Fikp.umsida.ac.id – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Program Studi S1 Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi (FIKP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
Tim mahasiswa Fisioterapi Umsida berhasil meraih Juara 1 Medical and Health Competition (Mediheal Competition) Vol. 3 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Fisioterapi Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Kompetisi yang berlangsung secara daring mengangkat tema “REACH: Restoring and Enhancing Active Community Health” dengan subtema “Mental Wellness & Social Residence”minggu(20/09/26).
Tim Fisioterapi Umsida berhasil menjadi juara melalui kategori Quiz Competition dengan topik “Clinical Reasoning Neurorehabilitation: Comprehensive Management of Amyotrophic Lateral Sclerosis.”
Tim yang berhasil membawa nama Umsida tersebut terdiri dari Dani Rachman Darmawan sebagai ketua, bersama Dziyaul Haq Anna Fisyah dan Arrochan Setyadi sebagai anggota, dengan pendampingan dosen pembimbing Herista Novia Widanti, S.Ft., M.Fis., Ftr.
Dani mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas capaian yang diraih bersama tim. Menurutnya, kemenangan tersebut menjadi pengalaman yang tidak terduga karena harus bersaing dengan berbagai perguruan tinggi lainnya.
“Terima kasih, tentunya kami sangat senang dan gembira atas pencapaian sebagai juara 1 lomba cerdas cermat ini. Sebenarnya kami tidak menyangka bisa menjadi juara pertama karena harus bersaing dengan kampus-kampus besar,” ungkap Dani.
Angkat Isu Amyotrophic Lateral Sclerosis untuk Asah Kompetensi Fisioterapi

Pemilihan topik Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) dalam kompetisi tersebut tidak terlepas dari keinginan tim untuk memperdalam pemahaman mengenai bidang neurorehabilitasi.
Dani menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam kompetisi menjadi kesempatan bagi mereka untuk mengasah pengetahuan dan kemampuan klinis, khususnya terkait penanganan pasien dengan gangguan neurologis.
“Latar belakang kami mengikuti lomba dengan topik tersebut karena ingin mengasah pengetahuan kami mengenai topik yang dilombakan,” jelasnya.
Dalam kompetisi tersebut, peserta dituntut mampu memahami berbagai aspek terkait clinical reasoning dalam neurorehabilitasi, mulai dari pemahaman kondisi pasien, analisis permasalahan klinis, hingga strategi manajemen fisioterapi yang tepat.
Bagi mahasiswa fisioterapi, kemampuan berpikir klinis menjadi salah satu kompetensi penting karena berkaitan langsung dengan proses pengambilan keputusan dalam memberikan pelayanan kepada pasien.
Kekompakan Tim dan Dukungan Dosen Jadi Kunci Keberhasilan

Perjalanan menuju podium juara tidak diperoleh dengan mudah. Tim Fisioterapi Umsida menghadapi tantangan dalam proses persiapan karena jadwal latihan bertepatan dengan kegiatan pre klinik mahasiswa.
Dani menyampaikan bahwa keterbatasan waktu menjadi salah satu tantangan yang harus mereka hadapi. Namun, dengan komitmen dan kerja sama tim, persiapan tetap dapat berjalan hingga akhirnya berhasil meraih hasil terbaik.
“Dalam persiapan sebenarnya ada sedikit kesulitan karena jadwal persiapan dan pelaksanaan lomba bertepatan dengan kegiatan pre klinik kami. Tetapi alhamdulillah kami bisa mengatasinya dan mendapatkan juara 1,” ujarnya.
Selain kerja keras tim, keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari peran dosen pembimbing. Herista Novia Widanti memberikan pendampingan melalui materi dan arahan terkait topik Amyotrophic Lateral Sclerosis sehingga mahasiswa lebih siap menghadapi kompetisi.
“Peran dosen pembimbing tentunya sangat banyak. Beliau memberikan kami materi yang luas mengenai topik amyotrophic lateral sclerosis sehingga walaupun kami sempat mengalami kesulitan, kami sangat terbantu dengan materi yang diberikan,” tutur Dani.
Melalui prestasi ini, Dani berharap capaian tersebut dapat menjadi pengalaman berharga bagi dirinya maupun Program Studi Fisioterapi Umsida.
Ia juga berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan kemampuan akademik dan mengikuti berbagai kompetisi.(Elfirarm)























