Fikp.umsida.ac.id – Program Studi S1 Psikologi Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi (FIKP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) memperkuat jejaring kemitraan dengan SMA Muhammadiyah 4 Porong melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA).
Kerja sama tersebut menjadi langkah untuk menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan kesehatan fisik,
psikologis, hingga pengembangan potensi siswa.
Wakil Dekan II FIKP Umsida, Dr Eko Hardi Ansyah MPsi Psikolog,
Baca Juga: Kolaborasi Internasional Psikologi Umsida dan Malaysia, AI Jadi Sorotan dalam Dunia Pendidikan
menegaskan bahwa kerja sama ini diarahkan pada program konkret yang memberikan manfaat bagi siswa, guru, serta sivitas akademika FIKP Umsida.
Dari Pemeriksaan Kesehatan hingga Pemetaan Minat Bakat Siswa
Eko menjelaskan bahwa implementasi MoA akan diwujudkan melalui sejumlah kegiatan.
Bagi siswa, FIKP Umsida dapat menghadirkan pemeriksaan kesehatan berkala, workshop gaya hidup sehat, layanan konseling psikologi, hingga pemetaan minat dan bakat melalui psikotes.
Sementara bagi guru dan staf sekolah, kerja sama dapat dikembangkan melalui pelatihan Psychological First Aid (PFA).
Program tersebut diharapkan membantu guru memiliki kemampuan awal dalam mengenali permasalahan kesehatan mental yang dialami siswa.
Workshop mengenai manajemen stres kerja juga menjadi salah satu program yang dapat dikembangkan.
“Kerja sama ini bisa diwujudkan melalui program nyata, mulai dari pemeriksaan kesehatan, workshop gaya hidup sehat, konseling psikologi hingga pemetaan minat dan bakat siswa,” jelas Eko.
Kolaborasi juga membuka peluang bagi siswa berprestasi untuk memperoleh informasi mengenai jalur penerimaan mahasiswa baru dan beasiswa di Umsida.
Cek Juga: Kolaborasi Psikologi Umsida dan UM Jember Hadirkan Pembelajaran yang Lebih Aplikatif
FIKP Umsida dan SMA Muhammadiyah 4 Porong Bangun Sinergi

Penandatanganan MoA melibatkan Dekan FIKP Umsida, Evi Rinata SST MKeb,
bersama Kepala SMA Muhammadiyah 4 Porong, Rizna Maharani, SSi MPd.
Tidak hanya memberikan manfaat bagi sekolah, Eko melihat SMA Muhammadiyah 4 Porong berpotensi menjadi living lab bagi kegiatan akademik FIKP Umsida.
Sekolah dapat menjadi ruang pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan dosen maupun mahasiswa.
Mahasiswa juga berpeluang memperoleh pengalaman lapangan melalui kegiatan magang, termasuk berkontribusi dalam optimalisasi Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Dengan demikian, kerja sama dapat menjadi ruang belajar bersama yang menghubungkan pengetahuan di perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata di lingkungan sekolah.
MoA Didorong Lahirkan Program yang Berkelanjutan
Eko menekankan bahwa penandatanganan MoA tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Kerja sama perlu diterjemahkan menjadi action plan yang jelas serta dievaluasi secara berkala agar manfaatnya dapat terus dirasakan.
“Harapannya, MoA ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi benar-benar melahirkan program berdampak dan berkelanjutan bagi kedua institusi,” ujarnya.
Evaluasi tahunan nantinya dapat menjadi ruang untuk mengembangkan pendampingan kesehatan fisik dan mental siswa, meningkatkan kapasitas guru, serta memperluas kegiatan penelitian dan pengabdian FIKP Umsida.(Elfirarm)























