Fikp.umsida.ac.id – Nurul Fikri Sidoarjo yang berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Ath-Thoyyibah Sidoarjo (YP2AS) melakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) bersama Fakultas Ilmu Kesehatan dan Ilmu Psikologi (FIKP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
Kerja sama tersebut menjadi langkah untuk memperkuat kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, pelatihan, hingga pengabdian kepada masyarakat, Rabu(5/08/26).
Nufi Sidoarjo sendiri memiliki jenjang pendidikan mulai Daycare, KB-TK, SD, hingga SMP Nurul Fikri.
Pertemuan dihadiri Ketua Dewan Pengurus YP2AS Dr Syaiful Arifin SS MPd,
Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan dan Ilmu Psikologi Umsida Evi Rinata SST MKeb,
Wakil Dekan Jamilatur Rohmah SSi MSi,
serta Kaprodi Psikologi Umsida Dr Ghozali Rusyid Affandi SPsi MA.
Kolaborasi Tak Berhenti pada Penandatanganan MoA

Evi Rinata berharap kemitraan tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas melalui kegiatan pendidikan, pelatihan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Harapan serupa disampaikan Syaiful Arifin agar kerja sama dengan Umsida dapat mendukung perkembangan seluruh unit pendidikan Nufi Sidoarjo menjadi lembaga yang semakin unggul.
Baca Juga: Umsida Edukasi Kesehatan Mental 2026 di SB At Tanzil Selangor
Ghozali menjelaskan bahwa setelah penandatanganan MoA, sejumlah program konkret telah masuk dalam ruang lingkup kerja sama.
Salah satunya adalah program magang mahasiswa melalui Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) selama enam bulan.
Selain itu, kedua institusi dapat berkolaborasi dalam penyediaan narasumber pendidikan dan pelatihan, penelitian serta pengembangan ilmu pengetahuan, program pengabdian kepada masyarakat, pertukaran informasi dan publikasi ilmiah, hingga penyelenggaraan seminar bersama.
Kerja sama juga mencakup pemanfaatan fasilitas dan sarana-prasarana yang dimiliki kedua belah pihak untuk mendukung kegiatan akademik maupun pengembangan lembaga.
Nufi Jadi Ruang Belajar Nyata Mahasiswa Psikologi
Bagi mahasiswa Psikologi Umsida, keberadaan unit pendidikan Nufi dari jenjang Daycare hingga SMP membuka ruang yang luas untuk menerapkan keilmuan secara langsung.
Ghozali mengatakan lingkungan tersebut dapat menjadi tempat strategis bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu psikologi perkembangan, psikologi pendidikan, maupun asesmen anak yang telah dipelajari selama perkuliahan.
Cek Selengkapnya: Kolaborasi Internasional Psikologi Umsida dan Malaysia, AI Jadi Sorotan dalam Dunia Pendidikan
“Mahasiswa diharapkan dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya peluang yang hadir melalui kerja sama ini, terutama melalui program magang MBKM,” ungkapnya.
Namun, pengalaman lapangan tersebut tetap harus dijalankan dengan tanggung jawab. Ghozali menekankan pentingnya menjaga profesionalisme, etika akademik, integritas, serta kerahasiaan data dan informasi selama mahasiswa terlibat dalam kegiatan bersama mitra.
Diharapkan Memberikan Dampak bagi Pendidikan dan Masyarakat

Ghozali berharap kerja sama ini dapat berkembang secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada program-program yang telah disepakati saat ini.
Dari sisi institusi, kolaborasi tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan potensi kedua lembaga dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sinergi sumber daya dan fasilitas juga dapat membuka peluang munculnya berbagai program baru sesuai kebutuhan.
Sementara bagi Nufi Sidoarjo, kerja sama diharapkan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan pendidikan bagi peserta didik dari jenjang Daycare, KB-TK, SD hingga SMP.
Dengan kolaborasi tersebut, Psikologi Umsida dan Nufi Sidoarjo diharapkan mampu mempertemukan pembelajaran akademik dengan kebutuhan nyata di lingkungan pendidikan.
Mahasiswa pun tidak hanya memperoleh pengetahuan di ruang kuliah, tetapi juga kesempatan untuk belajar, berkontribusi, dan mengasah kompetensi secara langsung di masyarakat. (Elfirarm)























