Kisah Rizka Ardilah, Ibu Muda yang Jadi Lulusan Terbaik Psikologi Umsida

Fikp.umsida.ac.id – Rizka Ardilah, lulusan Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), berhasil menyelesaikan studinya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95.

Capaian tersebut mengantarkannya meraih predikat sebagai lulusan terbaik Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi (FIKP).

Putri dari Bapak Sutrisno dan almh. Ibu Sunami itu mengaku tidak pernah memasang target untuk menjadi lulusan dengan IPK tertinggi. Karena itu, ketika mengetahui dirinya memperoleh predikat tersebut, Rizka merasakan kebahagiaan yang sulit digambarkan.

“Perasaannya campur aduk, terharu, tidak menyangka, dan tentu sangat bersyukur. Saya tidak pernah memasang target ini sejak awal. Jadi, ketika mengetahui hasilnya, saya sempat bertanya, ‘Benarkah ini?’ Bagi saya, penghargaan ini seperti hadiah yang tidak terduga,” ungkap perempuan yang akrab disapa Rizka tersebut.

Menjadikan Ilmu Sebagai Tujuan Utama

Menurut Rizka, kunci utama yang membawanya meraih prestasi akademik adalah niat. Sejak awal memasuki dunia perkuliahan, ia menanamkan tujuan untuk benar-benar mencari ilmu, bukan sekadar mengejar nilai atau angka dalam transkrip akademik.

Baca Juga: Dua Mahasiswa FPIP Raih Juara Psychoverse Videografi 2026

Ketertarikannya terhadap psikologi membuat setiap proses perkuliahan terasa lebih menyenangkan, meskipun harus menghadapi berbagai tugas dan tantangan.

Ia memandang IPK tinggi sebagai bonus dari konsistensi belajar dan kesungguhannya dalam memahami ilmu psikologi.

Pengalaman paling berkesan selama menjadi mahasiswa juga bukan hanya satu kegiatan atau prestasi tertentu, melainkan keseluruhan proses pembelajaran.

Setiap mata kuliah dan kegiatan akademik membantunya memahami manusia sekaligus mengenal dirinya sendiri dengan lebih baik.

“Psikologi mengajarkan saya untuk lebih memahami diri sendiri. Ilmu yang dipelajari ternyata selalu kembali kepada diri kita. Hal itulah yang membuat perjalanan kuliah ini terasa berbeda dan sangat berharga,” tuturnya.

Menjalani Tiga Peran Sekaligus

Tantangan terberat Rizka muncul ketika memasuki semester akhir. Pada masa tersebut, ia harus menjalani tiga peran sekaligus, yaitu sebagai mahasiswa, istri dan ibu.

Bahkan, ia menjalani masa kehamilan hingga melahirkan di tengah proses perkuliahan.

Ada saat ketika Rizka merasa tidak sanggup menyelesaikan studinya. Namun, ia mulai belajar menentukan prioritas dan menetapkan batasan terhadap setiap tanggung jawab.

Ia menyadari bahwa tidak semua peran dapat dijalankan secara sempurna pada waktu yang bersamaan.

Dalam mengatur waktu, Rizka tidak menggunakan jadwal yang terlalu ketat. Ia lebih memilih membuat daftar prioritas harian dan menentukan peran mana yang harus didahulukan.

Baginya, menerima bahwa dirinya tidak selalu mampu memberikan seratus persen dalam semua hal merupakan bagian penting dari proses bertumbuh.

Dukungan terbesar datang dari suaminya yang telah mendampingi sejak sebelum kuliah hingga menyelesaikan studi. Selain menjadi tempat berbagi, sang suami juga memberikan dukungan moral dan finansial.

Anaknya pun menjadi sumber kekuatan karena telah menemani perjalanan kuliah sejak masih berada dalam kandungan.

Fokus Keluarga Sebelum Berkarier

Setelah lulus, Rizka memilih fokus menjalani perannya sebagai ibu menyusui hingga anaknya mencapai usia sapih dua tahun. Setelah itu, ia berencana memasuki dunia industri dan berkontribusi dengan ilmu psikologi yang telah diperolehnya selama kuliah.

Rizka berpesan kepada mahasiswa Umsida agar menemukan alasan utama mengapa mereka memilih berkuliah. Alasan tersebut akan menjadi sumber kekuatan ketika menghadapi masa-masa sulit.

“Jangan hanya fokus pada angka, tetapi fokuslah pada ilmunya. Kejarlah ilmu, nikmati prosesnya, dan ingat bahwa masa tersulit bukanlah tujuan akhir. Teruslah berjalan karena Allah selalu mengetahui setiap perjuangan kita,” pungkasnya.(Elfirarm)

Berita Terkini

Workshop Kebidanan Umsida Selaraskan Kurikulum dengan Standar ICM 2024
August 13, 2026By
FIKP Umsida dan SMA Muhammadiyah 4 Porong, Perkuat Kesehatan Fisik dan Mental Siswa
August 10, 2026By
Kerja Sama dengan Nufi Sidoarjo Buka Peluang Baru bagi Mahasiswa Psikologi Umsida
August 7, 2026By
FIKP Umsida Gelar Cek Kesehatan Gratis di CFD Taman Bungkul, Surabaya
July 27, 2026By
Hospital Laboratory Visit Jadi Bekal Mahasiswa TLM Umsida Mengenal Praktik Laboratorium Klinik
July 3, 2026By
Kolaborasi Internasional Psikologi Umsida dan Malaysia, AI Jadi Sorotan dalam Dunia Pendidikan
July 1, 2026By
Lulusan Terbaik dan Mahasiswa Berprestasi Psikologi Umsida Bagikan Kisah Perjuangan Mereka
June 22, 2026By
Pesan Prof Hana untuk Lulusan Psikologi Umsida: Jangan Batasi Diri untuk Terus Berkembang
June 19, 2026By

Prestasi

Poster Deteksi Persalinan Macet Dosen Kebidanan Umsida Raih Juara 3
August 6, 2026By
Dosen Kebidanan Umsida Raih Juara 2 lewat Poster Kesehatan Mental Remaja
August 5, 2026By
Widi Arti Raih Gelar Doktor lewat Riset Cedera Olahraga Sepatu Roda
August 4, 2026By
Mahasiswa Kebidanan Raih Juara 1 Esai Ilmiah Nasional 2026
August 3, 2026By
Prodi D4 TLM Umsida Resmi Jadi Penerima Bantuan PP-PTS Reguler 2026
July 30, 2026By
Anggie Erianti Raih Juara 2 Poster Ilmiah Nasional, Angkat Pentingnya Respectful Maternity Care
July 29, 2026By
Bekerja Sambil Kuliah, Anjar Jadi Lulusan Terbaik Psikologi Umsida
July 17, 2026By
Mahasiswa Fisioterapi Umsida Raih Juara 2 Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya 2026
July 10, 2026By

Opini

Viral Kasus Daycare Jogja dan Pentingnya Memilih Daycare Aman
June 4, 2026By
Cara Mengatasi Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat di Usia Lanjut
May 24, 2026By
Donor Darah Ternyata Punya Banyak Manfaat, Cek Selengkapnya!
May 19, 2026By
Sulit Tidur hingga Overthinking Jadi Gejala Umum Postpartum Anxiety
May 18, 2026By
Sering Lemas dan Pusing? Bisa Jadi Tanda Anemia Kambuh
May 17, 2026By