Fikp.umsida.ac.id – Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi (FIKP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida)
kembali memperluas jejaring internasional melalui International Collaboration Class bersama Institute Pendidikan Guru (IPG)
Kampus Ilmu Khas, Kuala Lumpur, Malaysia.
Kegiatan yang digelar secara daring melalui Google Meeting ini menghadirkan dosen dan mahasiswa
dari kedua institusi untuk berdiskusi mengenai perkembangan pembelajaran digital,
Baca Juga: Archery Tournament Psikologi Umsida Buka Ruang Inklusi
psikologi pendidikan, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan.
Kolaborasi ini menghadirkan narasumber Dr Chan Choon Tak dari IPG Malaysia,
didampingi dosen Psikologi Umsida, Zaki Nur Fahmawati MPsi Psikolog dan Dr Eko Hardi Ansyah MPsi Psikolog.
Melalui forum internasional tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan
untuk saling bertukar pengalaman sekaligus memahami berbagai pendekatan pembelajaran yang diterapkan di Indonesia maupun Malaysia.
AI dan Psikologi Jadi Bekal Pendidikan Masa Depan
Salah satu sesi yang paling menarik dalam kegiatan ini adalah pemaparan mahasiswa IPG Malaysia mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam proses pembelajaran.
Berbagai contoh penggunaan AI diperkenalkan sebagai media yang mampu membantu guru merancang materi belajar, meningkatkan kreativitas pembelajaran, hingga mendukung proses evaluasi peserta didik.
Di sisi lain, mahasiswa Psikologi Umsida membagikan pengalaman mereka dalam merancang program pelatihan untuk meningkatkan performa akademik siswa.
Berbekal ilmu psikologi, mereka menjelaskan berbagai strategi untuk membangun motivasi belajar, meningkatkan kemampuan mengatur diri, serta mengembangkan kebiasaan belajar yang lebih efektif.
Diskusi berlangsung dinamis karena peserta dari kedua negara tidak hanya mempresentasikan materi, tetapi juga saling bertukar pandangan mengenai tantangan pendidikan yang mereka hadapi.
Perbedaan budaya belajar, sistem pendidikan, hingga pendekatan dalam mendampingi peserta didik menjadi topik yang memperkaya wawasan seluruh peserta.
Mahasiswa Belajar Kolaborasi Lintas Negara
Menurut dosen Psikologi Umsida, Dr Eko Hardi Ansyah MPsi Psikolog, International Collaboration Class memberikan pengalaman belajar yang berbeda karena mahasiswa tidak hanya memperoleh materi akademik, tetapi juga belajar membangun komunikasi lintas budaya.
“Kolaborasi internasional seperti ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat bahwa persoalan pendidikan memiliki tantangan yang beragam di setiap negara. Dengan saling bertukar pengalaman, mahasiswa dapat memperluas cara pandang, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta belajar menyampaikan ide secara profesional dalam lingkungan internasional,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa perkembangan teknologi, termasuk AI, perlu dipahami secara bijaksana.
Kehadiran teknologi tidak dimaksudkan menggantikan peran manusia, melainkan menjadi alat yang membantu proses pembelajaran menjadi lebih efektif apabila digunakan secara tepat.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa tampak aktif mengajukan pertanyaan dan memberikan tanggapan terhadap materi yang dipresentasikan. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat mahasiswa untuk belajar dari pengalaman negara lain sekaligus memperluas jejaring akademik di tingkat internasional.
Perkuat Wawasan Global Mahasiswa Psikologi Umsida

International Collaboration Class menjadi salah satu bentuk komitmen Program Studi Psikologi Umsida dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin global.
Selain memperkuat kompetensi akademik, kegiatan ini juga melatih kemampuan komunikasi, kolaborasi, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi pendidikan.
Eko berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak institusi luar negeri sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang semakin luas.
“Kami berharap kerja sama seperti ini terus berlanjut karena mahasiswa membutuhkan ruang untuk belajar dari berbagai perspektif. Semakin sering mereka berinteraksi dengan mitra internasional, semakin siap pula mereka menjadi lulusan yang adaptif, kolaboratif, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan maupun masyarakat,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi bersama IPG Malaysia ini, Psikologi Umsida kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran berkelas internasional.
Tidak hanya mengenalkan inovasi teknologi seperti AI, kegiatan ini juga membekali mahasiswa dengan wawasan global, kemampuan berpikir kritis, dan pengalaman lintas budaya yang menjadi bekal penting menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.
Penulis: Zaki Nur Fahmawati MPsi Psikolog





















