Panduan Menghitung Usia Kehamilan yang Perlu Diketahui Setiap Ibu Hamil

Fikes.umsida.ac.id -Bagi banyak perempuan, mengetahui dirinya hamil sering kali menjadi momen yang penuh kebahagiaan sekaligus rasa penasaran.

Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul setelah hasil test pack menunjukkan dua garis adalah, “Sebenarnya usia kehamilan saya sudah berapa minggu?”

Lihat Juga: Perubahan Psikologis Ibu Hamil, Dari Bahagia hingga Cemas yang Sering Terjadi

Pertanyaan tersebut bukan sekadar rasa ingin tahu. Mengetahui usia kehamilan sangat penting untuk memantau perkembangan janin, menentukan jadwal pemeriksaan antenatal, hingga memperkirakan waktu persalinan.

Dalam modul pembelajaran Asuhan Kebidanan Kehamilan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FIKES Umsida)

dijelaskan bahwa usia kehamilan dapat dihitung melalui beberapa metode, mulai dari Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT), tinggi fundus uteri, gerakan janin, hingga pemeriksaan penunjang lainnya.

Menghitung Usia Kehamilan dari HPHT
Sumber: Data pada Modul pembelajaran

Metode yang paling umum digunakan adalah menghitung usia kehamilan berdasarkan HPHT atau Hari Pertama Haid Terakhir. Cara ini relatif mudah karena hanya memerlukan informasi tanggal menstruasi terakhir sebelum terjadi kehamilan.

Dijelaskan juga bahwa kehamilan normal berlangsung sekitar 280 hari atau 40 minggu yang dihitung sejak hari pertama haid terakhir.

Selain itu, dikenal pula Rumus Naegele yang digunakan untuk memperkirakan hari lahir dengan menambahkan tujuh hari pada tanggal HPHT, mengurangi tiga bulan, dan menambahkan satu tahun pada tanggal tersebut.

Metode ini cukup akurat bagi perempuan yang memiliki siklus menstruasi teratur sekitar 28 hari. Karena itu, tenaga kesehatan biasanya akan menanyakan HPHT saat pemeriksaan kehamilan pertama.

Baca Juga: Faktor yang Mempengaruhi Kehamilan, Ternyata Bukan Cuma Soal Fisik

Saat Lupa HPHT, TFU Bisa Menjadi Petunjuk
Sumber: Data pada Modul pembelajaran

Tidak semua ibu hamil mengingat tanggal menstruasi terakhirnya. Pada kondisi seperti ini, tenaga kesehatan dapat menggunakan tinggi fundus uteri (TFU) sebagai dasar perkiraan usia kehamilan.

Modul pembelajaran FIKES Umsida menjelaskan bahwa usia kehamilan dapat diperkirakan melalui pengukuran TFU.

Perhitungan dilakukan dengan rumus TFU dikalikan delapan lalu dibagi tujuh untuk mendapatkan usia kehamilan dalam minggu. Sebagai contoh, apabila hasil pengukuran TFU mencapai 32 sentimeter, maka usia kehamilan diperkirakan sekitar 32 minggu.

Metode ini membantu tenaga kesehatan memperoleh gambaran perkembangan janin meskipun data HPHT tidak tersedia.

Gerakan Janin Juga Dapat Menjadi Acuan

Cara lain yang dapat digunakan adalah memperhatikan kapan ibu pertama kali merasakan gerakan janin atau quickening.

Menurut modul FIKES Umsida, gerakan janin biasanya mulai dirasakan pada usia kehamilan sekitar 18 minggu pada kehamilan pertama dan sekitar 16 minggu pada ibu yang pernah hamil sebelumnya.

Meskipun demikian, perhitungan usia kehamilan tidak boleh hanya bergantung pada satu metode. Pemeriksaan rutin ke tenaga kesehatan tetap diperlukan agar usia kehamilan dan kondisi janin dapat dipantau secara lebih akurat.

Pada akhirnya, mengetahui usia kehamilan bukan hanya soal menghitung minggu demi minggu. Informasi tersebut menjadi panduan penting bagi ibu dan tenaga kesehatan untuk memastikan proses kehamilan berlangsung sehat hingga tiba waktu persalinan yang dinantikan.(Elfirarm)

Sumber: Modul pembelajaran Kebidanan Umsida

Evi Rinata SST MKeb dan Siti Cholifah SST MKeb.

Berita Terkini

19 Mahasiswa Profesi Bidan Umsida Ikuti OSCE Untuk Perkuat Kompetensi Klinis
August 31, 2026By
Cegah Anemia dan Diabetes, TLM Umsida Edukasi Siswa SDN Kendalsewu
August 18, 2026By
Workshop Kebidanan Umsida Selaraskan Kurikulum dengan Standar ICM 2024
August 13, 2026By
FIKP Umsida dan SMA Muhammadiyah 4 Porong, Perkuat Kesehatan Fisik dan Mental Siswa
August 10, 2026By
Kerja Sama dengan Nufi Sidoarjo Buka Peluang Baru bagi Mahasiswa Psikologi Umsida
August 7, 2026By
FIKP Umsida Gelar Cek Kesehatan Gratis di CFD Taman Bungkul, Surabaya
July 27, 2026By
Hospital Laboratory Visit Jadi Bekal Mahasiswa TLM Umsida Mengenal Praktik Laboratorium Klinik
July 3, 2026By
Kolaborasi Internasional Psikologi Umsida dan Malaysia, AI Jadi Sorotan dalam Dunia Pendidikan
July 1, 2026By

Prestasi

Mahasiswa Fisioterapi Umsida Raih Juara Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya
August 21, 2026By
Poster Deteksi Persalinan Macet Dosen Kebidanan Umsida Raih Juara 3
August 6, 2026By
Dosen Kebidanan Umsida Raih Juara 2 lewat Poster Kesehatan Mental Remaja
August 5, 2026By
Widi Arti Raih Gelar Doktor lewat Riset Cedera Olahraga Sepatu Roda
August 4, 2026By
Mahasiswa Kebidanan Raih Juara 1 Esai Ilmiah Nasional 2026
August 3, 2026By
Prodi D4 TLM Umsida Resmi Jadi Penerima Bantuan PP-PTS Reguler 2026
July 30, 2026By
Anggie Erianti Raih Juara 2 Poster Ilmiah Nasional, Angkat Pentingnya Respectful Maternity Care
July 29, 2026By
Bekerja Sambil Kuliah, Anjar Jadi Lulusan Terbaik Psikologi Umsida
July 17, 2026By

Opini

Kenapa Psikologi Semakin Dibutuhkan di Tengah Tantangan Kesehatan Mental?
August 26, 2026By
Viral Kasus Daycare Jogja dan Pentingnya Memilih Daycare Aman
June 4, 2026By
Cara Mengatasi Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat di Usia Lanjut
May 24, 2026By
Donor Darah Ternyata Punya Banyak Manfaat, Cek Selengkapnya!
May 19, 2026By
Sulit Tidur hingga Overthinking Jadi Gejala Umum Postpartum Anxiety
May 18, 2026By