Sekam Padi yang Diabaikan Ternyata Punya Peluang Ekonomi Tinggi, Ini Temuan Riset Umsida

Fikes.umsida.ac.id –  Selama ini, limbah pertanian sering dipandang sebagai sisa produksi yang tidak memiliki nilai ekonomi. Padahal, di balik tumpukan limbah seperti sekam padi, tersimpan potensi besar yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Jika dikelola dengan tepat, limbah ini justru dapat menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat.

Riset yang dilakukan oleh Galuh Ratmana Hanum SSi MSi, dosen Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) & Tim.

Dijelaskan bahwa sekam padi mengandung senyawa penting seperti xilosa yang dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi .

Baca Juga: Riset Umsida: Pemeriksaan Laboratorium Jadi Kunci Keamanan Air Kolam Renang

Limbah Bernilai Rendah yang Terlewatkan

Saat ini, pemanfaatan sekam padi masih terbatas pada penggunaan sederhana seperti bahan bakar, alas ternak, atau media tanam. Nilai ekonominya pun relatif rendah dan belum mampu memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.

Padahal, jumlah limbah sekam padi yang dihasilkan dari proses penggilingan sangat besar. Tanpa pengolahan yang tepat, limbah ini hanya akan menumpuk dan menjadi beban lingkungan tanpa memberikan manfaat ekonomi.

“Pemanfaatan sekam padi masih terbatas pada produk yang tidak bernilai ekonomi tinggi,” sebagaimana dijelaskan dalam penelitian tersebut.

Hal ini menunjukkan adanya peluang besar yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

Lihat Juga: Olah Limbah Cangkang Kupang, Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 2 PKP2 PTMA 2025

Potensi Produk Bernilai Tinggi dari Limbah
Ilustrasi Ai

Sekam padi mengandung xilosa yang dapat diolah menjadi xilitol, yaitu pemanis alami yang memiliki nilai jual tinggi dan banyak digunakan dalam industri pangan maupun farmasi. Produk ini memiliki keunggulan seperti tahan panas, mudah larut, dan memberikan sensasi segar saat dikonsumsi.

Dengan teknologi yang tepat, limbah yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat diubah menjadi produk dengan nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi. Hal ini membuka peluang bagi pengembangan industri berbasis limbah pertanian.

Selain itu, pemanfaatan limbah juga dapat mengurangi ketergantungan pada bahan baku konvensional dan mendorong inovasi di sektor industri.

Cek Selengkapnya: Riset TLM Umsida Ungkap Infeksi Jamur sebagai Penyakit Akibat Kerja di Sektor Konstruksi

Peluang untuk Masyarakat dan Industri Lokal

Pengolahan limbah pertanian tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberikan peluang ekonomi yang besar bagi masyarakat, khususnya di daerah agraris.

Dengan pengembangan teknologi yang tepat, limbah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual dan daya saing.

Peran akademisi dan peneliti menjadi penting dalam menjembatani inovasi ini agar dapat diterapkan di masyarakat. Kolaborasi antara kampus, industri, dan masyarakat dapat mempercepat pemanfaatan limbah menjadi sumber ekonomi baru.

Pada akhirnya, limbah pertanian bukan lagi sekadar sisa yang harus dibuang. Dengan pengelolaan yang tepat, limbah ini dapat menjadi peluang yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.

Sumber: Riset Galuh Ratmana Hanum SSi MSi & Tim

Penulis: Elfira Armilia

Berita Terkini

FIKP Umsida Gelar Cek Kesehatan Gratis di CFD Taman Bungkul, Surabaya
July 27, 2026By
Hospital Laboratory Visit Jadi Bekal Mahasiswa TLM Umsida Mengenal Praktik Laboratorium Klinik
July 3, 2026By
Kolaborasi Internasional Psikologi Umsida dan Malaysia, AI Jadi Sorotan dalam Dunia Pendidikan
July 1, 2026By
Lulusan Terbaik dan Mahasiswa Berprestasi Psikologi Umsida Bagikan Kisah Perjuangan Mereka
June 22, 2026By
Pesan Prof Hana untuk Lulusan Psikologi Umsida: Jangan Batasi Diri untuk Terus Berkembang
June 19, 2026By
Perjalanan Ghozali Rusyid Meraih Gelar Doktor tanpa melalui ujian terbuka
June 18, 2026By
OSCE TLM Umsida 2026 Uji Nyata Skill Mahasiswa di Dunia Laboratorium Medis
May 1, 2026By
Seminar Nasional Kebidanan Umsida Bahas Kesehatan Mental Ibu Nifas dan Terapi Akupresur
April 30, 2026By

Prestasi

Bekerja Sambil Kuliah, Anjar Jadi Lulusan Terbaik Psikologi Umsida
July 17, 2026By
Kisah Rizka Ardilah, Ibu Muda yang Jadi Lulusan Terbaik Psikologi Umsida
July 15, 2026By
Mahasiswa Fisioterapi Umsida Raih Juara 2 Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya 2026
July 10, 2026By
Mahasiswa Psikologi Umsida Raih Juara 1 Pencak Silat 8th UNSC 2026
June 30, 2026By
Lulusan Terbaik dan Mahasiswa Berprestasi Psikologi Umsida Bagikan Kisah Perjuangan Mereka
June 22, 2026By
Perjalanan Ghozali Rusyid Meraih Gelar Doktor tanpa melalui ujian terbuka
June 18, 2026By
Tim MIK Umsida Raih Juara 1 Hardikes National Competition 2026
June 17, 2026By
Mahasiswa MIK Umsida Raih Juara 3 Nasional lewat Poster Rekam Medis Inspiratif
June 15, 2026By

Opini

Viral Kasus Daycare Jogja dan Pentingnya Memilih Daycare Aman
June 4, 2026By
Cara Mengatasi Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat di Usia Lanjut
May 24, 2026By
Donor Darah Ternyata Punya Banyak Manfaat, Cek Selengkapnya!
May 19, 2026By
Sulit Tidur hingga Overthinking Jadi Gejala Umum Postpartum Anxiety
May 18, 2026By
Sering Lemas dan Pusing? Bisa Jadi Tanda Anemia Kambuh
May 17, 2026By