Bahaya Kekurangan Protein Saat Hamil yang Bisa Menghambat Pertumbuhan Janin

Fikes.umsida.ac.id –  Kehamilan bukan hanya tentang pertumbuhan janin di dalam rahim, tetapi juga tentang bagaimana nutrisi ibu membentuk kesehatan anak di masa depan.

Salah satu zat gizi yang memiliki peran sangat penting selama kehamilan adalah protein.

Kekurangan protein selama masa kehamilan dapat berdampak serius terhadap perkembangan janin.

Bahkan meningkatkan risiko Intrauterine Growth Restriction (IUGR) atau kondisi ketika janin mengalami hambatan pertumbuhan di dalam rahim.

Hal ini dibahas riset berjudul Soy Protein Diet Improves Nutritional Status of Offspring with Intrauterine Growth Restriction, yang menyoroti bagaimana kualitas nutrisi ibu, terutama asupan protein, berpengaruh besar terhadap kesehatan bayi yang dilahirkan .

Kekurangan Protein dan Dampaknya pada Pertumbuhan Janin
Sumber: Pexels

Selama kehamilan, tubuh ibu membutuhkan protein dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan kondisi normal. Protein berfungsi sebagai bahan dasar pembentukan jaringan tubuh, termasuk organ, otot dan sistem saraf janin.

Ketika ibu hamil mengalami kekurangan protein, pertumbuhan janin dapat terganggu.

Baca Juga: Asam Folat Untuk Ibu Hamil? Ini Kata Pakar Kebidanan Umsida

Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa diet rendah protein selama kehamilan dapat memicu perubahan metabolisme pada janin yang berdampak pada terhambatnya pertumbuhan di dalam kandungan .

Kondisi ini dikenal sebagai Intrauterine Growth Restriction (IUGR), yaitu keadaan ketika janin tidak berkembang sesuai usia kehamilan.

Bayi dengan IUGR biasanya memiliki berat lahir lebih rendah dan berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan setelah lahir.

IUGR tidak hanya berdampak pada masa bayi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik di masa dewasa, seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular.

Nutrisi Ibu dan Konsep Fetal Programming

Fenomena ini berkaitan dengan konsep yang dikenal sebagai fetal programming, yaitu kondisi ketika lingkungan nutrisi selama masa kehamilan dapat “memprogram” perkembangan organ dan metabolisme janin.

Dalam jurnal tersebut dijelaskan bahwa kekurangan nutrisi, khususnya protein, dapat menyebabkan adaptasi biologis pada janin yang berdampak jangka panjang terhadap kesehatannya.

Lihat Juga: Manfaat Pijat Bayi yang Perlu Diketahui Orang Tua

Ketika janin tumbuh dalam kondisi nutrisi terbatas, tubuhnya akan beradaptasi untuk bertahan hidup. Adaptasi ini memang membantu janin bertahan selama di dalam rahim, tetapi dapat memicu kerentanan terhadap berbagai penyakit di masa depan.

Inilah sebabnya mengapa nutrisi selama kehamilan sering disebut sebagai investasi kesehatan jangka panjang bagi generasi berikutnya.

Pentingnya Kualitas Asupan Protein Selama Kehamilan
Source: Pexels

Memastikan kecukupan protein selama kehamilan menjadi langkah penting untuk mendukung pertumbuhan janin yang optimal. Protein dapat diperoleh dari berbagai sumber, baik hewani maupun nabati.

Penelitian ini juga menyoroti bahwa protein nabati seperti protein kedelai dapat menjadi alternatif sumber protein yang bermanfaat untuk meningkatkan status nutrisi keturunan dengan IUGR .

Protein kedelai mengandung asam amino penting yang dibutuhkan tubuh serta memiliki berbagai senyawa bioaktif yang mendukung kesehatan metabolik.

Lihat Selengkapnya: Kram Kaki pada Trimester III, Keluhan Normal atau Tanda Gangguan Sirkulasi?

Namun demikian, pemenuhan kebutuhan protein tidak hanya bergantung pada jenis sumber protein, tetapi juga pada keseimbangan pola makan secara keseluruhan.

Ibu hamil perlu memastikan asupan gizi yang cukup, termasuk protein, vitamin, dan mineral, agar pertumbuhan janin berlangsung optimal.

Kesadaran mengenai pentingnya nutrisi selama kehamilan perlu terus ditingkatkan. Kekurangan protein mungkin terlihat sebagai masalah sederhana, tetapi dampaknya dapat memengaruhi kesehatan anak hingga masa dewasa.

Oleh karena itu, menjaga kualitas pola makan selama kehamilan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan ibu, tetapi juga sebagai upaya melindungi masa depan kesehatan generasi berikutnya.

Sumber: Riset Dr Rafhani Rosyidah SKeb Bd MSc & Tim

Penulis: Elfira Armilia

Berita Terkini

OSCE TLM Umsida 2026 Uji Nyata Skill Mahasiswa di Dunia Laboratorium Medis
May 1, 2026By
Seminar Nasional Kebidanan Umsida Bahas Kesehatan Mental Ibu Nifas dan Terapi Akupresur
April 30, 2026By
OSCE MIK Umsida 2026, Uji Keterampilan Mahasiswa dalam Simulasi Dunia Kerja
April 17, 2026By
Dosen Umsida Lakukan Edukasi Kesehatan Mental Remaja di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo
April 16, 2026By
PKL D4 MIK Umsida Jadi Jembatan Mahasiswa Menuju Dunia Kerja Kesehatan
February 7, 2026By
PKL Dasar dan Lanjutan D4 TLM Umsida Jadi Bekal Penting Mahasiswa Hadapi Industri Kesehatan
February 6, 2026By
Fisioterapi UMSIDA Dampingi Pelari FK UMSIDA Run 2026 Lewat Layanan Pemulihan Otot
February 3, 2026By
FIKES Umsida Perkuat Kesiapan Mahasiswa lewat Program Pre Klinik S1 Fisioterapi
January 30, 2026By

Prestasi

kupang
Inovasi Limbah Cangkang Kupang Antar Tim TLM Umsida Lolos PKM-AI 2026
June 3, 2026By
Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 1 Nasional Choir Mars Muhammadiyah-‘Aisyiyah
May 20, 2026By
Mahasiswa TLM Umsida Sabet Perak Kategori Kata di Piala Rektor UMM 2026
May 8, 2026By
Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 2 Kumite U21 di Kejuaraan Karate Nasional 2026
May 7, 2026By
Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 1 Karate Nasional di Piala Rektor UMM 2026
May 6, 2026By
Mahasiswa D4 MIK Umsida Raih Terbaik Pemberdayaan Masyarakat di PILMAPRES PTMA 2026
April 23, 2026By
Keren! Tim D4 MIK Umsida Sabet Juara 1 Nasional di IMRC 2026
April 22, 2026By
Bangga! Tim Fisioterapi Umsida Tembus Juara di Physiofest Nasional 2026
April 8, 2026By

Opini

Viral Kasus Daycare Jogja dan Pentingnya Memilih Daycare Aman
June 4, 2026By
Cara Mengatasi Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat di Usia Lanjut
May 24, 2026By
Donor Darah Ternyata Punya Banyak Manfaat, Cek Selengkapnya!
May 19, 2026By
Sulit Tidur hingga Overthinking Jadi Gejala Umum Postpartum Anxiety
May 18, 2026By
Sering Lemas dan Pusing? Bisa Jadi Tanda Anemia Kambuh
May 17, 2026By