fikp.umsida.ac.id – Kedisiplinan dan komitmen terhadap diri sendiri menjadi kunci keberhasilan Febryan Nidya Pramesti, mahasiswa Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi (FIKP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
Febryan berhasil meraih predikat wisudawan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,91 dan predikat cumlaude. Ia menyelesaikan pendidikannya tepat dalam waktu empat tahun.
Pencapaian tersebut tidak terlepas dari kebiasaannya mengatur waktu, menyelesaikan tugas tanpa menunda, serta menjaga semangat belajar di tengah berbagai tantangan perkuliahan.
Bagi Febryan, keberhasilan akademik bukan sekadar memperoleh nilai tinggi, melainkan juga menjadi bekal untuk membangun masa depan dan meraih cita-cita.
Komitmen dan Disiplin Menjadi Kunci Keberhasilan
Selama menjalani perkuliahan, Febryan selalu berusaha memahami setiap materi yang diberikan dosen. Ia tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga menyesuaikannya dengan kemampuan diri agar dapat diterapkan selama proses pembelajaran.
“Kunci utamanya lebih ke komitmen pada diri sendiri. Pelajari semua hal yang berkaitan dengan perkuliahan, kemudian dimodifikasi sendiri sesuai kemampuan dan dipraktikkan selama masa perkuliahan,” ungkap Febryan.
Selain berkomitmen dalam belajar, ia juga memiliki kebiasaan menyelesaikan tugas sesegera mungkin.
Menurutnya, menunda pekerjaan hanya akan membuat beban semakin menumpuk, terutama ketika mendekati masa ujian.
“Kerjakan semua tugas sampai selesai hari itu juga dan jangan suka mengerjakan tugas mendekati batas waktu pengumpulan,” pesannya.
Febryan juga menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama. Setelah seluruh kewajiban akademiknya selesai, barulah ia meluangkan waktu untuk kehidupan pribadi.
Baginya, pengaturan waktu menjadi langkah penting untuk mencapai tujuan lulus kuliah dengan hasil terbaik sekaligus meningkatkan kualitas hidup di masa depan.
Hadapi Ujian dengan Usaha, Doa, dan Dukungan Orang Terdekat
Perjalanan Febryan meraih predikat cumlaude tidak selalu berjalan mudah. Berbagai tantangan akademik harus dihadapinya, terutama saat menjalani Ujian Tengah Semester (UTS), Ujian Akhir Semester (UAS), dan ujian praktikum.
Meski demikian, ia berusaha menghadapi setiap kesulitan dengan tenang dan tidak mudah menyerah.
“Kalau ada tugas ya dikerjakan. Kalau tidak bisa, cari tahu dulu. Kalau sudah mentok, saya tinggal salat, kemudian biasanya menemukan jalan keluarnya,” tuturnya.
Di tengah padatnya aktivitas perkuliahan, Febryan juga menyadari pentingnya menjaga keseimbangan antara belajar dan beristirahat.
Ketika merasa lelah, ia memilih meluangkan waktu untuk menyegarkan pikiran sebelum kembali menyelesaikan tanggung jawab akademiknya.
Selain usaha pribadi, dukungan orang-orang terdekat turut memberikan pengaruh besar terhadap keberhasilannya.
Febryan mengungkapkan bahwa orang tua, sahabat, dan dosen pembimbing menjadi sosok penting yang selalu mendukung perjalanan pendidikannya hingga berhasil menyelesaikan studi.
Berbekal IPK 3,91, Febryan Siap Mengejar Karier di Bidang Kesehatan
Setelah berhasil menyelesaikan pendidikan dengan predikat wisudawan terbaik, Febryan mulai mempersiapkan langkah berikutnya untuk memasuki dunia kerja.
Ia memiliki keinginan untuk bekerja di rumah sakit tipe A dan berharap dapat memperoleh kesempatan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Baginya, pencapaian akademik yang diperoleh selama kuliah menjadi salah satu modal untuk menghadapi persaingan dunia kerja, khususnya di bidang Manajemen Informasi Kesehatan.
“Kalau untuk IPK, saya jadikan sebagai nilai plus dan penguat saat melamar pekerjaan agar HRD memiliki keyakinan lebih bahwa saya benar-benar mampu,” jelasnya.
Febryan berharap ilmu dan pengalaman yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di FIKP Umsida dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kemampuan profesional.
Keberhasilannya meraih IPK 3,91 sekaligus menjadi bukti bahwa komitmen, kedisiplinan, dan kemampuan mengelola waktu dapat mengantarkan mahasiswa mencapai prestasi akademik yang membanggakan.
Melalui pengalamannya, Febryan juga menunjukkan bahwa keberhasilan bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang bagaimana seseorang tetap konsisten menjalani setiap proses untuk mewujudkan cita-citanya.
Penulis: Nabila Wulyandini





















