Puasa Bisa Memengaruhi Hasil Tes Laboratorium? Ini Penjelasan Dosen TLM Umsida

Fikes.umsida.ac.id  – Pemeriksaan laboratorium seperti gula darah, kolesterol, hingga fungsi ginjal sering kali dilakukan untuk memantau kondisi kesehatan seseorang.

Namun saat bulan Ramadan, banyak orang bertanya apakah puasa dapat memengaruhi hasil pemeriksaan tersebut.

Dosen Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Andika Aliviameita SST MSi, menjelaskan bahwa puasa Ramadan memang dapat memengaruhi beberapa parameter dalam pemeriksaan laboratorium. Hal ini disebabkan oleh perubahan pola makan, waktu makan, serta ritme biologis tubuh selama menjalani ibadah puasa.

“Puasa Ramadan dapat memengaruhi beberapa hasil pemeriksaan laboratorium, terutama pada parameter glukosa darah dan profil lipid. Perubahan ini terjadi karena adanya perubahan pola makan dan frekuensi makan selama bulan puasa,” jelasnya.

Perubahan Metabolisme Tubuh Saat Puasa

Menurut Meita, saat seseorang berpuasa, tubuh akan beradaptasi dengan menggunakan cadangan energi yang tersimpan.

Ketika tidak ada asupan makanan dalam waktu tertentu, tubuh memanfaatkan cadangan glikogen dan meningkatkan proses pembentukan glukosa dari sumber lain untuk menjaga kestabilan energi.

Baca Juga: Buka Puasa Tanpa Kalap, Ini Cara Berbuka Puasa yang Sehat dan Tidak Membebani Tubuh

Pada individu yang sehat, kondisi ini umumnya tidak menimbulkan masalah. Bahkan dalam beberapa kasus, kadar glukosa darah puasa dapat menurun atau tetap berada dalam batas normal.

Namun kondisi berbeda dapat terjadi pada pasien dengan penyakit tertentu, terutama diabetes.

“Pada pasien dengan diabetes mellitus, puasa dapat meningkatkan risiko hipoglikemia pada siang hari karena tidak ada asupan makanan, serta hiperglikemia setelah berbuka akibat konsumsi makanan tinggi karbohidrat sederhana,” ungkapnya.

Karena itu, waktu pengambilan sampel darah sangat penting agar hasil pemeriksaan dapat menggambarkan kondisi tubuh secara lebih akurat.

Pengaruh Puasa terhadap Kolesterol dan Fungsi Ginjal
Sumber: Pexels

Selain kadar gula darah, puasa Ramadan juga dapat memengaruhi pemeriksaan profil lipid seperti kolesterol total, trigliserida, LDL dan HDL. Pada sebagian orang, puasa justru dapat memperbaiki profil lemak darah.

“Pada sebagian besar orang, puasa dapat menyebabkan penurunan kolesterol total, trigliserida, dan LDL serta peningkatan kadar HDL,” terang Meita.

Cek Juga: Riset Dosen TLM Ungkap Tak Sekadar Warna dan Bau, Mutu Minyak Goreng Terbaca dari Trigliserida

Meski demikian, hasil pemeriksaan tersebut tetap dipengaruhi oleh pola makan saat sahur dan berbuka.

Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, gorengan, atau makanan manis berlebihan dapat membuat kadar trigliserida meningkat sementara.

Puasa juga dapat memengaruhi hasil pemeriksaan fungsi ginjal seperti ureum dan kreatinin. Menurut Andika, kondisi ini umumnya berkaitan dengan status hidrasi tubuh selama berpuasa.

“Jika terjadi dehidrasi, kadar ureum bisa meningkat karena hemokonsentrasi atau penurunan volume cairan plasma dalam tubuh,” jelasnya.

Waktu Terbaik Melakukan Tes Laboratorium Saat Puasa

Agar hasil pemeriksaan tetap akurat, masyarakat disarankan melakukan pemeriksaan laboratorium pada waktu yang tepat selama Ramadan.

“Pagi hari sekitar pukul 08.00 hingga 10.00 merupakan waktu yang paling direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan, karena kondisi metabolik tubuh masih relatif stabil dan dehidrasi belum terlalu signifikan,” ujar meita.

Lihat Selengkapnya: Ciptakan Solusi Penyembuhan Luka Diabetes Berbasis Limbah Cangkang Kupang, Tim PKM TLM Umsida Sukses Peroleh Hibah

Dengan memahami pengaruh puasa terhadap kondisi tubuh, masyarakat diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan baik sebelum melakukan pemeriksaan kesehatan.

Pemeriksaan yang dilakukan dengan persiapan yang tepat akan membantu tenaga medis mendapatkan hasil yang lebih akurat sehingga diagnosis dan penanganan kesehatan dapat dilakukan secara optimal.

Sumber: Andika Aliviameita SST MSi

Penulis: Elfira Armilia

Berita Terkini

Wisudawan Kebidanan Umsida Raih Juara 2 Nasional Lewat Esai Hipnobirthing
October 30, 2026By
Nabila Raih Predikat Wisudawan Terbaik MIK Umsida dengan IPK 3,95
October 29, 2026By
Wisudawan Terbaik FIKP Umsida, Febryan Nidya Pramesti Raih IPK 3,91
October 28, 2026By
Wisudawan Kebidanan Umsida Nanda Fitriana Raih Juara 1 Kompetisi Video Edukasi Nasional
October 27, 2026By
Lulusan TLM FIKP Umsida Asal Flores Buktikan Pendidikan Tanpa Batas Perbedaan
October 26, 2026By
Dari Sidoarjo ke Skotlandia, Alumni Psikologi Umsida Sukses Raih LPDP
October 23, 2026By
33 Mahasiswa D4 MIK Umsida Lulus UKOMNAS 2026 dengan Capaian 100 Persen Kompeten
September 8, 2026By
D4 TLM Umsida Sukses Lalui UKOMNAS 2026
September 7, 2026By

Prestasi

Wisudawan Kebidanan Umsida Raih Juara 2 Nasional Lewat Esai Hipnobirthing
October 30, 2026By
Nabila Raih Predikat Wisudawan Terbaik MIK Umsida dengan IPK 3,95
October 29, 2026By
Wisudawan Terbaik FIKP Umsida, Febryan Nidya Pramesti Raih IPK 3,91
October 28, 2026By
Wisudawan Kebidanan Umsida Nanda Fitriana Raih Juara 1 Kompetisi Video Edukasi Nasional
October 27, 2026By
Dari Sidoarjo ke Skotlandia, Alumni Psikologi Umsida Sukses Raih LPDP
October 23, 2026By
Dua Mahasiswa Berprestasi di Balik Yudisium II Psikologi Umsida
October 16, 2026By
Tim Fisioterapi Umsida Raih Juara 1 Mediheal Competition 2026
September 28, 2026By
Raih Best Presenter 1 KILAT 2026, Laboran TLM Umsida Ciptakan AGARUT
September 15, 2026By

Opini

Kenapa Psikologi Semakin Dibutuhkan di Tengah Tantangan Kesehatan Mental?
August 26, 2026By
Viral Kasus Daycare Jogja dan Pentingnya Memilih Daycare Aman
June 4, 2026By
Cara Mengatasi Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat di Usia Lanjut
May 24, 2026By
Donor Darah Ternyata Punya Banyak Manfaat, Cek Selengkapnya!
May 19, 2026By
Sulit Tidur hingga Overthinking Jadi Gejala Umum Postpartum Anxiety
May 18, 2026By