Penjelasan Cara Kerja Vaksin dalam Tubuh Bayi yang Perlu Diketahui Orang Tua

Fikes.umsida.ac.id – Vaksinasi menjadi salah satu langkah penting dalam melindungi kesehatan bayi sejak usia dini. Namun, masih banyak orang tua yang belum memahami bagaimana sebenarnya vaksin bekerja di dalam tubuh bayi.

Dosen Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FIKES Umsida), Hesty Widowati SKeb Bd MKeb menjelaskan bahwa vaksin memiliki peran besar dalam melatih sistem kekebalan tubuh bayi.

Menurutnya, bayi yang baru lahir memiliki sistem imun yang masih belum sempurna.
“Sistem imun bayi itu masih ‘polos’, belum mengenal virus atau bakteri berbahaya. Vaksin membantu tubuh bayi belajar mengenali dan melawan penyakit sejak dini,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, vaksin menjadi “latihan awal” bagi tubuh bayi agar lebih siap menghadapi ancaman penyakit di kemudian hari.

Baca Juga: Playground Bukan Tempat Bayi 1 Bulan, Ini Peringatan Pakar Umsida

Vaksin Melatih Imun dengan Cara yang Aman
Sumber: Pexels

Cara kerja vaksin sebenarnya cukup sederhana, namun sangat efektif. Vaksin mengandung virus atau bakteri yang sudah dilemahkan atau dimatikan, sehingga tidak menyebabkan penyakit, tetapi tetap mampu merangsang sistem imun.

Saat vaksin masuk ke dalam tubuh, sistem kekebalan akan mengenali zat tersebut sebagai ancaman dan mulai membentuk antibodi. Antibodi inilah yang nantinya akan melindungi tubuh jika bayi terpapar virus atau bakteri yang sebenarnya.

“Vaksin berisi virus atau bakteri yang sudah dilemahkan, sehingga saat tubuh bayi terpapar penyakit asli, tubuh sudah punya kekebalan untuk melawannya,” ujar Hesty.

Proses ini membuat tubuh bayi lebih siap, sehingga risiko terkena penyakit berat dapat ditekan secara signifikan.

Cek Juga: Posyandu Bukan Sekadar Imunisasi, Temukan Manfaat Besarnya!

Efektivitas Vaksin dalam Menekan Risiko Penyakit

Meski vaksin tidak memberikan perlindungan 100 persen, manfaatnya tetap sangat besar. Jika bayi yang sudah divaksin tetap terinfeksi, biasanya gejala yang muncul jauh lebih ringan dibandingkan bayi yang tidak mendapatkan imunisasi.

Hesty memberikan gambaran sederhana terkait efektivitas vaksin.
“Misalnya dari 100 bayi yang tidak divaksin, 90 bisa tertular campak. Tapi jika sudah divaksin, mungkin hanya 3 yang terinfeksi,” jelasnya.

Hal ini menunjukkan bahwa vaksin mampu menekan penyebaran penyakit secara signifikan, sekaligus mengurangi risiko komplikasi serius seperti kejang, rawat inap, hingga kematian.

Efek Samping Vaksin Normal dan Tanda Imun Bekerja

Setelah vaksinasi, beberapa bayi mungkin mengalami efek samping ringan seperti demam, rewel, atau bengkak di area suntikan. Kondisi ini seringkali membuat orang tua khawatir, padahal sebenarnya hal tersebut normal.

“Efek seperti demam ringan atau rewel itu justru tanda bahwa sistem imun bayi sedang belajar dan bekerja,” terang Hesty.

Efek tersebut biasanya hilang dalam 1–2 hari tanpa penanganan khusus. Namun, orang tua tetap perlu waspada jika muncul gejala berat seperti demam tinggi atau kejang, meskipun kasus ini sangat jarang terjadi.

Melalui pemahaman yang tepat, diharapkan orang tua semakin yakin bahwa vaksinasi adalah langkah aman dan efektif untuk melindungi bayi sejak dini.(Elfirarm)

Sumber: Hesty Widowati SKeb Bd MKeb

Berita Terkini

Wisudawan Kebidanan Umsida Raih Juara 2 Nasional Lewat Esai Hipnobirthing
October 30, 2026By
Nabila Raih Predikat Wisudawan Terbaik MIK Umsida dengan IPK 3,95
October 29, 2026By
Wisudawan Terbaik FIKP Umsida, Febryan Nidya Pramesti Raih IPK 3,91
October 28, 2026By
Wisudawan Kebidanan Umsida Nanda Fitriana Raih Juara 1 Kompetisi Video Edukasi Nasional
October 27, 2026By
Lulusan TLM FIKP Umsida Asal Flores Buktikan Pendidikan Tanpa Batas Perbedaan
October 26, 2026By
Dari Sidoarjo ke Skotlandia, Alumni Psikologi Umsida Sukses Raih LPDP
October 23, 2026By
33 Mahasiswa D4 MIK Umsida Lulus UKOMNAS 2026 dengan Capaian 100 Persen Kompeten
September 8, 2026By
D4 TLM Umsida Sukses Lalui UKOMNAS 2026
September 7, 2026By

Prestasi

Wisudawan Kebidanan Umsida Raih Juara 2 Nasional Lewat Esai Hipnobirthing
October 30, 2026By
Nabila Raih Predikat Wisudawan Terbaik MIK Umsida dengan IPK 3,95
October 29, 2026By
Wisudawan Terbaik FIKP Umsida, Febryan Nidya Pramesti Raih IPK 3,91
October 28, 2026By
Wisudawan Kebidanan Umsida Nanda Fitriana Raih Juara 1 Kompetisi Video Edukasi Nasional
October 27, 2026By
Dari Sidoarjo ke Skotlandia, Alumni Psikologi Umsida Sukses Raih LPDP
October 23, 2026By
Dua Mahasiswa Berprestasi di Balik Yudisium II Psikologi Umsida
October 16, 2026By
Tim Fisioterapi Umsida Raih Juara 1 Mediheal Competition 2026
September 28, 2026By
Raih Best Presenter 1 KILAT 2026, Laboran TLM Umsida Ciptakan AGARUT
September 15, 2026By

Opini

Kenapa Psikologi Semakin Dibutuhkan di Tengah Tantangan Kesehatan Mental?
August 26, 2026By
Viral Kasus Daycare Jogja dan Pentingnya Memilih Daycare Aman
June 4, 2026By
Cara Mengatasi Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat di Usia Lanjut
May 24, 2026By
Donor Darah Ternyata Punya Banyak Manfaat, Cek Selengkapnya!
May 19, 2026By
Sulit Tidur hingga Overthinking Jadi Gejala Umum Postpartum Anxiety
May 18, 2026By