Takut Melahirkan karena Nyeri? Birth Massage Bisa Jadi Solusi Alami

Fikes.umsida.ac.id – Bagi banyak ibu hamil, proses persalinan sering kali menjadi momen yang dinanti sekaligus menimbulkan kekhawatiran. Salah satu alasan terbesar adalah rasa nyeri yang muncul saat kontraksi berlangsung.

Meski merupakan bagian alami dari proses melahirkan,

nyeri persalinan sering dianggap sebagai pengalaman yang menyakitkan, tidak nyaman,bahkan menakutkan bagi sebagian ibu.

Namun, kini semakin banyak metode nonfarmakologis yang dapat membantu

Baca Juga: Pijat Oksitosin Jadi Cara Alami Bantu Ibu Lancarkan ASI Setelah Melahirkan

ibu menghadapi nyeri persalinan dengan lebih nyaman, salah satunya adalah birth massage.

Riset dosen Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FIKES Umsida),

membahas efektivitas kombinasi birth massage dan perubahan posisi terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif.

Penelitian tersebut melibatkan 48 ibu bersalin di Rumah Bersalin Nuril Masrukhah Candi Sidoarjo.

Birth Massage Membantu Tubuh Lebih Rileks
Ilustrasi Ai

Dalam dunia kebidanan, birth massage dikenal sebagai teknik pijatan yang dilakukan selama proses persalinan untuk membantu mengurangi rasa nyeri dan meningkatkan kenyamanan ibu.

Teknik ini memanfaatkan sentuhan lembut pada bagian tubuh tertentu untuk memberikan efek relaksasi.

Penelitian tersebut menjelaskan bahwa birth massage tidak hanya membantu meredakan nyeri, tetapi juga dapat mengurangi ketegangan dan kecemasan yang sering muncul saat persalinan.

Selain itu, pijatan dapat membantu melancarkan sirkulasi darah, meningkatkan fleksibilitas otot, serta memberikan dukungan emosional kepada ibu yang sedang menghadapi kontraksi.

Lihat Juga: Akupresur Jadi Cara Alami Mengurangi Kecemasan pada Ibu Setelah Melahirkan

Ketika tubuh lebih rileks, ibu cenderung lebih mampu mengendalikan respons terhadap rasa sakit. Kondisi ini membuat proses persalinan terasa lebih nyaman dibandingkan jika ibu menghadapi kontraksi dengan rasa takut dan tegang.

Hormon Alami Tubuh Ikut Berperan Mengurangi Nyeri

Salah satu manfaat menarik dari birth massage adalah kemampuannya merangsang pelepasan hormon alami tubuh. Menurut hasil penelitian, pijatan dapat meningkatkan produksi oksitosin dan endorfin yang berperan sebagai pereda nyeri alami.

Oksitosin membantu memperkuat kontraksi rahim yang efektif dalam proses persalinan, sedangkan endorfin bekerja seperti analgesik alami yang membuat ibu merasa lebih tenang dan nyaman.

Selain itu, beberapa teori juga menjelaskan bahwa pijatan dapat membantu menurunkan hormon stres seperti kortisol dan norepinefrin yang sering meningkat saat ibu merasa cemas.

Inilah alasan mengapa metode nonfarmakologis seperti birth massage semakin banyak digunakan sebagai pendamping persalinan modern yang berfokus pada kenyamanan ibu.

Melahirkan Nyaman Tidak Harus Selalu dengan Obat
Sumber: Pexels

Penelitian menunjukkan bahwa baik kelompok ibu yang mendapatkan birth massage maupun kombinasi birth massage dan perubahan posisi sama-sama mengalami penurunan tingkat nyeri persalinan.

Temuan ini memperkuat pandangan bahwa metode nonfarmakologis dapat menjadi alternatif yang aman dan efektif untuk membantu ibu menghadapi proses persalinan.

Selain lebih sederhana dan minim efek samping, pendekatan ini juga membantu ibu merasa memiliki kontrol terhadap tubuh dan proses melahirkannya sendiri.

Pada akhirnya, melahirkan bukan hanya tentang keselamatan ibu dan bayi, tetapi juga tentang menciptakan pengalaman yang nyaman dan positif.

Melalui metode seperti birth massage, ibu dapat menghadapi persalinan dengan lebih tenang, percaya diri, dan siap menyambut kehadiran buah hati.(Elfirarm)

Sumber: Riset Evi Rinata SST MKeb dan Dr Rafhani Rosyidah SKeb Bd MSc.

Berita Terkini

Hospital Laboratory Visit Jadi Bekal Mahasiswa TLM Umsida Mengenal Praktik Laboratorium Klinik
July 3, 2026By
Kolaborasi Internasional Psikologi Umsida dan Malaysia, AI Jadi Sorotan dalam Dunia Pendidikan
July 1, 2026By
Lulusan Terbaik dan Mahasiswa Berprestasi Psikologi Umsida Bagikan Kisah Perjuangan Mereka
June 22, 2026By
Pesan Prof Hana untuk Lulusan Psikologi Umsida: Jangan Batasi Diri untuk Terus Berkembang
June 19, 2026By
Perjalanan Ghozali Rusyid Meraih Gelar Doktor tanpa melalui ujian terbuka
June 18, 2026By
OSCE TLM Umsida 2026 Uji Nyata Skill Mahasiswa di Dunia Laboratorium Medis
May 1, 2026By
Seminar Nasional Kebidanan Umsida Bahas Kesehatan Mental Ibu Nifas dan Terapi Akupresur
April 30, 2026By
OSCE MIK Umsida 2026, Uji Keterampilan Mahasiswa dalam Simulasi Dunia Kerja
April 17, 2026By

Prestasi

Bekerja Sambil Kuliah, Anjar Jadi Lulusan Terbaik Psikologi Umsida
July 17, 2026By
Kisah Rizka Ardilah, Ibu Muda yang Jadi Lulusan Terbaik Psikologi Umsida
July 15, 2026By
Mahasiswa Fisioterapi Umsida Raih Juara 2 Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya 2026
July 10, 2026By
Mahasiswa Psikologi Umsida Raih Juara 1 Pencak Silat 8th UNSC 2026
June 30, 2026By
Lulusan Terbaik dan Mahasiswa Berprestasi Psikologi Umsida Bagikan Kisah Perjuangan Mereka
June 22, 2026By
Perjalanan Ghozali Rusyid Meraih Gelar Doktor tanpa melalui ujian terbuka
June 18, 2026By
Tim MIK Umsida Raih Juara 1 Hardikes National Competition 2026
June 17, 2026By
Mahasiswa MIK Umsida Raih Juara 3 Nasional lewat Poster Rekam Medis Inspiratif
June 15, 2026By

Opini

Viral Kasus Daycare Jogja dan Pentingnya Memilih Daycare Aman
June 4, 2026By
Cara Mengatasi Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat di Usia Lanjut
May 24, 2026By
Donor Darah Ternyata Punya Banyak Manfaat, Cek Selengkapnya!
May 19, 2026By
Sulit Tidur hingga Overthinking Jadi Gejala Umum Postpartum Anxiety
May 18, 2026By
Sering Lemas dan Pusing? Bisa Jadi Tanda Anemia Kambuh
May 17, 2026By