Fikp.umsida.ac.id – Program Studi S1 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi (FIKP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) terus menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan kebutuhan layanan kesehatan.
Salah satunya melalui kuliah tamu mata kuliah Kewirausahaan bertema “Membangun Startup Home Care Lansia: Mengubah Tantangan Perawatan Lansia Menjadi Peluang Usaha yang Berkelanjutan dan Humanis.”
Kegiatan ini menghadirkan Mahdi Mohammed, BSc, Founder RedPanda Care London, sebagai narasumber. Ia membagikan pengalaman dalam membangun dan mengelola layanan perawatan lansia berbasis rumah dengan standar internasional.
Dosen Kebidanan Umsida, Yanik Purwanti SST MKeb, menjelaskan bahwa kuliah tamu tersebut dirancang untuk memperluas cara pandang mahasiswa terhadap profesi kebidanan.
Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi tenaga kesehatan, tetapi juga didorong agar mampu menciptakan layanan baru yang dibutuhkan masyarakat.
Baca Juga: Mahasiswa Kebidanan Umsida Adakan Field Trip ke RS Kemenkes Surabaya
Peningkatan Jumlah Lansia Buka Peluang Baru

Menurut Yanik, Indonesia mulai menghadapi perubahan struktur penduduk dengan meningkatnya jumlah kelompok lanjut usia. Pada 2045, persentase penduduk lansia diperkirakan mencapai sekitar 20%.
Kondisi tersebut membutuhkan kesiapan layanan kesehatan yang lebih ramah, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan lansia.
Di balik tantangan itu, terdapat peluang besar bagi mahasiswa kesehatan untuk menghadirkan inovasi.
Layanan home care dapat menjadi salah satu solusi bagi keluarga yang membutuhkan pendampingan profesional tanpa harus membawa lansia ke fasilitas kesehatan setiap saat.
“Mata kuliah Kewirausahaan bukan hanya membahas cara menjalankan bisnis. Mahasiswa juga dilatih melihat persoalan di masyarakat, kemudian mengubahnya menjadi solusi yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi,” jelas Yanik.
Kehadiran praktisi dari London juga membantu mahasiswa memahami pengelolaan home care dari pengalaman nyata. Mereka memperoleh gambaran tentang standar pelayanan, kebutuhan pengguna, hingga pentingnya menjaga kualitas dan kepercayaan keluarga.
Cek Juga: Latih Kompetensi Klinis, FIKES Umsida Gelar OSCE untuk Mahasiswa S1 Kebidanan
Bidan Masa Kini Perlu Berani Berinovasi

Yanik menilai lulusan kebidanan perlu memiliki kompetensi yang lebih luas daripada sekadar memberikan asuhan kesehatan. Mereka juga harus mampu membaca kebutuhan masyarakat, menyusun solusi, serta berani memulai usaha di bidang kesehatan.
Peluang layanan home care dinilai semakin besar, terutama di kawasan perkotaan dengan tingkat mobilitas keluarga yang tinggi. Namun, penyedia jasa perawatan lansia profesional masih belum banyak tersedia.
“Kami ingin mahasiswa memahami bahwa setelah lulus, mereka tidak harus selalu menunggu lowongan pekerjaan. Mereka dapat membangun layanan sendiri sekaligus membuka lapangan kerja bagi orang lain,” ujarnya.
Dalam kuliah tamu ini, mahasiswa mempelajari cara mengenali peluang usaha, menentukan target pengguna, menyusun model bisnis, serta mengelola layanan secara profesional. Mereka juga dikenalkan pada pengembangan pelatihan caregiver dan pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pelayanan lansia.
Ide Mahasiswa Diarahkan Menjadi Usaha Nyata

Prodi S1 Kebidanan Umsida berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pembahasan teori. Mahasiswa didorong menyusun Business Model Canvas (BMC) sebagai langkah awal merancang konsep usaha home care lansia.
Ide terbaik nantinya berpeluang mendapatkan pendampingan agar dapat dikembangkan untuk kompetisi bisnis maupun dipresentasikan kepada calon investor.
Menurut Yanik, usaha kesehatan dapat dimulai dari lingkup kecil selama memiliki perencanaan yang jelas, pelayanan berkualitas, dan komitmen terhadap nilai kemanusiaan.
Lulusan kebidanan juga memiliki peluang menjadi pengelola home care, pelatih caregiver, pengembang layanan geriatri berbasis komunitas, hingga berkolaborasi dengan bidang teknologi untuk membuat aplikasi kesehatan.
“Kami percaya mahasiswa Kebidanan Umsida mampu menjadi agen perubahan. Harapannya, dari kegiatan ini lahir bidan wirausaha yang bukan hanya menciptakan peluang ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup lansia secara berkelanjutan dan humanis,” pungkasnya. (Elfirarm)





















