Di Balik Layanan Rumah Sakit, Rekam Medis dan Coding Jadi Penentu Utama

Fikes.umsida.ac.id – Pelayanan rumah sakit yang terlihat cepat dan terorganisir, terdapat sistem yang bekerja secara kompleks, salah satunya adalah pengelolaan rekam medis dan proses coding.

Meski sering dianggap sebagai bagian administratif, keduanya memiliki peran krusial dalam menentukan kualitas layanan kesehatan secara keseluruhan.

Riset yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menunjukkan bahwa rekam medis dan coding menjadi kunci utama dalam kelancaran sistem pelayanan dan pembiayaan kesehatan.

Rekam Medis Bukan Sekadar Dokumen
Rekam Medis Elektronik
Sumber AI

Rekam medis merupakan catatan lengkap perjalanan pasien selama mendapatkan pelayanan kesehatan, mulai dari diagnosis, tindakan medis, hingga hasil perawatan. Data ini menjadi dasar dalam pengambilan keputusan medis dan administrasi rumah sakit.

Baca Juga: Ingin Tahu Efisiensi Kinerja Rumah Sakit ? Yuk Baca Buku Karya Dosen Umsida Ini

Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa rekam medis memuat informasi penting yang digunakan dalam proses pengkodean diagnosis dan tindakan medis. Ketepatan dan kelengkapan data ini sangat menentukan kelancaran proses klaim dan pelayanan.

“Rekam medis menjadi sumber utama dalam proses pengkodean yang harus sesuai dengan standar yang berlaku,” sebagaimana dijelaskan dalam penelitian.

Tanpa rekam medis yang lengkap dan akurat, proses pelayanan kesehatan dapat terganggu, baik dari sisi klinis maupun administratif.

Coding sebagai Penentu Akurasi dan Pembiayaan
Sumber: Pexels

Coding atau proses pengkodean diagnosis dan tindakan medis menggunakan standar seperti ICD-10 dan ICD-9 CM memiliki peran penting dalam sistem kesehatan modern.

Proses ini tidak hanya digunakan untuk pencatatan, tetapi juga menjadi dasar dalam sistem pembayaran layanan kesehatan.

Cek Juga: Peran Strategis Mahasiswa D4 MIK Umsida dalam IPE Berbasis Kasus Klinis

Penelitian menunjukkan bahwa ketidaktepatan dalam coding dapat menyebabkan klaim BPJS tertunda atau bahkan ditolak. Hal ini berdampak langsung pada pembiayaan rumah sakit dan kelancaran operasionalnya.

“Keakuratan kode diagnosis sangat berpengaruh terhadap ketepatan tarif dan proses klaim layanan kesehatan,” dijelaskan dalam hasil penelitian.

Kesalahan kecil dalam pengkodean dapat berakibat besar, mulai dari kerugian finansial hingga terganggunya sistem pelayanan secara keseluruhan.

Perlu Peningkatan Kompetensi dan Sistem

Hasil menunjukkan bahwa tantangan dalam pengelolaan rekam medis dan coding tidak hanya terletak pada sistem, tetapi juga pada kualitas SDM yang menjalankannya.

Kurangnya pelatihan, keterbatasan tenaga, serta kurangnya koordinasi antar tenaga medis menjadi faktor yang memengaruhi efektivitas proses coding.

Lihat Juga: MIK Umsida Siap Menjawab Tantangan Digitalisasi Layanan Kesehatan dengan Rekam Medis Elektronik

Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kompetensi melalui pelatihan berkelanjutan, penguatan sistem kerja, serta peningkatan komunikasi antar tim medis.

Dengan pengelolaan rekam medis dan coding yang baik, rumah sakit dapat memberikan pelayanan yang lebih akurat, efisien dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, sistem kesehatan yang kuat tidak hanya ditentukan oleh tenaga medis di garis depan, tetapi juga oleh sistem informasi kesehatan yang bekerja di balik layar.

Sumber: Riset Mahasiswa MIK Umsida

Penulis: Elfira Armilia

Berita Terkini

OSCE TLM Umsida 2026 Uji Nyata Skill Mahasiswa di Dunia Laboratorium Medis
May 1, 2026By
Seminar Nasional Kebidanan Umsida Bahas Kesehatan Mental Ibu Nifas dan Terapi Akupresur
April 30, 2026By
OSCE MIK Umsida 2026, Uji Keterampilan Mahasiswa dalam Simulasi Dunia Kerja
April 17, 2026By
Dosen Umsida Lakukan Edukasi Kesehatan Mental Remaja di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo
April 16, 2026By
PKL D4 MIK Umsida Jadi Jembatan Mahasiswa Menuju Dunia Kerja Kesehatan
February 7, 2026By
PKL Dasar dan Lanjutan D4 TLM Umsida Jadi Bekal Penting Mahasiswa Hadapi Industri Kesehatan
February 6, 2026By
Fisioterapi UMSIDA Dampingi Pelari FK UMSIDA Run 2026 Lewat Layanan Pemulihan Otot
February 3, 2026By
FIKES Umsida Perkuat Kesiapan Mahasiswa lewat Program Pre Klinik S1 Fisioterapi
January 30, 2026By

Prestasi

kupang
Inovasi Limbah Cangkang Kupang Antar Tim TLM Umsida Lolos PKM-AI 2026
June 3, 2026By
Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 1 Nasional Choir Mars Muhammadiyah-‘Aisyiyah
May 20, 2026By
Mahasiswa TLM Umsida Sabet Perak Kategori Kata di Piala Rektor UMM 2026
May 8, 2026By
Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 2 Kumite U21 di Kejuaraan Karate Nasional 2026
May 7, 2026By
Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 1 Karate Nasional di Piala Rektor UMM 2026
May 6, 2026By
Mahasiswa D4 MIK Umsida Raih Terbaik Pemberdayaan Masyarakat di PILMAPRES PTMA 2026
April 23, 2026By
Keren! Tim D4 MIK Umsida Sabet Juara 1 Nasional di IMRC 2026
April 22, 2026By
Bangga! Tim Fisioterapi Umsida Tembus Juara di Physiofest Nasional 2026
April 8, 2026By

Opini

Viral Kasus Daycare Jogja dan Pentingnya Memilih Daycare Aman
June 4, 2026By
Cara Mengatasi Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat di Usia Lanjut
May 24, 2026By
Donor Darah Ternyata Punya Banyak Manfaat, Cek Selengkapnya!
May 19, 2026By
Sulit Tidur hingga Overthinking Jadi Gejala Umum Postpartum Anxiety
May 18, 2026By
Sering Lemas dan Pusing? Bisa Jadi Tanda Anemia Kambuh
May 17, 2026By