Aplikasi Mobile Permudah Monitoring Rekam Medis di RS Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan

Fikes.umsida.ac.id – Digitalisasi layanan kesehatan terus berkembang, termasuk dalam pengelolaan rekam medis rumah sakit.

Jika sebelumnya proses monitoring kualitas rekam medis dilakukan secara manual dan memakan waktu.

Kini inovasi berbasis mobile mulai hadir untuk membantu pekerjaan tenaga kesehatan menjadi lebih cepat dan efisien.

Inovasi tersebut dikembangkan melalui riset mahasiswa dan dosen

Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FIKES Umsida),

Riset berjudul Rancang Bangun Aplikasi Berbasis Mobile Pengukur Kualitas Rekam Medis di Rumah Sakit Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan.

Baca Juga: Pengukuran ROM Jadi Kunci Mengetahui Kondisi Sendi dan Proses Pemulihan

Monitoring Rekam Medis Masih Dilakukan Secara Manual
Sumber: Pexels

Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa RS Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan telah menerapkan Rekam Medis Elektronik (RME) pada layanan rawat jalan.

Namun, proses pengukuran kualitas rekam medis, khususnya pada rawat inap, masih dilakukan secara manual .

Kondisi tersebut membuat petugas rekam medis membutuhkan waktu lebih lama dalam melakukan pengecekan kelengkapan data pasien.

Selain itu, monitoring manual juga meningkatkan beban kerja petugas dan memperlambat proses evaluasi mutu pelayanan rumah sakit .

Padahal, kelengkapan rekam medis menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan.

Cek Juga: Kurangnya Kolaborasi Dokter dan Koder Jadi Penyebab Masalah Data di Rumah Sakit

Data seperti identitas pasien, anamnesis, diagnosis, terapi, tindakan medis, hingga resume medis harus terdokumentasi dengan baik agar pelayanan pasien tetap optimal.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa merancang aplikasi berbasis mobile yang dapat digunakan untuk membantu monitoring kualitas rekam medis secara lebih mudah dan cepat.

Smartphone Kini Jadi Alat Pendukung Pelayanan Rumah Sakit
Sumber: Pexels

Aplikasi yang dirancang dalam penelitian ini menggunakan sistem berbasis smartphone agar dapat diakses lebih fleksibel oleh petugas rumah sakit.

Dengan konsep mobile, petugas tidak harus selalu berada di depan komputer untuk melakukan evaluasi rekam medis.

Aplikasi tersebut memiliki beberapa fitur utama seperti evaluasi baru rawat jalan dan rawat inap, hasil kelengkapan rekam medis, hingga ringkasan kelengkapan data pasien .

Melalui aplikasi ini, pengguna dapat melakukan pengecekan data pasien secara langsung, mengisi checklist kelengkapan rekam medis, serta melihat hasil evaluasi secara otomatis.

Selain mempermudah monitoring, sistem ini juga membantu mempercepat proses pengolahan data dan evaluasi mutu pelayanan rumah sakit.

Digitalisasi Jadi Kebutuhan Dunia Kesehatan

Penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi digital di rumah sakit tidak hanya berkaitan dengan alat medis canggih, tetapi juga sistem pengelolaan data kesehatan yang lebih efisien.

Di era modern, rekam medis bukan lagi sekadar arsip administrasi, melainkan sumber informasi penting dalam pelayanan pasien dan penilaian mutu rumah sakit. Karena itu, inovasi berbasis teknologi seperti aplikasi mobile menjadi solusi yang semakin dibutuhkan.

Melalui riset ini berharap sistem monitoring rekam medis berbasis mobile dapat membantu rumah sakit meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mempermudah pekerjaan petugas rekam medis di lapangan.(Elfirarm)

Sumber: Riset Mahasiswa MIK Umsida.

Berita Terkini

FIKP Umsida Gelar Cek Kesehatan Gratis di CFD Taman Bungkul, Surabaya
July 27, 2026By
Hospital Laboratory Visit Jadi Bekal Mahasiswa TLM Umsida Mengenal Praktik Laboratorium Klinik
July 3, 2026By
Kolaborasi Internasional Psikologi Umsida dan Malaysia, AI Jadi Sorotan dalam Dunia Pendidikan
July 1, 2026By
Lulusan Terbaik dan Mahasiswa Berprestasi Psikologi Umsida Bagikan Kisah Perjuangan Mereka
June 22, 2026By
Pesan Prof Hana untuk Lulusan Psikologi Umsida: Jangan Batasi Diri untuk Terus Berkembang
June 19, 2026By
Perjalanan Ghozali Rusyid Meraih Gelar Doktor tanpa melalui ujian terbuka
June 18, 2026By
OSCE TLM Umsida 2026 Uji Nyata Skill Mahasiswa di Dunia Laboratorium Medis
May 1, 2026By
Seminar Nasional Kebidanan Umsida Bahas Kesehatan Mental Ibu Nifas dan Terapi Akupresur
April 30, 2026By

Prestasi

Prodi D4 TLM Umsida Resmi Jadi Penerima Bantuan PP-PTS Reguler 2026
July 30, 2026By
Anggie Erianti Raih Juara 2 Poster Ilmiah Nasional, Angkat Pentingnya Respectful Maternity Care
July 29, 2026By
Bekerja Sambil Kuliah, Anjar Jadi Lulusan Terbaik Psikologi Umsida
July 17, 2026By
Kisah Rizka Ardilah, Ibu Muda yang Jadi Lulusan Terbaik Psikologi Umsida
July 15, 2026By
Mahasiswa Fisioterapi Umsida Raih Juara 2 Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya 2026
July 10, 2026By
Mahasiswa Psikologi Umsida Raih Juara 1 Pencak Silat 8th UNSC 2026
June 30, 2026By
Lulusan Terbaik dan Mahasiswa Berprestasi Psikologi Umsida Bagikan Kisah Perjuangan Mereka
June 22, 2026By
Perjalanan Ghozali Rusyid Meraih Gelar Doktor tanpa melalui ujian terbuka
June 18, 2026By

Opini

Viral Kasus Daycare Jogja dan Pentingnya Memilih Daycare Aman
June 4, 2026By
Cara Mengatasi Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat di Usia Lanjut
May 24, 2026By
Donor Darah Ternyata Punya Banyak Manfaat, Cek Selengkapnya!
May 19, 2026By
Sulit Tidur hingga Overthinking Jadi Gejala Umum Postpartum Anxiety
May 18, 2026By
Sering Lemas dan Pusing? Bisa Jadi Tanda Anemia Kambuh
May 17, 2026By