Fikp.umsida.ac.id – Kabar membanggakan datang dari Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi (FIKP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
Dr Ghozali Rusyid Affandi SPsi MA, berhasil menyelesaikan studi doktor di Universitas Airlangga (Unair) dengan predikat sangat memuaskan.
Pencapaian tersebut semakin istimewa karena ia berhasil menyelesaikan program doktor tanpa melalui ujian terbuka.
Selama masa studi, Dr Ghozali telah menghasilkan tiga publikasi internasional bereputasi yang terindeks Scopus serta menerbitkan buku berjudul Psikologi Kebosanan.
Baca Juga: Dosen Umsida: Dampak Pelecehan Seksual Tak Hanya Psikologis
Bagi Dr Ghozali, perjalanan menuju gelar doktor bukanlah proses yang mudah. Ia menggambarkannya seperti menaiki roller coaster yang penuh dinamika, mulai dari fase yang berjalan lancar hingga berbagai tantangan yang menguras energi dan waktu.
“Alhamdulillah, saya bisa menyelesaikan studi doktor selama empat tahun. Semua ini tidak lepas dari pertolongan Allah SWT, dukungan promotor dan ko-promotor, Beasiswa Pendidikan Indonesia, keluarga, serta teman-teman seperjuangan,” ungkapnya.
Menaklukkan Tantangan Studi Doktor di Tengah Kesibukan Dosen

Di balik keberhasilan tersebut, terdapat perjuangan panjang yang harus dijalani. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah proses revisi artikel untuk jurnal internasional bereputasi.
Dr Ghozali mengaku harus membagi waktu secara ketat antara tugas sebagai dosen, penelitian, dan penyelesaian disertasi. Bahkan, sebagian besar waktu akhir pekannya dihabiskan di kampus untuk menulis dan melakukan riset.
“Pagi saya mengajar, sedangkan malam hingga akhir pekan digunakan untuk menulis dan penelitian. Anak-anak sering saya tinggalkan sampai malam, tetapi mereka bersama istri selalu memberikan dukungan dan doa,” tuturnya.
Tekanan akademik yang tinggi bahkan sempat berdampak pada kondisi fisiknya. Ia pernah mengalami sakit kepala hebat selama proses penyusunan disertasi. Namun pengalaman tersebut justru menjadi kenangan yang tidak terlupakan selama menjalani pendidikan doktoral.
Menurutnya, kunci utama menyelesaikan studi adalah disiplin, kemampuan menentukan prioritas, serta dukungan keluarga yang tidak pernah berhenti memberikan semangat.
Lihat Selengkapnya: Ghozali Rusyid Mengatakan Puasa 2026 Bantu Kelola Stres dan Menenangkan Pikiran
Meneliti Academic Boredom Santri Pesantren
Topik penelitian yang dipilih Dr Ghozali berangkat dari kepeduliannya terhadap kondisi psikologis santri di pondok pesantren.
Ia menyoroti fenomena academic boredom atau kebosanan akademik yang berpotensi muncul akibat padatnya aktivitas pendidikan formal dan keagamaan yang dijalani santri selama 24 jam.
Menurutnya, isu ini penting karena kejenuhan akademik dapat berdampak pada menurunnya motivasi belajar, meningkatnya stres, hingga risiko putus pendidikan.
“Melalui penelitian ini, saya ingin memahami faktor-faktor yang memengaruhi kebosanan akademik santri sehingga dapat dirancang strategi intervensi yang lebih efektif untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis mereka,” jelasnya.
Hasil penelitian tersebut juga melahirkan buku Psikologi Kebosanan yang menjadi salah satu kontribusi akademiknya selama studi doktor.
Siapkan Inovasi untuk Prodi Psikologi Umsida

Setelah resmi menyandang gelar doktor, Dr Ghozali telah menyiapkan sejumlah gagasan untuk mendukung pengembangan Prodi Psikologi Umsida. Salah satunya adalah membangun pusat kajian psikologi pendidikan Islam yang berfokus pada anak dan remaja di lingkungan pesantren.
Selain itu, ia ingin mengembangkan program psikoedukasi dan intervensi psikologis bagi sekolah maupun pondok pesantren di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya. Optimalisasi laboratorium psikologi juga menjadi salah satu target yang ingin diwujudkan agar berfungsi sebagai pusat asesmen dan konseling yang lebih inovatif.
Menutup wawancara, ia memberikan pesan kepada mahasiswa dan dosen yang sedang menempuh studi lanjutan agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan akademik.
“Nikmati setiap prosesnya, jaga kesehatan fisik dan mental, serta libatkan Allah SWT dalam setiap perjuangan. Lakukan yang terbaik, setelah itu pasrahkan hasilnya kepada-Nya,” pesannya.(Elfirarm)























