fikp.umsida.ac.id – Keberanian mencoba hal baru dan kerja sama tim yang solid menjadi kunci keberhasilan Nanda Fitriana, mahasiswa Program Studi S1 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi (FIKP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
Bersama timnya, Nanda berhasil meraih Juara 1 kategori Video Edukasi dalam ajang Midwifery Student Nasional Competition 2025.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Kebidanan Umsida tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga mampu menghasilkan karya edukatif yang bermanfaat bagi masyarakat.
Bagi Nanda, keberhasilan ini merupakan pengalaman berharga yang diperoleh melalui keberanian, dukungan lingkungan positif, serta semangat untuk terus mengembangkan diri.
Berawal dari Organisasi, Tumbuh Keberanian Mengikuti Kompetisi
Perjalanan Nanda dalam meraih prestasi bermula dari pengalamannya mengikuti organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas.
Melalui organisasi tersebut, ia mendapatkan banyak pengalaman sekaligus dorongan dari teman-temannya untuk mencoba berbagai kesempatan baru, termasuk mengikuti kompetisi tingkat nasional.
“Saat saya mengikuti organisasi BEM Fakultas, saya mendapatkan banyak dorongan positif dari teman-teman di sekitar saya untuk berani mencoba hal baru, berproses, dan memperbaiki diri menjadi lebih baik,” ungkap Nanda.
Menurutnya, lingkungan pertemanan yang positif memiliki pengaruh besar terhadap keberanian seseorang dalam mengembangkan potensi diri.
Selain dukungan teman-teman, orang tua juga menjadi sumber motivasi yang selalu memberikan semangat dalam setiap proses yang dijalaninya.
Ketertarikannya mengikuti kompetisi semakin besar karena perlombaan tersebut dilaksanakan secara berkelompok. Hal ini memberinya kesempatan untuk belajar, bertukar gagasan, dan membangun kerja sama dalam menghasilkan video edukasi bagi masyarakat.
Tantangan Membagi Waktu dan Menyatukan Ide Tim

Di balik keberhasilannya, Nanda mengakui bahwa proses persiapan kompetisi tidak selalu berjalan mudah.
Padatnya aktivitas perkuliahan, praktikum, dan organisasi membuat dirinya bersama anggota tim harus mampu mengatur waktu secara efektif.
“Proses persiapannya cukup singkat karena saat itu kami harus membagi waktu antara perkuliahan, praktikum, dan kegiatan organisasi. Jadi, kami berusaha memanfaatkan waktu yang ada sebaik mungkin,” jelasnya.
Selain keterbatasan waktu, tantangan lainnya adalah menyatukan berbagai ide dan pemikiran anggota tim dalam menyusun konsep video edukasi.
Setiap anggota memiliki pandangan berbeda sehingga komunikasi menjadi bagian penting untuk menghasilkan karya yang sesuai dengan tujuan bersama.
“Kami perlu menyamakan ide dan pemikiran agar konsep yang dibuat bisa berjalan sesuai rencana,” tuturnya.
Nanda mengungkapkan bahwa pada awal kompetisi, timnya tidak memasang ekspektasi terlalu tinggi untuk menjadi pemenang.
Pasalnya, peserta lain juga menampilkan karya video edukasi yang berkualitas. Namun, melalui pembagian peran, komunikasi, dan kerja sama yang baik, mereka berhasil menyelesaikan karya hingga meraih juara pertama.
Prestasi Jadi Motivasi untuk Terus Berkembang
Keberhasilan meraih Juara 1 memberikan kebanggaan tersendiri bagi Nanda dan seluruh anggota tim.
Ia merasa bersyukur karena usaha yang dilakukan bersama akhirnya membuahkan hasil membanggakan.
“Saya merasa sangat bangga dan bersyukur bisa sampai di titik ini. Rasanya senang karena usaha dan kerja sama kami bisa membuahkan hasil yang baik,” ujarnya.
Bagi Nanda, pencapaian tersebut bukan sekadar memperoleh penghargaan, melainkan juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, dan pengalaman bekerja dalam tim.
Prestasi ini sekaligus menunjukkan potensi mahasiswa S1 Kebidanan FIKP Umsida dalam mengembangkan kreativitas melalui media edukasi yang ditujukan kepada masyarakat.
Nanda berharap pengalamannya dapat memotivasi mahasiswa lain agar tidak ragu mengikuti kompetisi dan memanfaatkan berbagai kesempatan selama menjalani perkuliahan.
“Jangan takut untuk mencoba hal-hal baru dan jangan ragu untuk mengembangkan diri. Jangan takut gagal, nikmati prosesnya, dan teruslah belajar dari setiap pengalaman,” pesannya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun lingkungan pertemanan yang saling mendukung agar mahasiswa semakin berani mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi.
Penulis: Nabila Wulyandini





















