Diabetes Bisa Picu Kolesterol dan Asam Urat Tinggi, Berikut Penjelasannya!

Fikes.umsida.ac.id – Diabetes mellitus tidak hanya dikenal sebagai penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah.

Dalam banyak kasus, penyakit ini juga berkaitan dengan berbagai gangguan metabolisme lain yang dapat memperburuk kondisi kesehatan penderitanya.

Salah satu gangguan yang sering muncul bersamaan dengan diabetes adalah meningkatnya kadar kolesterol dan asam urat dalam tubuh.

Riset yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen Program Studi Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).

Lihat Juga: Gorengan Tiap Buka Puasa, Aman atau Tidak? Ini Penjelasan Ahli

Riset ini meneliti hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT), kadar kolesterol, dan kadar asam urat pada pasien diabetes mellitus.

Hasil penelitian tersebut memberikan gambaran bahwa diabetes merupakan penyakit yang kompleks dan dapat memengaruhi berbagai sistem metabolisme dalam tubuh.

Diabetes dan Perubahan Metabolisme Tubuh
Sumber: Data Penelitian

Diabetes mellitus merupakan gangguan metabolisme yang terjadi ketika tubuh tidak mampu memproduksi insulin secara cukup atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif.

Kondisi ini menyebabkan kadar glukosa dalam darah meningkat dan berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi kesehatan.

Selain gangguan pada gula darah, diabetes juga dapat memicu perubahan pada metabolisme lemak dan purin. Akibatnya, penderita diabetes sering mengalami kondisi seperti dyslipidemia (gangguan kadar lemak dalam darah) dan hiperurisemia (kadar asam urat tinggi).

Dalam penelitian yang dilakukan pada pasien diabetes di RSU Anna Medika Madura, kadar kolesterol responden tercatat berada pada rentang 136–278 mg/dl, sedangkan kadar asam urat berada pada kisaran 3,4–12,1 mg/dl.

Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan metabolisme pada penderita diabetes dapat terjadi secara bersamaan dan saling memengaruhi.

Berat Badan Bukan Satu-satunya Penentu Risiko

Selama ini banyak orang beranggapan bahwa berat badan atau Indeks Massa Tubuh menjadi indikator utama untuk menilai risiko gangguan metabolisme. Namun hasil penelitian tersebut justru menunjukkan hal yang menarik.

Baca Juga: Inovasi dari Limbah Kupang, Mahasiswa TLM Umsida Torehkan Prestasi Nasional lewat Obat Luka Diabetes

Dari total 30 responden yang diteliti, sebagian besar memang memiliki IMT tinggi, namun analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dengan kadar kolesterol maupun asam urat pada pasien diabetes.

Temuan ini mengindikasikan bahwa berat badan saja tidak cukup untuk memprediksi kondisi metabolik seseorang.

Seseorang dengan berat badan normal masih berpotensi memiliki kadar kolesterol atau asam urat yang tinggi jika faktor lain seperti pola makan, aktivitas fisik dan kondisi metabolisme tubuh tidak terkontrol dengan baik.

Pentingnya Pemeriksaan Metabolik Secara Menyeluruh

Riset ini menegaskan bahwa pengelolaan diabetes tidak bisa hanya berfokus pada satu indikator kesehatan saja. Pemeriksaan kesehatan yang komprehensif sangat diperlukan untuk memantau berbagai parameter metabolik dalam tubuh.

Pada penderita diabetes, perubahan metabolisme sering ditandai dengan peningkatan trigliserida, penurunan kolesterol HDL, serta peningkatan LDL yang dapat memicu berbagai komplikasi kardiovaskular.

Cek Selengkapmya: Banyak yang Keliru, Ini Kesalahan Umum Sebelum Tes Laboratorium Saat Puasa

Kondisi ini menunjukkan bahwa diabetes merupakan penyakit yang berkaitan erat dengan berbagai gangguan metabolisme lainnya.

Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium seperti pengukuran kadar kolesterol, asam urat, dan parameter metabolik lainnya menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan komplikasi.

Dengan pemantauan yang lebih menyeluruh, penanganan diabetes dapat dilakukan secara lebih efektif dan risiko gangguan metabolisme ganda dapat diminimalkan.

Sumber: Riset Mahasiswa TLM Umsida

Penulis: Elfira Armilia

Berita Terkini

FIKP Umsida Gelar Cek Kesehatan Gratis di CFD Taman Bungkul, Surabaya
July 27, 2026By
Hospital Laboratory Visit Jadi Bekal Mahasiswa TLM Umsida Mengenal Praktik Laboratorium Klinik
July 3, 2026By
Kolaborasi Internasional Psikologi Umsida dan Malaysia, AI Jadi Sorotan dalam Dunia Pendidikan
July 1, 2026By
Lulusan Terbaik dan Mahasiswa Berprestasi Psikologi Umsida Bagikan Kisah Perjuangan Mereka
June 22, 2026By
Pesan Prof Hana untuk Lulusan Psikologi Umsida: Jangan Batasi Diri untuk Terus Berkembang
June 19, 2026By
Perjalanan Ghozali Rusyid Meraih Gelar Doktor tanpa melalui ujian terbuka
June 18, 2026By
OSCE TLM Umsida 2026 Uji Nyata Skill Mahasiswa di Dunia Laboratorium Medis
May 1, 2026By
Seminar Nasional Kebidanan Umsida Bahas Kesehatan Mental Ibu Nifas dan Terapi Akupresur
April 30, 2026By

Prestasi

Bekerja Sambil Kuliah, Anjar Jadi Lulusan Terbaik Psikologi Umsida
July 17, 2026By
Kisah Rizka Ardilah, Ibu Muda yang Jadi Lulusan Terbaik Psikologi Umsida
July 15, 2026By
Mahasiswa Fisioterapi Umsida Raih Juara 2 Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya 2026
July 10, 2026By
Mahasiswa Psikologi Umsida Raih Juara 1 Pencak Silat 8th UNSC 2026
June 30, 2026By
Lulusan Terbaik dan Mahasiswa Berprestasi Psikologi Umsida Bagikan Kisah Perjuangan Mereka
June 22, 2026By
Perjalanan Ghozali Rusyid Meraih Gelar Doktor tanpa melalui ujian terbuka
June 18, 2026By
Tim MIK Umsida Raih Juara 1 Hardikes National Competition 2026
June 17, 2026By
Mahasiswa MIK Umsida Raih Juara 3 Nasional lewat Poster Rekam Medis Inspiratif
June 15, 2026By

Opini

Viral Kasus Daycare Jogja dan Pentingnya Memilih Daycare Aman
June 4, 2026By
Cara Mengatasi Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat di Usia Lanjut
May 24, 2026By
Donor Darah Ternyata Punya Banyak Manfaat, Cek Selengkapnya!
May 19, 2026By
Sulit Tidur hingga Overthinking Jadi Gejala Umum Postpartum Anxiety
May 18, 2026By
Sering Lemas dan Pusing? Bisa Jadi Tanda Anemia Kambuh
May 17, 2026By