Antusiasme Remaja Menghidupkan Kembali Posyandu Remaja di Desa

Fikes.umsida.ac.id –  Keberhasilan sebuah program kesehatan berbasis masyarakat tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas atau dukungan tenaga kesehatan, tetapi juga oleh partisipasi aktif kelompok sasaran.

Hal inilah yang tercermin dalam pelaksanaan Posyandu Remaja di Desa Jatikalang, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo.

Antusiasme remaja dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan terbukti menjadi faktor penting dalam menghidupkan kembali Posyandu Remaja yang sebelumnya tidak berjalan optimal.

Baca Juga: 3 Mahasiswa Fikes Umsida Raih Juara 1 Poster PKM-RE dalam Ajang Pimtanas 2025

Dr Nurul Azizah S Keb Bd MSc, Paramitha Amelia S ST M Keb dan Rafhani Rosyidah S Keb Bd M Sc, dosen Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).

Bersama Ratna Dwi Jayanti S Keb Bd M  Keb. dari Kebidanan Universitas Airlangga.

Melakukan proses optimalisasi Posyandu Remaja dengan melibatkan remaja secara langsung sebagai subjek kegiatan, bukan sekadar penerima layanan.

Antusiasme Remaja sebagai Modal Sosial Posyandu Remaja

Keterlibatan aktif remaja dalam Posyandu Remaja di Desa Jatikalang terlihat dari tingginya partisipasi mereka dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari sosialisasi hingga pelaksanaan posyandu.

Remaja tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga terlibat sebagai kader kesehatan yang menjalankan sistem lima meja.

Antusiasme ini menciptakan suasana posyandu yang lebih inklusif, komunikatif dan ramah remaja.

Lihat Juga: Terlalu Bersih Bisa Berbahaya: Dampak Sabun Antiseptik terhadap pH Wanita

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ketika remaja merasa memiliki ruang yang aman dan relevan dengan kebutuhan mereka, partisipasi akan tumbuh secara alami.

Antusiasme ini menjadi modal sosial penting yang mendorong keberlanjutan Posyandu Remaja di tingkat desa.

Dampak Partisipasi Aktif terhadap Kualitas Layanan

Tingginya keterlibatan remaja berdampak langsung pada kualitas pelaksanaan Posyandu Remaja.

Remaja yang terlibat sebagai kader menunjukkan kemampuan yang baik dalam melakukan pencatatan kesehatan, penggunaan alat medis, serta penyampaian informasi dan edukasi kesehatan kepada teman sebaya.

Pendekatan komunikasi yang setara membuat pesan kesehatan lebih mudah diterima dan dipahami.

Cek Selengkapnya: Mengungkap Kerentanan Ibu Primigravida terhadap Emesis Gravidarum, Tantangan Awal Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan sebagian besar kader mampu menjalankan perannya secara optimal dengan pendampingan bidan dan tim dosen.

Hal ini memperlihatkan bahwa antusiasme remaja berkontribusi pada efektivitas layanan promotif dan preventif yang disediakan Posyandu Remaja.

Membangun Keberlanjutan Posyandu Remaja Berbasis Partisipasi

Antusiasme remaja tidak hanya berdampak pada keberhasilan kegiatan jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi keberlanjutan Posyandu Remaja.

Keterlibatan aktif remaja menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif terhadap kesehatan diri dan lingkungan sosialnya.

Dalam konteks ini, Posyandu Remaja berkembang menjadi ruang pembelajaran sosial yang memperkuat kesadaran kesehatan sejak usia muda.

Pengalaman di Desa Jatikalang menegaskan bahwa keberhasilan Posyandu Remaja tidak dapat dilepaskan dari partisipasi dan antusiasme remaja sebagai aktor utama.

Dengan pendekatan yang partisipatif dan berkelanjutan, Posyandu Remaja berpotensi menjadi strategi efektif dalam menjaga kesehatan generasi muda di tingkat desa.

Sumber: Riset Dr Nurul Azizah SKeb Bd MSc.

Penulis: Elfira Armilia

Berita Terkini

OSCE TLM Umsida 2026 Uji Nyata Skill Mahasiswa di Dunia Laboratorium Medis
May 1, 2026By
Seminar Nasional Kebidanan Umsida Bahas Kesehatan Mental Ibu Nifas dan Terapi Akupresur
April 30, 2026By
OSCE MIK Umsida 2026, Uji Keterampilan Mahasiswa dalam Simulasi Dunia Kerja
April 17, 2026By
Dosen Umsida Lakukan Edukasi Kesehatan Mental Remaja di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo
April 16, 2026By
PKL D4 MIK Umsida Jadi Jembatan Mahasiswa Menuju Dunia Kerja Kesehatan
February 7, 2026By
PKL Dasar dan Lanjutan D4 TLM Umsida Jadi Bekal Penting Mahasiswa Hadapi Industri Kesehatan
February 6, 2026By
Fisioterapi UMSIDA Dampingi Pelari FK UMSIDA Run 2026 Lewat Layanan Pemulihan Otot
February 3, 2026By
FIKES Umsida Perkuat Kesiapan Mahasiswa lewat Program Pre Klinik S1 Fisioterapi
January 30, 2026By

Prestasi

NEXORA 2026 Jadi Ajang Nasional Pengembangan Ide Kreatif dan Karya Ilmiah Mahasiswa
June 12, 2026By
kupang
Inovasi Limbah Cangkang Kupang Antar Tim TLM Umsida Lolos PKM-AI 2026
June 3, 2026By
Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 1 Nasional Choir Mars Muhammadiyah-‘Aisyiyah
May 20, 2026By
Mahasiswa TLM Umsida Sabet Perak Kategori Kata di Piala Rektor UMM 2026
May 8, 2026By
Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 2 Kumite U21 di Kejuaraan Karate Nasional 2026
May 7, 2026By
Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 1 Karate Nasional di Piala Rektor UMM 2026
May 6, 2026By
Mahasiswa D4 MIK Umsida Raih Terbaik Pemberdayaan Masyarakat di PILMAPRES PTMA 2026
April 23, 2026By
Keren! Tim D4 MIK Umsida Sabet Juara 1 Nasional di IMRC 2026
April 22, 2026By

Opini

Viral Kasus Daycare Jogja dan Pentingnya Memilih Daycare Aman
June 4, 2026By
Cara Mengatasi Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat di Usia Lanjut
May 24, 2026By
Donor Darah Ternyata Punya Banyak Manfaat, Cek Selengkapnya!
May 19, 2026By
Sulit Tidur hingga Overthinking Jadi Gejala Umum Postpartum Anxiety
May 18, 2026By
Sering Lemas dan Pusing? Bisa Jadi Tanda Anemia Kambuh
May 17, 2026By