ASI Belum Keluar Setelah Persalinan, Begini Penjelasan Medisnya

Fikes.umsida.ac.id – Momen setelah persalinan seharusnya menjadi waktu paling membahagiakan bagi seorang ibu.

Namun, tidak sedikit ibu yang justru diliputi kecemasan ketika Air Susu Ibu (ASI) belum keluar pada hari pertama setelah melahirkan.

Situasi ini dialami dalam studi kasus yang diteliti oleh Rosalina Septi Arcellya, mahasiswa kebidanan, bersama dosen Hesty Widowati, SKeb Bd MKeb.

dalam penelitian tentang Midwifery Continuity of Care to Support Early Breastfeeding Success,kasus tersebut menggambarkan ibu postpartum 6 jam setelah melahirkan yang mengeluhkan ASI belum keluar.

Meski kondisi umum ibu dan bayi dalam kesehatan yang normal . Kasus ini sebenarnya cukup umum, tetapi sering kali menimbulkan kekhawatiran berlebihan.

Baca Juga: Teknik Menyusui yang Benar: Solusi untuk Keberhasilan ASI Eksklusif

Mengapa ASI Belum Keluar di Hari Pertama?

Secara fisiologis, produksi ASI dipengaruhi oleh hormon oksitosin dan prolaktin. Setelah persalinan, tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan perubahan hormonal.

Proses persalinan yang panjang dan melelahkan dapat memengaruhi refleks oksitosin sehingga menghambat let down reflex atau pengeluaran ASI.

Cek Juga: Asam Folat Untuk Ibu Hamil? Ini Kata Pakar Kebidanan Umsida

Faktor kelelahan fisik, stres, serta rasa nyeri pada luka jahitan perineum juga dapat menjadi pemicu.

Dalam jurnal tersebut dijelaskan bahwa kelelahan akibat kontraksi yang panjang bisa menghambat pelepasan oksitosin dari neurohipofisis, sehingga ASI belum langsung keluar meskipun payudara sudah memproduksi kolostrum .

Padahal, pada 24 jam pertama, kebutuhan bayi sebenarnya masih sangat kecil. Volume lambung bayi hanya sekitar 7 ml. Artinya, beberapa tetes kolostrum sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan awal bayi.

Peran Bidan dalam Mengatasi Tantangan Awal Laktasi
Sumber: Pexels

Dalam penelitian tersebut, pendekatan Continuity of Care (COC) menjadi kunci. Ibu didorong untuk menyusui sesering mungkin atau on demand guna merangsang produksi ASI .

Semakin sering bayi mengisap, semakin kuat stimulasi terhadap hormon prolaktin dan oksitosin.

Selain itu, diberikan edukasi dan tindakan non-farmakologis berupa akupresur pada titik PC6 (Neiguan) dan GB21 (Jianjing) . Teknik ini membantu memperlancar sirkulasi energi dan merangsang refleks pengeluaran ASI.

Cek Selengkapnya: Riset Dosen Ungkap Back Massage Clary Sage Efektif untuk ASI Ibu Pasca SC

Hasil evaluasi menunjukkan ASI mulai keluar perlahan meski masih dalam jumlah sedikit .

Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan menyusui dini bukan hanya soal kesiapan biologis, tetapi juga dukungan tenaga kesehatan yang konsisten dan berbasis SOP.

Tantangan ASI belum keluar di hari pertama postpartum bukanlah kegagalan, melainkan fase adaptasi alami tubuh ibu.

Dengan pendampingan bidan yang berkelanjutan, edukasi yang tepat, serta dukungan emosional, proses menyusui dapat tetap berjalan optimal.

Riset ini menghasilkan mengubah kecemasan menjadi pengalaman belajar yang memperkuat keberhasilan menyusui jangka panjang .

Sumber: Riset Mahasiswa Kebidanan

Penulis : Elfira Armilia

Berita Terkini

Hospital Laboratory Visit Jadi Bekal Mahasiswa TLM Umsida Mengenal Praktik Laboratorium Klinik
July 3, 2026By
Kolaborasi Internasional Psikologi Umsida dan Malaysia, AI Jadi Sorotan dalam Dunia Pendidikan
July 1, 2026By
Lulusan Terbaik dan Mahasiswa Berprestasi Psikologi Umsida Bagikan Kisah Perjuangan Mereka
June 22, 2026By
Pesan Prof Hana untuk Lulusan Psikologi Umsida: Jangan Batasi Diri untuk Terus Berkembang
June 19, 2026By
Perjalanan Ghozali Rusyid Meraih Gelar Doktor tanpa melalui ujian terbuka
June 18, 2026By
OSCE TLM Umsida 2026 Uji Nyata Skill Mahasiswa di Dunia Laboratorium Medis
May 1, 2026By
Seminar Nasional Kebidanan Umsida Bahas Kesehatan Mental Ibu Nifas dan Terapi Akupresur
April 30, 2026By
OSCE MIK Umsida 2026, Uji Keterampilan Mahasiswa dalam Simulasi Dunia Kerja
April 17, 2026By

Prestasi

Bekerja Sambil Kuliah, Anjar Jadi Lulusan Terbaik Psikologi Umsida
July 17, 2026By
Kisah Rizka Ardilah, Ibu Muda yang Jadi Lulusan Terbaik Psikologi Umsida
July 15, 2026By
Mahasiswa Fisioterapi Umsida Raih Juara 2 Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya 2026
July 10, 2026By
Mahasiswa Psikologi Umsida Raih Juara 1 Pencak Silat 8th UNSC 2026
June 30, 2026By
Lulusan Terbaik dan Mahasiswa Berprestasi Psikologi Umsida Bagikan Kisah Perjuangan Mereka
June 22, 2026By
Perjalanan Ghozali Rusyid Meraih Gelar Doktor tanpa melalui ujian terbuka
June 18, 2026By
Tim MIK Umsida Raih Juara 1 Hardikes National Competition 2026
June 17, 2026By
Mahasiswa MIK Umsida Raih Juara 3 Nasional lewat Poster Rekam Medis Inspiratif
June 15, 2026By

Opini

Viral Kasus Daycare Jogja dan Pentingnya Memilih Daycare Aman
June 4, 2026By
Cara Mengatasi Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat di Usia Lanjut
May 24, 2026By
Donor Darah Ternyata Punya Banyak Manfaat, Cek Selengkapnya!
May 19, 2026By
Sulit Tidur hingga Overthinking Jadi Gejala Umum Postpartum Anxiety
May 18, 2026By
Sering Lemas dan Pusing? Bisa Jadi Tanda Anemia Kambuh
May 17, 2026By