Mengapa Ibu Hamil Sering Kram Kaki? Bisa Jadi Karena Kurang Kalsium dan Fosfor

Fikes.umsida.ac.id – Kram kaki pada trimester ketiga sering dianggap sebagai keluhan biasa yang wajar terjadi pada ibu hamil. Namun, di balik rasa nyeri yang datang tiba-tiba itu, terdapat faktor biologis yang jarang disadari: ketidakseimbangan kalsium dan fosfor dalam tubuh.

Studi berjudul Management of Pregnant Women with Leg Cramps in Maternity Hospital yang dilakukan oleh mahasiswa Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FIKES Umsida) Alda Rena Rumanis.

Bersama Cholifah SST MKes dan Paramitha Amelia Kusumawardani SST MKeb mengungkap bahwa kram kaki pada ibu hamil tidak hanya dipicu oleh pembesaran uterus dan gangguan sirkulasi, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh ketidakseimbangan mineral, khususnya kalsium dan fosfor.

Peran Kalsium dan Fosfor dalam Kontraksi Otot

Kalsium berperan penting dalam proses kontraksi dan relaksasi otot. Ketika kadar kalsium dalam darah menurun, saraf dan otot menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan, sehingga lebih mudah mengalami spasme atau kram.

Baca Juga: Asam Folat Untuk Ibu Hamil? Ini Kata Pakar Kebidanan Umsida

Di sisi lain, fosfor bekerja berdampingan dengan kalsium dalam menjaga fungsi sel dan metabolisme energi. Jika perbandingan keduanya tidak seimbang, maka fungsi otot dapat terganggu.

Penelitian tersebut menyebutkan bahwa ketidakseimbangan fosfor dan kalsium menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap munculnya kram kaki pada trimester III .

Pada kehamilan lanjut, kebutuhan kalsium meningkat karena janin juga menyerap mineral ini untuk pertumbuhan tulang. Jika asupan ibu kurang atau distribusinya tidak optimal, maka risiko kram semakin besar.

Trimester III dan Peningkatan Risiko
Sumber: Pexels

Memasuki usia kehamilan di atas 24 minggu, keluhan kram kaki semakin sering muncul . Hal ini tidak hanya berkaitan dengan pembesaran rahim yang menekan pembuluh darah, tetapi juga perubahan metabolisme mineral dalam tubuh ibu.

Cek Juga: ASI Belum Keluar Setelah Persalinan, Begini Penjelasan Medisnya

Pada kasus yang dianalisis dalam studi tersebut, ibu hamil usia 37 minggu mengalami kram kaki setelah beraktivitas lama. Meskipun kondisi tersebut masih tergolong fisiologis, teori yang dikemukakan dalam penelitian menegaskan bahwa gangguan sirkulasi dan ketidakseimbangan mineral dapat memperparah keluhan .

Selain itu, perubahan sistem pernapasan selama kehamilan dapat memicu kondisi alkalosis ringan yang turut memengaruhi kadar kalsium dalam darah. Kombinasi faktor ini membuat trimester III menjadi fase paling rentan.

Edukasi Nutrisi sebagai Upaya Pencegahan

Penanganan kram kaki tidak cukup hanya dengan istirahat. Studi tersebut merekomendasikan latihan dorsofleksi untuk membantu melancarkan sirkulasi, serta edukasi nutrisi sebagai langkah preventif .

Lihat Selengkapnya: Riset Dosen Kebidanan Umsida Ungkap Peran Usia dalam Keberhasilan Laktasi

Asupan kalsium yang cukup melalui makanan bergizi seimbang menjadi bagian penting dari pencegahan. Konsumsi tablet Fe yang dianjurkan selama kehamilan juga perlu diperhatikan, termasuk waktu minum yang tepat agar penyerapan optimal.

Tenaga kesehatan berperan besar dalam memberikan edukasi bahwa kram kaki memang bisa bersifat fisiologis, tetapi tetap memerlukan perhatian. Terlebih jika disertai nyeri hebat, pembengkakan, atau tanda inflamasi yang mengarah pada komplikasi seperti tromboflebitis .

Pada akhirnya, kram kaki pada trimester III bukan sekadar akibat kelelahan atau posisi tubuh yang salah. Ketidakseimbangan kalsium dan fosfor dapat menjadi faktor tersembunyi yang memicu gangguan kontraksi otot.

Dengan pemahaman yang tepat dan edukasi nutrisi yang baik, ibu hamil dapat menjalani trimester akhir dengan lebih nyaman dan aman.

Sumber: Riset Mahasiswa Kebidanan

Penulis: Elfira Armilia

Berita Terkini

33 Mahasiswa D4 MIK Umsida Lulus UKOMNAS 2026 dengan Capaian 100 Persen Kompeten
September 8, 2026By
D4 TLM Umsida Sukses Lalui UKOMNAS 2026
September 7, 2026By
19 Mahasiswa Profesi Bidan Umsida Ikuti OSCE Untuk Perkuat Kompetensi Klinis
August 31, 2026By
Cegah Anemia dan Diabetes, TLM Umsida Edukasi Siswa SDN Kendalsewu
August 18, 2026By
Workshop Kebidanan Umsida Selaraskan Kurikulum dengan Standar ICM 2024
August 13, 2026By
FIKP Umsida dan SMA Muhammadiyah 4 Porong, Perkuat Kesehatan Fisik dan Mental Siswa
August 10, 2026By
Kerja Sama dengan Nufi Sidoarjo Buka Peluang Baru bagi Mahasiswa Psikologi Umsida
August 7, 2026By
FIKP Umsida Gelar Cek Kesehatan Gratis di CFD Taman Bungkul, Surabaya
July 27, 2026By

Prestasi

Dua Mahasiswa Berprestasi di Balik Yudisium II Psikologi Umsida
October 16, 2026By
Tim Fisioterapi Umsida Raih Juara 1 Mediheal Competition 2026
September 28, 2026By
Raih Best Presenter 1 KILAT 2026, Laboran TLM Umsida Ciptakan AGARUT
September 15, 2026By
Raih Best Presenter 2 KILAT 2026, D4 MIK Umsida Hadirkan Smart Coding Hub
September 14, 2026By
Mahasiswa Fisioterapi Umsida Raih Juara Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya
August 21, 2026By
Poster Deteksi Persalinan Macet Dosen Kebidanan Umsida Raih Juara 3
August 6, 2026By
Dosen Kebidanan Umsida Raih Juara 2 lewat Poster Kesehatan Mental Remaja
August 5, 2026By
Widi Arti Raih Gelar Doktor lewat Riset Cedera Olahraga Sepatu Roda
August 4, 2026By

Opini

Kenapa Psikologi Semakin Dibutuhkan di Tengah Tantangan Kesehatan Mental?
August 26, 2026By
Viral Kasus Daycare Jogja dan Pentingnya Memilih Daycare Aman
June 4, 2026By
Cara Mengatasi Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat di Usia Lanjut
May 24, 2026By
Donor Darah Ternyata Punya Banyak Manfaat, Cek Selengkapnya!
May 19, 2026By
Sulit Tidur hingga Overthinking Jadi Gejala Umum Postpartum Anxiety
May 18, 2026By