Kenapa ASI Tidak Lancar? Kondisi Mental Ibu Bisa Jadi Penyebabnya

Fikes.umsida.ac.id – Tidak sedikit ibu baru yang merasa kecewa ketika ASI yang keluar tidak sebanyak harapan. Padahal, masalah produksi ASI tidak selalu dipengaruhi kondisi fisik.

Faktor psikologis seperti stres, cemas, sedih, hingga tekanan emosional setelah melahirkan ternyata juga memiliki pengaruh besar terhadap kelancaran ASI.

Dalam riset dosen Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FIKES Umsida) tentang efektivitas pijat oksitosin terhadap produksi ASI, dijelaskan bahwa faktor psikologis menjadi salah satu penyebab ibu gagal memberikan ASI eksklusif pada bayinya .

Kondisi seperti stres, rasa kacau, marah, hingga kurangnya dukungan keluarga dapat memengaruhi hormon yang berperan dalam proses laktasi.

Baca Juga: Asam Folat Untuk Ibu Hamil? Ini Kata Pakar Kebidanan Umsida

Emosi Ibu Berpengaruh pada Hormon Oksitosin
Sumber: Pexels

Saat ibu mengalami tekanan emosional, tubuh akan lebih sulit memproduksi hormon oksitosin secara optimal. Padahal hormon ini memiliki peran penting dalam membantu pengeluaran ASI. Ketika hormon oksitosin terganggu, ASI bisa menjadi lebih sedikit atau keluar lebih lambat.

Kondisi ini sering membuat ibu merasa panik dan berpikir bahwa dirinya tidak mampu menyusui dengan baik. Akibatnya, stres justru semakin meningkat dan memperburuk produksi ASI.

Penelitian tersebut juga menjelaskan bahwa rasa nyaman dan relaks pada ibu dapat membantu meningkatkan hormon oksitosin, sehingga ASI menjadi lebih lancar . Karena itu, kondisi mental ibu setelah melahirkan tidak boleh dianggap sepele.

Lihat Selengkapnya:  Seminar Nasional Kebidanan Umsida Bahas Kesehatan Mental Ibu Nifas dan Terapi Akupresur

Dukungan Keluarga Sangat Dibutuhkan

Banyak ibu baru menghadapi tekanan dari lingkungan sekitar, mulai dari tuntutan agar ASI cepat keluar hingga komentar yang membuat ibu merasa gagal ketika bayi rewel. Padahal, kondisi emosional ibu sangat sensitif pada masa nifas.

Kurangnya perhatian dan dukungan dari pasangan maupun keluarga dapat membuat ibu merasa sendirian dalam menghadapi proses menyusui.

Sebaliknya, dukungan sederhana seperti membantu merawat bayi, memberikan semangat, atau menemani ibu saat menyusui dapat membantu menciptakan suasana lebih tenang.

Ketika ibu merasa aman dan didukung, tubuh akan lebih rileks sehingga proses produksi ASI berjalan lebih baik.

Lihat Juga: Pentingnya Vaksinasi Bayi Sejak Dini, Ini Penjelasan Menurut Ahli

Menjaga Mental Ibu Sama Pentingnya dengan Nutrisi Bayi
Sumber: Pexels

Selama ini, pembahasan tentang menyusui sering hanya fokus pada kebutuhan bayi. Padahal, kesehatan mental ibu juga menjadi bagian penting dalam keberhasilan ASI eksklusif.

Ibu yang bahagia dan tenang cenderung lebih percaya diri dalam menyusui. Karena itu, pendekatan dalam mendukung ibu menyusui tidak cukup hanya dengan edukasi teknis, tetapi juga perlu memperhatikan kondisi emosional mereka.

Pada akhirnya, produksi ASI bukan hanya soal makanan bergizi atau suplemen, tetapi juga tentang bagaimana seorang ibu merasa dihargai, didukung, dan dipahami selama menjalani fase setelah melahirkan.(Elfirarm)

Sumber: Riset Sri M. F.Hanum SST MM MKes & Tim

Berita Terkini

33 Mahasiswa D4 MIK Umsida Lulus UKOMNAS 2026 dengan Capaian 100 Persen Kompeten
September 8, 2026By
D4 TLM Umsida Sukses Lalui UKOMNAS 2026
September 7, 2026By
19 Mahasiswa Profesi Bidan Umsida Ikuti OSCE Untuk Perkuat Kompetensi Klinis
August 31, 2026By
Cegah Anemia dan Diabetes, TLM Umsida Edukasi Siswa SDN Kendalsewu
August 18, 2026By
Workshop Kebidanan Umsida Selaraskan Kurikulum dengan Standar ICM 2024
August 13, 2026By
FIKP Umsida dan SMA Muhammadiyah 4 Porong, Perkuat Kesehatan Fisik dan Mental Siswa
August 10, 2026By
Kerja Sama dengan Nufi Sidoarjo Buka Peluang Baru bagi Mahasiswa Psikologi Umsida
August 7, 2026By
FIKP Umsida Gelar Cek Kesehatan Gratis di CFD Taman Bungkul, Surabaya
July 27, 2026By

Prestasi

Mahasiswa Fisioterapi Umsida Raih Juara Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya
August 21, 2026By
Poster Deteksi Persalinan Macet Dosen Kebidanan Umsida Raih Juara 3
August 6, 2026By
Dosen Kebidanan Umsida Raih Juara 2 lewat Poster Kesehatan Mental Remaja
August 5, 2026By
Widi Arti Raih Gelar Doktor lewat Riset Cedera Olahraga Sepatu Roda
August 4, 2026By
Mahasiswa Kebidanan Raih Juara 1 Esai Ilmiah Nasional 2026
August 3, 2026By
Prodi D4 TLM Umsida Resmi Jadi Penerima Bantuan PP-PTS Reguler 2026
July 30, 2026By
Anggie Erianti Raih Juara 2 Poster Ilmiah Nasional, Angkat Pentingnya Respectful Maternity Care
July 29, 2026By
Bekerja Sambil Kuliah, Anjar Jadi Lulusan Terbaik Psikologi Umsida
July 17, 2026By

Opini

Kenapa Psikologi Semakin Dibutuhkan di Tengah Tantangan Kesehatan Mental?
August 26, 2026By
Viral Kasus Daycare Jogja dan Pentingnya Memilih Daycare Aman
June 4, 2026By
Cara Mengatasi Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat di Usia Lanjut
May 24, 2026By
Donor Darah Ternyata Punya Banyak Manfaat, Cek Selengkapnya!
May 19, 2026By
Sulit Tidur hingga Overthinking Jadi Gejala Umum Postpartum Anxiety
May 18, 2026By