Riset Dosen Kebidanan Ungkap Dampak Psikologis Kehamilan Remaja di Lingkungan Sosial

Fikes.umsida.ac.id – Kehamilan pada usia remaja sering dibahas dari sisi fisik seperti sering terjadinya anemia, risiko preeklamsia, hingga persalinan operatif.

Namun ada sisi lain yang jauh lebih sunyi, tetapi dampaknya panjang: kesehatan mental.

Riset  dosen Kebidanan Umsida Sri Mukhodim Faridah Hanum, SST MM MKes, melalui studi eksplorasi di Desa Watutulis, Prambon, Sidoarjo.

Cek Juga: Laboran Kebidanan Umsida Tunjukkan Inovasinya di Ajang Nasional KILab 2025

Penelitian tersebut menggambarkan bagaimana kehamilan remaja tidak hanya mengubah tubuh, tetapi juga mengguncang cara remaja memandang diri, masa depan, dan lingkungan sosialnya.

Melalui wawancara mendalam pada ibu hamil usia 15–19 tahun yang jarang ANC, riset ini menunjukkan pola yang konsisten: tekanan psikologis muncul sejak awal kehamilan, lalu berkembang menjadi beban emosional yang lebih berat ketika stigma sosial ikut menumpuk.

Stres yang Berawal dari Rasa Malu dan Ketidaksiapan

Dalam fase awal menerima kehamilan, remaja kerap berada pada posisi “dipaksa dewasa” sebelum waktunya.

Rasa malu, takut dan bingung bukan sekadar emosi sesaat, tetapi menjadi stres yang menetap.

Baca Juga: Aroma alami untuk Membantu Redakan Nyeri Persalinan Menurut Riset Dosen FIKES Umsida

Penelitian Sri Mukhodim Faridah Hanum mencatat adanya remaja yang mengaku mencoba menggugurkan kandungan, mengonsumsi jamu peluntur, hingga mencari bantuan non-medis karena merasa tidak sanggup menghadapi situasi yang terjadi.

Stres yang berat juga tampak dari keluhan fisik yang memburuk, seperti mual muntah berlebihan, bahkan ada yang disertai perdarahan. Dalam konteks ini, tubuh seolah menjadi “panggung” dari tekanan mental yang tidak tersalurkan dengan sehat.

Ketika Stres Berkembang Menjadi Depresi
PSIKOLOGI
Sumber: AI

Temuan yang lebih mengkhawatirkan muncul saat stres berubah menjadi depresi.

Pada beberapa responden, depresi ditandai dengan menangis sendirian, merasa hidup buntu, hingga muncul pikiran untuk mengakhiri hidup.

Kehamilan yang tidak direncanakan, ditambah tekanan keluarga dan lingkungan, membuat remaja merasa terasing dan kehilangan kendali atas masa depannya.

Cek Selengkapnya: Afirmasi Positif Bantu Cegah Preeklamsia pada Ibu Hamil

Kondisi ini diperparah oleh isolasi sosial. Ada responden yang mengaku tidak berani keluar rumah karena minder dan takut cibiran.

Stigma membuat mereka tidak hanya menanggung kehamilan, tetapi juga menanggung label sosial yang melekat dan menyakitkan.

Peran Keluarga dan Layanan Kesehatan

Riset ini mengingatkan bahwa pencegahan tidak cukup berhenti pada slogan “jangan hamil muda”.

Yang dibutuhkan adalah sistem dukungan yang empatik: keluarga yang tidak menghakimi, lingkungan yang tidak menstigma, serta layanan kesehatan yang aktif mendampingi kondisi psikologis ibu remaja.

Minimnya ANC pada responden menunjukkan adanya jarak antara remaja dan layanan kesehatan, yang bisa dipicu rasa malu, takut dimarahi, atau merasa tidak layak ditolong.

Kehamilan remaja adalah krisis yang sering ditangani sebagai masalah moral, padahal ia juga masalah kesehatan mental.

Ketika stres dan depresi dibiarkan, yang terdampak bukan hanya ibu, tetapi juga janin, bayi, dan masa depan keluarga kecil yang lahir terlalu cepat.

Sumber: Sri Mukhodim Faridah Hanum, SST MM MKes.

Penulis: Elfira Armilia.

Berita Terkini

Cegah Anemia dan Diabetes, TLM Umsida Edukasi Siswa SDN Kendalsewu
August 18, 2026By
Workshop Kebidanan Umsida Selaraskan Kurikulum dengan Standar ICM 2024
August 13, 2026By
FIKP Umsida dan SMA Muhammadiyah 4 Porong, Perkuat Kesehatan Fisik dan Mental Siswa
August 10, 2026By
Kerja Sama dengan Nufi Sidoarjo Buka Peluang Baru bagi Mahasiswa Psikologi Umsida
August 7, 2026By
FIKP Umsida Gelar Cek Kesehatan Gratis di CFD Taman Bungkul, Surabaya
July 27, 2026By
Hospital Laboratory Visit Jadi Bekal Mahasiswa TLM Umsida Mengenal Praktik Laboratorium Klinik
July 3, 2026By
Kolaborasi Internasional Psikologi Umsida dan Malaysia, AI Jadi Sorotan dalam Dunia Pendidikan
July 1, 2026By
Lulusan Terbaik dan Mahasiswa Berprestasi Psikologi Umsida Bagikan Kisah Perjuangan Mereka
June 22, 2026By

Prestasi

Poster Deteksi Persalinan Macet Dosen Kebidanan Umsida Raih Juara 3
August 6, 2026By
Dosen Kebidanan Umsida Raih Juara 2 lewat Poster Kesehatan Mental Remaja
August 5, 2026By
Widi Arti Raih Gelar Doktor lewat Riset Cedera Olahraga Sepatu Roda
August 4, 2026By
Mahasiswa Kebidanan Raih Juara 1 Esai Ilmiah Nasional 2026
August 3, 2026By
Prodi D4 TLM Umsida Resmi Jadi Penerima Bantuan PP-PTS Reguler 2026
July 30, 2026By
Anggie Erianti Raih Juara 2 Poster Ilmiah Nasional, Angkat Pentingnya Respectful Maternity Care
July 29, 2026By
Bekerja Sambil Kuliah, Anjar Jadi Lulusan Terbaik Psikologi Umsida
July 17, 2026By
Kisah Rizka Ardilah, Ibu Muda yang Jadi Lulusan Terbaik Psikologi Umsida
July 15, 2026By

Opini

Viral Kasus Daycare Jogja dan Pentingnya Memilih Daycare Aman
June 4, 2026By
Cara Mengatasi Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat di Usia Lanjut
May 24, 2026By
Donor Darah Ternyata Punya Banyak Manfaat, Cek Selengkapnya!
May 19, 2026By
Sulit Tidur hingga Overthinking Jadi Gejala Umum Postpartum Anxiety
May 18, 2026By
Sering Lemas dan Pusing? Bisa Jadi Tanda Anemia Kambuh
May 17, 2026By