
May 19, 2026By
Sulit Tidur hingga Overthinking Jadi Gejala Umum Postpartum Anxiety
May 18, 2026By
Sering Lemas dan Pusing? Bisa Jadi Tanda Anemia Kambuh
May 17, 2026By