Fikp.umsida.ac.id – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi (BEM FIKP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mengikuti kegiatan studi banding bersama BEM Fakultas Kesehatan Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri.
Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Organisasi Progresif melalui Studi Banding dan Sharing Best Practice.”
Melalui pertemuan tersebut, kedua organisasi mahasiswa saling bertukar pengalaman, membahas program kerja, serta memperkuat jejaring antarkampus.
Baca Juga: Seminar BEM FIKP Umsida Bekali Mahasiswa Jadi Garda Digital yang Cerdas dan Beretika
Ketua BEM FIKP Umsida, Mukhammad Arif Hidayatullah, yang akrab disapa Arif, mengatakan bahwa studi banding ini menjadi ruang belajar langsung bagi pengurus dalam melihat sistem kerja organisasi di kampus lain.
Bertukar Pengalaman untuk Tingkatkan Kualitas Organisasi

Menurut Arif, setiap organisasi memiliki cara kerja, budaya, dan program unggulan yang berbeda. Perbedaan tersebut menjadi alasan penting bagi BEM FIKP Umsida untuk melakukan studi banding dengan BEM FKES IIK Bhakta.
“Tujuan utamanya untuk menambah wawasan, mencari ide baru, dan meningkatkan kualitas organisasi ke depannya. Kami ingin belajar langsung dari pengalaman mereka, sekaligus bertukar pandangan mengenai pengelolaan organisasi mahasiswa,” jelasnya.
Selama kegiatan berlangsung, kedua BEM mempresentasikan program kerja masing-masing. Diskusi tidak hanya membahas keberhasilan program, tetapi juga tantangan yang kerap muncul serta cara menyelesaikannya.
Sistem Staff Muda Jadi Inspirasi BEM FIKP Umsida

Salah satu hal yang menarik perhatian Arif adalah pengelolaan program kerja dan komunikasi internal BEM FKES IIK Bhakta yang dinilai cukup rapi. Selain itu, keberadaan sistem staff muda juga menjadi gagasan yang berpotensi diterapkan di BEM FIKP Umsida.
Menurutnya, sistem tersebut dapat menjadi tahap awal untuk mengenali komitmen mahasiswa sebelum masuk sebagai pengurus utama.
“Melalui staff muda, organisasi bisa melihat lebih dulu siapa yang benar-benar memiliki niat, konsistensi, dan kesiapan untuk terlibat. Jadi, proses regenerasi dapat berjalan lebih terarah,” ujarnya.
Arif menilai tema organisasi progresif benar-benar diwujudkan melalui sesi berbagi pengalaman, diskusi program, dan pemberian masukan secara terbuka. Kegiatan ini tidak berhenti sebagai kunjungan formal, tetapi menghadirkan proses belajar dua arah.
Kolaborasi Diharapkan Berlanjut Setelah Studi Banding

Setelah kegiatan berakhir, Arif berharap hubungan antara BEM FIKP Umsida dan BEM FKES IIK Bhakta tetap terjaga. Komunikasi yang telah terbangun diharapkan berkembang menjadi kerja sama dalam berbagai kegiatan.
Kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui seminar, webinar, kegiatan pengabdian kepada masyarakat, maupun program mahasiswa lainnya.
“Harapannya, hubungan ini tidak berhenti setelah studi banding. Kami ingin ada program bersama yang memberikan manfaat lebih luas bagi mahasiswa dan masyarakat,” katanya.(Elfirarm)





















