Rajin Olahraga Tapi Sering Pegal? Waspadai Gangguan Muskuloskeletal

Fikes.umsida.ac.id – Aktivitas fisik kini semakin menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Mulai dari olahraga ringan hingga aktivitas intens, banyak orang berlomba menjaga kebugaran tubuh.

Namun, di balik tren hidup aktif tersebut, terdapat risiko kesehatan yang kerap tidak disadari, terutama gangguan muskuloskeletal.

Muskuloskeletal adalah sistem tubuh yang terdiri dari tulang, otot, sendi, ligamen, tendon, dan jaringan ikat, yang berfungsi sebagai alat gerak, penopang struktur tubuh, dan pelindung organ vital

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat, Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menemukan bahwa aktivitas fisik yang tinggi tanpa diimbangi pemahaman yang tepat justru dapat memicu berbagai keluhan pada tubuh .

Baca Juga: Tetap Jaga Kesehatan, Dosen Umsida Bagikan 8 Tips Olahraga Saat Puasa

Aktivitas Tinggi, Risiko Juga Meningkat
OLAHRAGA TERATUR
Sumber: AI

Olahraga memang penting untuk menjaga kesehatan. Namun, ketika dilakukan tanpa persiapan yang baik, aktivitas fisik justru dapat menimbulkan masalah. Banyak masyarakat yang berolahraga tanpa pemanasan, teknik yang benar, atau penyesuaian dengan kondisi tubuh.

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian masyarakat mengalami keluhan seperti nyeri pinggang bawah, nyeri leher, hingga masalah pada lutut. Kondisi ini umumnya terjadi pada individu yang aktif bergerak tetapi tidak memahami batas kemampuan tubuhnya.

“Peserta usia di atas 30 tahun cenderung rentan mengalami gangguan muskuloskeletal seperti nyeri pinggang dan lutut,” dijelaskan dalam hasil kegiatan tersebut.

Lihat Juga: Cara Menyembuhkan Lutut Sakit di Usia Muda, Jangan Dianggap Sepele

Gangguan Muskuloskeletal Sering Dianggap Sepele
Sumber: Pexels

Salah satu masalah utama adalah anggapan bahwa nyeri setelah aktivitas fisik merupakan hal yang wajar. Padahal, nyeri yang muncul secara berulang bisa menjadi tanda awal gangguan muskuloskeletal yang lebih serius.

Gangguan ini dapat memengaruhi otot, sendi, hingga tulang, dan jika tidak ditangani, dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Sayangnya, banyak masyarakat yang memilih mengabaikan keluhan tersebut hingga kondisi semakin parah.

Fenomena ini menunjukkan bahwa masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sistem gerak tubuh.

Cek Juga: Terlalu Banyak Minum Kopi Bisa Picu Osteoporosis, Berikut Penjelasannya!

Perlu Pendekatan yang Tepat dan Terarah

Melalui layanan fisioterapi, Umsida mendorong masyarakat untuk lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Tidak hanya berolahraga, tetapi juga memahami cara yang benar dalam melakukannya.

Edukasi mengenai pemanasan, teknik gerakan, hingga pentingnya recovery menjadi bagian penting dalam mencegah cedera. Selain itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin juga diperlukan untuk mengetahui kondisi tubuh sebelum melakukan aktivitas fisik intens.

“Pendekatan preventif melalui edukasi dan fisioterapi sangat penting untuk mengurangi risiko gangguan muskuloskeletal,” sebagaimana dijelaskan dalam kegiatan tersebut.

Dengan pemahaman yang tepat, aktivitas fisik tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga dapat dilakukan dengan aman dan berkelanjutan. Umsida melalui peran fisioterapi berupaya mengedukasi masyarakat bahwa hidup aktif harus diimbangi dengan kesadaran akan kondisi tubuh.

Sumber: Abdimas Widi Arti SFis MKes &tim

Penulis: Elfira Armilia

Berita Terkini

FIKP Umsida Gelar Cek Kesehatan Gratis di CFD Taman Bungkul, Surabaya
July 27, 2026By
Hospital Laboratory Visit Jadi Bekal Mahasiswa TLM Umsida Mengenal Praktik Laboratorium Klinik
July 3, 2026By
Kolaborasi Internasional Psikologi Umsida dan Malaysia, AI Jadi Sorotan dalam Dunia Pendidikan
July 1, 2026By
Lulusan Terbaik dan Mahasiswa Berprestasi Psikologi Umsida Bagikan Kisah Perjuangan Mereka
June 22, 2026By
Pesan Prof Hana untuk Lulusan Psikologi Umsida: Jangan Batasi Diri untuk Terus Berkembang
June 19, 2026By
Perjalanan Ghozali Rusyid Meraih Gelar Doktor tanpa melalui ujian terbuka
June 18, 2026By
OSCE TLM Umsida 2026 Uji Nyata Skill Mahasiswa di Dunia Laboratorium Medis
May 1, 2026By
Seminar Nasional Kebidanan Umsida Bahas Kesehatan Mental Ibu Nifas dan Terapi Akupresur
April 30, 2026By

Prestasi

Prodi D4 TLM Umsida Resmi Jadi Penerima Bantuan PP-PTS Reguler 2026
July 30, 2026By
Anggie Erianti Raih Juara 2 Poster Ilmiah Nasional, Angkat Pentingnya Respectful Maternity Care
July 29, 2026By
Bekerja Sambil Kuliah, Anjar Jadi Lulusan Terbaik Psikologi Umsida
July 17, 2026By
Kisah Rizka Ardilah, Ibu Muda yang Jadi Lulusan Terbaik Psikologi Umsida
July 15, 2026By
Mahasiswa Fisioterapi Umsida Raih Juara 2 Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya 2026
July 10, 2026By
Mahasiswa Psikologi Umsida Raih Juara 1 Pencak Silat 8th UNSC 2026
June 30, 2026By
Lulusan Terbaik dan Mahasiswa Berprestasi Psikologi Umsida Bagikan Kisah Perjuangan Mereka
June 22, 2026By
Perjalanan Ghozali Rusyid Meraih Gelar Doktor tanpa melalui ujian terbuka
June 18, 2026By

Opini

Viral Kasus Daycare Jogja dan Pentingnya Memilih Daycare Aman
June 4, 2026By
Cara Mengatasi Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat di Usia Lanjut
May 24, 2026By
Donor Darah Ternyata Punya Banyak Manfaat, Cek Selengkapnya!
May 19, 2026By
Sulit Tidur hingga Overthinking Jadi Gejala Umum Postpartum Anxiety
May 18, 2026By
Sering Lemas dan Pusing? Bisa Jadi Tanda Anemia Kambuh
May 17, 2026By