Kenali Penyebab Speech Delay Sejak Dini agar Anak Tumbuh Optimal

Fikes.umsida.ac.id – Speech delay atau keterlambatan bicara pada anak dapat memengaruhi kemampuan komunikasi verbal dan perkembangan bahasa secara keseluruhan.

Setiap anak memang memiliki kecepatan tumbuh kembang yang berbeda. Namun, orang tua tetap perlu memahami batas perkembangan sesuai usia agar dapat mendeteksi adanya gangguan sejak awal.

Baca Juga: Peserta Didik dan Guru SB At-Tanzil Malaysia dapat Penguatan Mental dari Psikolog Umsida

Mengutip dari laman Halodoc, “speech delay adalah kondisi ketika kemampuan berbicara anak berkembang lebih lambat dibandingkan anak seusianya.”

Kondisi ini membuat anak kesulitan menyusun kata, mengucapkan kalimat sederhana, hingga mengekspresikan keinginan secara verbal.

Jika tidak ditangani dengan tepat, keterlambatan bicara bisa berdampak pada kemampuan sosial dan emosional anak. Karena itu, penting bagi orang tua mengenali penyebabnya.

Berbagai Penyebab Speech Delay yang Perlu Dipahami

Menurut Halodoc, beberapa faktor medis dan nonmedis dapat menjadi penyebab speech delay. Salah satunya adalah gangguan pada organ mulut, seperti bibir sumbing atau kelainan pada lidah dan langit-langit mulut.

Cek Juga: Jangan Asal Pilih! Ini Tips Memilih Mainan Edukasi Anak Usia 3 Tahun

Selain itu, lipatan jaringan di bawah lidah yang terlalu pendek juga dapat membatasi gerakan lidah saat berbicara.

“Masalah pada struktur mulut dan frenulum pendek bisa menghambat kemampuan anak dalam menghasilkan suara dengan jelas,” tulis Halodoc.

Gangguan pendengaran juga menjadi faktor penting. Anak yang mengalami infeksi telinga kronis atau gangguan pendengaran akan kesulitan meniru suara dan memahami kata-kata.

Selain itu, kondisi neurologis seperti cerebral palsy, cedera otak, atau gangguan perkembangan saraf termasuk autisme dapat memengaruhi kemampuan komunikasi anak.

Kurangnya stimulasi juga bisa berperan. Anak yang jarang diajak berbicara atau berinteraksi akan memiliki kesempatan lebih sedikit untuk mengembangkan kemampuan bahasanya.

Tanda Speech Delay dan Kapan Harus Konsultasi
Sumber: Ilustrasi AI

Orang tua perlu waspada jika anak usia 12 bulan belum mampu menunjuk atau melambaikan tangan, usia 18 bulan lebih sering menggunakan isyarat dibandingkan berbicara, atau usia 2 tahun belum bisa merangkai dua kata sederhana.

Halodoc menyebutkan, “Segera periksakan anak ke dokter atau ahli tumbuh kembang bila menunjukkan tanda keterlambatan bicara sesuai tahapan usianya.”

Cek Selengkapnya: Adaptive Exercise yang Efektif untuk Anak Cerebral Palsy Bantu Jaga Suhu Tubuh dan Cegah Hipotermia

Sebagai langkah awal, orang tua dapat meningkatkan stimulasi dengan mengajak anak berbicara menggunakan kalimat pendek, membacakan buku cerita, dan memberi respons atas setiap usaha komunikasi anak.

Intervensi dini sangat penting untuk membantu anak mencapai perkembangan bicara yang optimal.

Referensi:
American Academy of Family Physicians. Diakses pada 2022. Evaluation and Management of the Child with Speech Delay.
Kids Health. Diakses pada 2022. Delayed Speech or Language Development.

Sumber: Laman Halodoc

Penulis: Elfira Armilia

Berita Terkini

33 Mahasiswa D4 MIK Umsida Lulus UKOMNAS 2026 dengan Capaian 100 Persen Kompeten
September 8, 2026By
D4 TLM Umsida Sukses Lalui UKOMNAS 2026
September 7, 2026By
19 Mahasiswa Profesi Bidan Umsida Ikuti OSCE Untuk Perkuat Kompetensi Klinis
August 31, 2026By
Cegah Anemia dan Diabetes, TLM Umsida Edukasi Siswa SDN Kendalsewu
August 18, 2026By
Workshop Kebidanan Umsida Selaraskan Kurikulum dengan Standar ICM 2024
August 13, 2026By
FIKP Umsida dan SMA Muhammadiyah 4 Porong, Perkuat Kesehatan Fisik dan Mental Siswa
August 10, 2026By
Kerja Sama dengan Nufi Sidoarjo Buka Peluang Baru bagi Mahasiswa Psikologi Umsida
August 7, 2026By
FIKP Umsida Gelar Cek Kesehatan Gratis di CFD Taman Bungkul, Surabaya
July 27, 2026By

Prestasi

Mahasiswa Fisioterapi Umsida Raih Juara Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya
August 21, 2026By
Poster Deteksi Persalinan Macet Dosen Kebidanan Umsida Raih Juara 3
August 6, 2026By
Dosen Kebidanan Umsida Raih Juara 2 lewat Poster Kesehatan Mental Remaja
August 5, 2026By
Widi Arti Raih Gelar Doktor lewat Riset Cedera Olahraga Sepatu Roda
August 4, 2026By
Mahasiswa Kebidanan Raih Juara 1 Esai Ilmiah Nasional 2026
August 3, 2026By
Prodi D4 TLM Umsida Resmi Jadi Penerima Bantuan PP-PTS Reguler 2026
July 30, 2026By
Anggie Erianti Raih Juara 2 Poster Ilmiah Nasional, Angkat Pentingnya Respectful Maternity Care
July 29, 2026By
Bekerja Sambil Kuliah, Anjar Jadi Lulusan Terbaik Psikologi Umsida
July 17, 2026By

Opini

Kenapa Psikologi Semakin Dibutuhkan di Tengah Tantangan Kesehatan Mental?
August 26, 2026By
Viral Kasus Daycare Jogja dan Pentingnya Memilih Daycare Aman
June 4, 2026By
Cara Mengatasi Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat di Usia Lanjut
May 24, 2026By
Donor Darah Ternyata Punya Banyak Manfaat, Cek Selengkapnya!
May 19, 2026By
Sulit Tidur hingga Overthinking Jadi Gejala Umum Postpartum Anxiety
May 18, 2026By