Cara Ilmiah Mengelompokkan Makhluk Hidup yang Perlu Kamu Tahu

Fikes.umsida.ac.id – Makhluk hidup di bumi tampak begitu beragam dari manusia, tumbuhan, hingga mikroorganisme yang tak kasat mata.

Namun di balik keragaman itu, ada satu sistem yang membantu kita memahami semuanya: pembagian organisme makhluk hidup.

Dalam perspektif biologi molekuler, pembagian ini bukan sekadar pengelompokan, tetapi cara membaca “peta kehidupan” yang menjadi dasar dunia kesehatan modern.

Dalam buku ajar Biologi Molekuler “Aplikasi Dasar di Dunia Kesehatan”, dijelaskan bahwa sel merupakan unit dasar kehidupan, bahkan disebut sebagai struktur fundamental yang menyusun semua makhluk hidup .

Dari sinilah pembagian organisme mulai dipahami secara lebih ilmiah.

Lihat Juga:

Pembagian Berdasarkan Struktur Sel
Sumber: buku ajar Biologi Molekuler “Aplikasi Dasar di Dunia Kesehatan” Dr Miftahul Mushlih SSi MSc.

Jika dilihat dari struktur selnya, organisme dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu sellular dan asellular.

Organisme sellular adalah makhluk hidup yang tersusun dari sel, sementara asellular tidak memiliki struktur sel yang lengkap. Virus menjadi contoh menarik karena berada di antara keduanya ia hanya aktif ketika berada dalam tubuh makhluk hidup lain .

Lebih lanjut, organisme sellular dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu prokariot dan eukariot.

Prokariot memiliki struktur sel yang sederhana tanpa membran inti, sedangkan eukariot memiliki struktur yang lebih kompleks dengan organel lengkap seperti inti sel, mitokondria, dan retikulum endoplasma .

Pembagian ini penting karena menentukan bagaimana organisme tersebut bekerja. Dalam dunia kesehatan, perbedaan ini menjadi dasar dalam memahami penyakit, misalnya perbedaan antara bakteri (prokariot) dan sel manusia (eukariot).

Pembagian Berdasarkan Kompleksitas dan Jumlah Sel

Selain struktur, organisme juga dibagi berdasarkan jumlah sel penyusunnya. Ada organisme uniseluler yang hanya terdiri dari satu sel, seperti bakteri dan beberapa protista. Di sisi lain, ada organisme multiseluler yang tersusun dari banyak sel, seperti manusia, hewan, dan tumbuhan .

Organisme uniseluler meskipun sederhana, sebenarnya memiliki kemampuan hidup yang luar biasa. Mereka mampu melakukan seluruh fungsi kehidupan dalam satu sel.

Baca Juga:

Sementara itu, organisme multiseluler memiliki sistem yang lebih kompleks karena setiap sel memiliki fungsi yang berbeda.

Pembagian ini menunjukkan bahwa kompleksitas kehidupan tidak selalu ditentukan oleh ukuran, tetapi oleh bagaimana sel bekerja dan berinteraksi satu sama lain.

Pembagian Berdasarkan Sistem Domain Kehidupan

Dalam perkembangan ilmu pengetahuan, pembagian makhluk hidup semakin disempurnakan melalui sistem domain. Saat ini, organisme dibagi menjadi tiga domain utama, yaitu Eubacteria, Archaebacteria, dan Eukariota .

Eubacteria adalah bakteri yang umum ditemukan di lingkungan sehari-hari, sedangkan Archaebacteria hidup di lingkungan ekstrem seperti suhu tinggi atau kadar garam tinggi.

Sementara itu, Eukariota mencakup organisme yang lebih kompleks seperti jamur, tumbuhan, hewan, hingga manusia .

Klasifikasi ini menunjukkan bahwa kehidupan tidak hanya beragam, tetapi juga memiliki hubungan evolusi yang panjang. Bahkan manusia sendiri merupakan bagian dari kelompok eukariota yang memiliki ciri utama berupa inti sel yang jelas .

Pada akhirnya, memahami pembagian organisme makhluk hidup bukan hanya tentang menghafal kategori. Lebih dari itu, ini adalah cara kita memahami bagaimana kehidupan tersusun, berkembang dan berfungsi.

Dalam dunia kesehatan, pengetahuan ini menjadi kunci untuk mengembangkan terapi, memahami penyakit, hingga menciptakan inovasi medis yang lebih canggih.

Dari sel yang kecil hingga manusia yang kompleks, semuanya terhubung dalam satu sistem besar yang disebut kehidupan.(Elfirarm).

Sumber:buku ajar Biologi Molekuler “Aplikasi Dasar di Dunia Kesehatan”

Dr Miftahul Mushlih SSi MSc.

Berita Terkini

19 Mahasiswa Profesi Bidan Umsida Ikuti OSCE Untuk Perkuat Kompetensi Klinis
August 31, 2026By
Cegah Anemia dan Diabetes, TLM Umsida Edukasi Siswa SDN Kendalsewu
August 18, 2026By
Workshop Kebidanan Umsida Selaraskan Kurikulum dengan Standar ICM 2024
August 13, 2026By
FIKP Umsida dan SMA Muhammadiyah 4 Porong, Perkuat Kesehatan Fisik dan Mental Siswa
August 10, 2026By
Kerja Sama dengan Nufi Sidoarjo Buka Peluang Baru bagi Mahasiswa Psikologi Umsida
August 7, 2026By
FIKP Umsida Gelar Cek Kesehatan Gratis di CFD Taman Bungkul, Surabaya
July 27, 2026By
Hospital Laboratory Visit Jadi Bekal Mahasiswa TLM Umsida Mengenal Praktik Laboratorium Klinik
July 3, 2026By
Kolaborasi Internasional Psikologi Umsida dan Malaysia, AI Jadi Sorotan dalam Dunia Pendidikan
July 1, 2026By

Prestasi

Mahasiswa Fisioterapi Umsida Raih Juara Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya
August 21, 2026By
Poster Deteksi Persalinan Macet Dosen Kebidanan Umsida Raih Juara 3
August 6, 2026By
Dosen Kebidanan Umsida Raih Juara 2 lewat Poster Kesehatan Mental Remaja
August 5, 2026By
Widi Arti Raih Gelar Doktor lewat Riset Cedera Olahraga Sepatu Roda
August 4, 2026By
Mahasiswa Kebidanan Raih Juara 1 Esai Ilmiah Nasional 2026
August 3, 2026By
Prodi D4 TLM Umsida Resmi Jadi Penerima Bantuan PP-PTS Reguler 2026
July 30, 2026By
Anggie Erianti Raih Juara 2 Poster Ilmiah Nasional, Angkat Pentingnya Respectful Maternity Care
July 29, 2026By
Bekerja Sambil Kuliah, Anjar Jadi Lulusan Terbaik Psikologi Umsida
July 17, 2026By

Opini

Kenapa Psikologi Semakin Dibutuhkan di Tengah Tantangan Kesehatan Mental?
August 26, 2026By
Viral Kasus Daycare Jogja dan Pentingnya Memilih Daycare Aman
June 4, 2026By
Cara Mengatasi Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat di Usia Lanjut
May 24, 2026By
Donor Darah Ternyata Punya Banyak Manfaat, Cek Selengkapnya!
May 19, 2026By
Sulit Tidur hingga Overthinking Jadi Gejala Umum Postpartum Anxiety
May 18, 2026By