Fikp.umsida.ac.id – Desa Gelam, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, mulai memasuki babak baru dalam pengelolaan layanan kesehatan masyarakat.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menghadirkan aplikasi SIGAP POSYANDU melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan yang digelar di Balai Desa Gelam, Sidoarjo (30/07/26).
Aplikasi tersebut dirancang untuk membantu kader Posyandu mengelola data keluarga dan anggota keluarga secara digital.
Kehadiran SIGAP POSYANDU diharapkan dapat menggantikan sistem pencatatan manual yang kerap menghadapi kendala, seperti duplikasi data, lambatnya pencarian informasi, serta kesulitan ketika melakukan pembaruan data warga.
Kegiatan ini diikuti oleh 25 kader Posyandu serta dihadiri Kepala Desa Gelam Moch. Muslich, Ketua Badan Permusyawaratan Desa Slamet Rizal, sekretaris desa, dan bidan desa.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan pemerintah desa terhadap pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Baca Juga: Dosen Umsida Lakukan Edukasi Kesehatan Mental Remaja di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo
Kader Posyandu Belajar Mengelola Data secara Digital

Tim pengabdian masyarakat diketuai oleh Dr Suprianto SSi MSi dengan anggota Okky Zubairi Abdillah SFis MKes, Dr Widi Arti SFis MKes serta 4 mahasiswa Program Studi Informatika Umsida.
Dalam kegiatan tersebut, tim tidak hanya menyampaikan materi mengenai fungsi dan cara kerja aplikasi. Para kader juga memperoleh pendampingan langsung untuk mencoba berbagai fitur SIGAP POSYANDU melalui perangkat masing-masing.
Peserta mempraktikkan proses memasukkan data secara langsung, mulai dari registrasi keluarga, pencatatan anggota keluarga, pembaruan informasi warga, hingga pengelolaan cakupan wilayah Posyandu.
Pendekatan praktik membuat para kader lebih mudah memahami sistem dan mengetahui manfaat aplikasi dalam mendukung pekerjaan sehari-hari.
Antusiasme peserta terlihat selama proses pendampingan berlangsung. Para kader aktif mencoba fitur, bertanya ketika menemukan kendala, serta berdiskusi mengenai penerapan aplikasi dalam pelayanan Posyandu di Desa Gelam.
Cek Juga: Abdimas Umsida Latih 10 UMKM Jabon, Mulai Proses Produksi Pangan Hingga Sertifikasi Halal
SIGAP POSYANDU Percepat Pelayanan Kesehatan Warga

Kepala Desa Gelam, Moch. Muslich, menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi yang dihadirkan tim Umsida. Menurutnya, digitalisasi data menjadi langkah penting untuk menciptakan pelayanan kesehatan desa yang semakin tertib dan terintegrasi.
“Dengan SIGAP POSYANDU, pelayanan kesehatan masyarakat akan lebih cepat, tertib, dan terintegrasi. Aplikasi ini akan mempermudah kerja kader sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi warga,” ujarnya.
Selama ini, pencatatan manual berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, terutama saat kader perlu mencari atau memperbarui data dalam waktu singkat.
Melalui sistem digital, informasi keluarga, anggota keluarga, kader, dan wilayah pelayanan dapat tersimpan lebih rapi serta diakses dengan lebih efisien.
Pengelolaan data yang baik juga dapat membantu kader memperoleh gambaran kondisi masyarakat secara lebih akurat. Dengan demikian, pelayanan dan program kesehatan dapat disusun berdasarkan kebutuhan nyata warga.
Kolaborasi Umsida dan Desa Dorong Transformasi Posyandu

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Dr. Suprianto, menjelaskan bahwa pengembangan SIGAP POSYANDU merupakan salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Melalui SIGAP POSYANDU, kami ingin membantu kader agar lebih mudah mengelola data. Harapannya, pelayanan kesehatan di desa dapat berjalan lebih sigap, transparan, dan akuntabel,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan menghasilkan pengetahuan, tetapi juga perlu menghadirkan solusi yang dapat diterapkan secara langsung. Kolaborasi dosen, mahasiswa, pemerintah desa, dan kader Posyandu menjadi kunci agar inovasi tersebut dapat terus digunakan dan dikembangkan.
Kehadiran SIGAP POSYANDU menjadi tonggak penting bagi Desa Gelam dalam memperkuat pelayanan kesehatan berbasis teknologi.
Dengan dukungan pemerintah desa dan keterlibatan aktif para kader, aplikasi ini diharapkan mampu menciptakan pengelolaan data yang lebih cepat, tepat, dan terpercaya.
Melalui program tersebut, digitalisasi tidak lagi berhenti sebagai wacana, melainkan hadir sebagai solusi yang membantu kader bekerja lebih efektif serta memberikan pelayanan kesehatan yang semakin baik kepada masyarakat.
Penulis: Dr Widi Arti SFis MKes.





















