Fikp.umsida.ac.id – Penguatan kualitas pendidikan kebidanan tidak cukup hanya melalui penguasaan materi, tetapi juga membutuhkan kemampuan dosen dalam membangun pembelajaran yang kolaboratif dan relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan.
Hal tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Faculty Development Program (FDP) bagi Dosen Pendidikan Kebidanan dan Preseptor Kebidanan yang digelar di Hotel Luminor Sidoarjo, Senin,(28/9/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama yang diikuti peserta 22 dosen kebidanan dari sejumlah perguruan tinggi. Dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), kegiatan diikuti sembilan dosen dan satu laboran Program Studi Kebidanan.
Selain peserta dari Umsida, hadir pula delapan dosen kebidanan dari Universitas Muhammadiyah Surabaya, dua dosen dari Universitas Muhammadiyah Lamongan, serta tiga dosen dari Universitas Muhammadiyah Gresik.
Materi Interprofessional Education Dorong Kolaborasi Antarprofesi

Materi pelatihan disampaikan oleh Eggy Widya Larasati, M.Keb dari Universitas Binawan Jakarta. Salah satu pembahasan menyoroti pentingnya Interprofessional Education (IPE) dalam pendidikan dan pelayanan kebidanan.
IPE merupakan pendekatan pembelajaran yang mempertemukan dua atau lebih profesi kesehatan untuk belajar bersama, memahami peran masing-masing, dan membangun kemampuan kolaborasi.
Dalam pendidikan kebidanan, pendekatan ini penting agar calon tenaga kesehatan terbiasa berkomunikasi dan bekerja dalam tim sejak bangku pendidikan.
Materi juga mengangkat prinsip patient-centered care, etika antarprofesi, komunikasi efektif, serta strategi penerapan IPE dalam pembelajaran.
Salah satu kemampuan yang ditekankan adalah komunikasi terstruktur menggunakan metode SBAR agar informasi mengenai pasien dapat disampaikan secara jelas dan sistematis.
Pembelajaran tersebut sejalan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan yang menempatkan keselamatan dan kepentingan pasien sebagai fokus utama.
Kolaborasi yang baik juga membutuhkan sikap saling menghargai kompetensi, memahami batas kewenangan, serta berbagi tanggung jawab dalam memberikan pelayanan.
Baca Juga: Ketua IBI Jatim Tekankan Etika Profesi pada Sumpah Profesi FIKES Umsida
Belajar Serius, Suasana Tetap Interaktif
Rangkaian kegiatan tidak hanya diisi dengan penyampaian materi. Peserta juga diajak mengikuti ice breaking yang menyenangkan di sela-sela sesi. Aktivitas tersebut membuat suasana pelatihan lebih cair sekaligus memberikan kesempatan bagi peserta untuk berinteraksi satu sama lain.
Kehadiran peserta dari berbagai perguruan tinggi juga membuat kegiatan berlangsung lebih dinamis. Pengalaman dan perspektif yang berbeda dapat menjadi bahan pertukaran gagasan dalam mengembangkan pembelajaran kebidanan.
Konsep pembelajaran seperti ini mendukung tujuan IPE yang tidak sekadar membuat peserta memahami profesi lain, tetapi juga belajar dari dan bersama profesi lain untuk membangun kolaborasi yang lebih baik.
Perkuat Kapasitas Dosen dan Preseptor Kebidanan

Pelaksanaan FDP menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pendidik kebidanan agar mampu menghadirkan proses pembelajaran yang semakin relevan dengan kebutuhan dunia pelayanan.
Kompetensi kolaborasi, komunikasi, kepemimpinan, dan pemahaman peran profesi menjadi bekal penting bagi dosen maupun preseptor dalam mendampingi mahasiswa.
Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga dapat mengadaptasinya dalam proses pembelajaran dan pendampingan mahasiswa.
Dengan begitu, penguatan kapasitas dosen dapat berlanjut pada peningkatan kualitas pendidikan kebidanan serta kesiapan lulusan dalam bekerja secara kolaboratif di lingkungan pelayanan kesehatan.(Elfirarm)























