Masalah Klaim BPJS Bisa Ganggu Layanan Rumah Sakit, Ini Penjelasannya

Fikes.umsida.ac.id – Sistem pembiayaan kesehatan melalui BPJS Kesehatan menjadi tulang punggung pelayanan di banyak rumah sakit di Indonesia.

Namun, di balik sistem tersebut, terdapat persoalan yang sering luput dari perhatian, yakni keterlambatan klaim yang berdampak besar pada operasional rumah sakit.

Riset yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mengungkap bahwa keterlambatan klaim rawat inap menjadi salah satu masalah krusial dalam sistem pelayanan kesehatan.

Baca Juga: Ingin Tahu Efisiensi Kinerja Rumah Sakit ? Yuk Baca Buku Karya Dosen Umsida Ini

Dampak Finansial yang Tidak Bisa Diabaikan

Keterlambatan klaim BPJS tidak hanya berdampak pada administrasi, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kondisi keuangan rumah sakit. Ketika klaim tertunda, pemasukan rumah sakit menjadi terhambat, sementara kebutuhan operasional tetap berjalan.

Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa keterlambatan klaim dapat menyebabkan terganggunya arus kas rumah sakit. Dampaknya, berbagai kebutuhan seperti pembayaran gaji tenaga kesehatan, pengadaan obat, hingga pemeliharaan fasilitas menjadi terhambat.

Lihat Juga: PKL D4 MIK Umsida Jadi Jembatan Mahasiswa Menuju Dunia Kerja Kesehatan

“Keterlambatan klaim dapat berdampak pada arus kas rumah sakit dan memengaruhi berbagai aspek operasional,”  hasil penelitian.

Kondisi ini menunjukkan bahwa masalah administratif dapat berimbas pada kualitas layanan kesehatan secara keseluruhan.

Masalah Administratif yang Berujung Sistemik
Sumber: Pinterest

Penelitian juga menemukan bahwa keterlambatan klaim sering kali disebabkan oleh ketidaktepatan pengkodean diagnosis, ketidaksesuaian data medis, serta kurangnya koordinasi antar tenaga kesehatan.

Kesalahan kecil dalam proses administrasi, seperti ketidaksesuaian antara resume medis dan tindakan yang dilakukan, dapat menyebabkan klaim dikembalikan oleh pihak BPJS. Hal ini membuat proses klaim harus diulang dan memakan waktu lebih lama.

Selain itu, keterbatasan SDM dan beban kerja yang tinggi juga memperparah kondisi tersebut. Tenaga kesehatan yang harus menangani berbagai tugas sekaligus berpotensi mengalami kelelahan, sehingga meningkatkan risiko kesalahan administrasi.

Fenomena ini menunjukkan bahwa keterlambatan klaim bukan hanya masalah teknis, tetapi juga berkaitan dengan sistem kerja yang belum optimal.

Cek Selengkapnya: Riset Dosen Umsida Ungkap Tantangan Implementasi RME dalam SIMRS Rumah Sakit Tulangan Sidoarjo

Perlu Perbaikan Sistem dan SDM
Sumber: Istimewa

Hasil riset menegaskan bahwa solusi untuk mengatasi keterlambatan klaim tidak hanya terletak pada perbaikan sistem, tetapi juga pada peningkatan kualitas SDM.

Pelatihan yang berkelanjutan, peningkatan komunikasi antar tenaga medis, serta penyesuaian beban kerja menjadi langkah penting untuk memperbaiki proses klaim.

Selain itu, rumah sakit juga perlu memastikan bahwa standar operasional prosedur (SOP) dapat dijalankan secara konsisten oleh seluruh tenaga kesehatan.

Dengan perbaikan yang menyeluruh, keterlambatan klaim dapat diminimalkan, sehingga pelayanan rumah sakit dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, kelancaran sistem klaim bukan hanya soal administrasi, tetapi juga menyangkut kualitas layanan kesehatan yang diterima oleh masyarakat.

Sumber: Riset Mahasiswa MIK Umsida

Penulis: Elfira Armilia

Berita Terkini

Belajar dari Si Kecil, Mahasiswa Kebidanan Umsida Kunjungi TK ABA 1 Candi
November 4, 2026By
Dosen Psikologi Umsida Bahas Adaptasi Alat Ukur dalam Visiting Lecture UNIMA
November 3, 2026By
Wisudawan Berprestasi Kebidanan Umsida Raih Juara 1 Kompetisi Poster Internasional
November 2, 2026By
Wisudawan Kebidanan Umsida Raih Juara 2 Nasional Lewat Esai Hipnobirthing
October 30, 2026By
Nabila Raih Predikat Wisudawan Terbaik MIK Umsida dengan IPK 3,95
October 29, 2026By
Wisudawan Terbaik FIKP Umsida, Febryan Nidya Pramesti Raih IPK 3,91
October 28, 2026By
Wisudawan Kebidanan Umsida Nanda Fitriana Raih Juara 1 Kompetisi Video Edukasi Nasional
October 27, 2026By
Lulusan TLM FIKP Umsida Asal Flores Buktikan Pendidikan Tanpa Batas Perbedaan
October 26, 2026By

Prestasi

Wisudawan Berprestasi Kebidanan Umsida Raih Juara 1 Kompetisi Poster Internasional
November 2, 2026By
Wisudawan Kebidanan Umsida Raih Juara 2 Nasional Lewat Esai Hipnobirthing
October 30, 2026By
Nabila Raih Predikat Wisudawan Terbaik MIK Umsida dengan IPK 3,95
October 29, 2026By
Wisudawan Terbaik FIKP Umsida, Febryan Nidya Pramesti Raih IPK 3,91
October 28, 2026By
Wisudawan Kebidanan Umsida Nanda Fitriana Raih Juara 1 Kompetisi Video Edukasi Nasional
October 27, 2026By
Dari Sidoarjo ke Skotlandia, Alumni Psikologi Umsida Sukses Raih LPDP
October 23, 2026By
Dua Mahasiswa Berprestasi di Balik Yudisium II Psikologi Umsida
October 16, 2026By
Tim Fisioterapi Umsida Raih Juara 1 Mediheal Competition 2026
September 28, 2026By

Opini

Kenapa Psikologi Semakin Dibutuhkan di Tengah Tantangan Kesehatan Mental?
August 26, 2026By
Viral Kasus Daycare Jogja dan Pentingnya Memilih Daycare Aman
June 4, 2026By
Cara Mengatasi Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat di Usia Lanjut
May 24, 2026By
Donor Darah Ternyata Punya Banyak Manfaat, Cek Selengkapnya!
May 19, 2026By
Sulit Tidur hingga Overthinking Jadi Gejala Umum Postpartum Anxiety
May 18, 2026By