Pijat Oksitosin Jadi Cara Alami Bantu Ibu Lancarkan ASI Setelah Melahirkan

Fikes.umsida.ac.id –  Menjadi ibu baru bukan hanya tentang kebahagiaan menyambut kelahiran bayi, tetapi juga menghadapi berbagai tantangan, salah satunya produksi ASI yang tidak lancar.

Kondisi ini sering membuat ibu merasa cemas hingga akhirnya memilih memberikan susu formula lebih awal.

Padahal, ada solusi alami yang dinilai efektif membantu meningkatkan produksi ASI, yakni pijat oksitosin.

Riset yang dilakukan dosen Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FIKES Umsida).

Membahas mengenai efektivitas pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu post partum normal .

Lihat Juga: Asam Folat Untuk Ibu Hamil? Ini Kata Pakar Kebidanan Umsida

Produksi ASI Jadi Tantangan Banyak Ibu Baru
Sumber: Pexels

ASI eksklusif memiliki manfaat besar bagi bayi karena mengandung zat gizi lengkap dan anti infeksi yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh bayi . Namun kenyataannya, tidak semua ibu mampu memberikan ASI secara optimal di awal masa menyusui.

Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa saat kontrol hari ketujuh setelah melahirkan, sekitar 50 persen ibu sudah membawa susu formula untuk bayinya karena merasa produksi ASI mereka kurang . Banyak ibu menganggap bayinya rewel karena ASI yang keluar sedikit.

Kondisi ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari stres, kelelahan, kurangnya dukungan keluarga, hingga kondisi psikologis ibu setelah melahirkan. Faktor hormonal, khususnya hormon oksitosin dan prolaktin, juga sangat berpengaruh terhadap kelancaran produksi ASI.

Pijat Oksitosin Bantu Tubuh Lebih Rileks
Sumber: Pexels

Pijat oksitosin merupakan teknik pijat di sepanjang tulang belakang hingga area tulang rusuk tertentu yang bertujuan merangsang hormon oksitosin setelah melahirkan . Hormon ini berperan penting dalam membantu pengeluaran ASI.

Menariknya, manfaat pijat oksitosin bukan hanya pada aspek fisik, tetapi juga psikologis.

Saat tubuh lebih rileks dan nyaman, ibu menjadi lebih tenang sehingga hormon oksitosin meningkat dan produksi ASI menjadi lebih lancar.

Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara ibu yang mendapatkan pijat oksitosin dan yang tidak.

Ibu yang mendapatkan pijatan cenderung memiliki produksi ASI lebih baik dan ASI keluar lebih cepat, bahkan sejak hari kedua setelah melahirkan .

Sebaliknya, pada kelompok ibu tanpa pijat oksitosin, ASI cenderung keluar lebih lambat, yakni sekitar hari ketiga hingga keempat.

Baca Juga: Penjelasan Cara Kerja Vaksin dalam Tubuh Bayi yang Perlu Diketahui Orang Tua

Intervensi Sederhana yang Berdampak Besar

Penelitian ini memperlihatkan bahwa intervensi sederhana seperti pijat oksitosin ternyata memiliki dampak besar dalam membantu keberhasilan ASI eksklusif. Teknik ini juga relatif mudah dilakukan dan dapat menjadi salah satu bentuk intervensi mandiri bidan dalam pelayanan ibu nifas.

Selain membantu meningkatkan produksi ASI, pijat oksitosin juga dapat memperkuat kedekatan emosional ibu dengan bayi. Ketika ibu merasa lebih nyaman dan percaya diri dalam menyusui, proses bonding dengan bayi pun menjadi lebih baik.

Melalui penelitian ini berharap masyarakat khususnya ibu post partum, dapat memperoleh pengetahuan lebih luas tentang cara alami meningkatkan produksi ASI.

Sebab pada akhirnya, keberhasilan menyusui bukan hanya soal nutrisi bayi, tetapi juga tentang kenyamanan, dukungan, dan kesiapan emosional seorang ibu dalam menjalani fase barunya. (Elfirarm).

Sumber: Riset Sri Mukhodim F.H. SST MM MKes & Tim.

Berita Terkini

33 Mahasiswa D4 MIK Umsida Lulus UKOMNAS 2026 dengan Capaian 100 Persen Kompeten
September 8, 2026By
D4 TLM Umsida Sukses Lalui UKOMNAS 2026
September 7, 2026By
19 Mahasiswa Profesi Bidan Umsida Ikuti OSCE Untuk Perkuat Kompetensi Klinis
August 31, 2026By
Cegah Anemia dan Diabetes, TLM Umsida Edukasi Siswa SDN Kendalsewu
August 18, 2026By
Workshop Kebidanan Umsida Selaraskan Kurikulum dengan Standar ICM 2024
August 13, 2026By
FIKP Umsida dan SMA Muhammadiyah 4 Porong, Perkuat Kesehatan Fisik dan Mental Siswa
August 10, 2026By
Kerja Sama dengan Nufi Sidoarjo Buka Peluang Baru bagi Mahasiswa Psikologi Umsida
August 7, 2026By
FIKP Umsida Gelar Cek Kesehatan Gratis di CFD Taman Bungkul, Surabaya
July 27, 2026By

Prestasi

Raih Best Presenter 2 KILAT 2026, D4 MIK Umsida Hadirkan Smart Coding Hub
September 14, 2026By
Mahasiswa Fisioterapi Umsida Raih Juara Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya
August 21, 2026By
Poster Deteksi Persalinan Macet Dosen Kebidanan Umsida Raih Juara 3
August 6, 2026By
Dosen Kebidanan Umsida Raih Juara 2 lewat Poster Kesehatan Mental Remaja
August 5, 2026By
Widi Arti Raih Gelar Doktor lewat Riset Cedera Olahraga Sepatu Roda
August 4, 2026By
Mahasiswa Kebidanan Raih Juara 1 Esai Ilmiah Nasional 2026
August 3, 2026By
Prodi D4 TLM Umsida Resmi Jadi Penerima Bantuan PP-PTS Reguler 2026
July 30, 2026By
Anggie Erianti Raih Juara 2 Poster Ilmiah Nasional, Angkat Pentingnya Respectful Maternity Care
July 29, 2026By

Opini

Kenapa Psikologi Semakin Dibutuhkan di Tengah Tantangan Kesehatan Mental?
August 26, 2026By
Viral Kasus Daycare Jogja dan Pentingnya Memilih Daycare Aman
June 4, 2026By
Cara Mengatasi Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat di Usia Lanjut
May 24, 2026By
Donor Darah Ternyata Punya Banyak Manfaat, Cek Selengkapnya!
May 19, 2026By
Sulit Tidur hingga Overthinking Jadi Gejala Umum Postpartum Anxiety
May 18, 2026By