Pengukuran ROM Jadi Kunci Mengetahui Kondisi Sendi dan Proses Pemulihan

Fikes.umsida.ac.id – Pernah merasa tubuh kaku saat bangun tidur, atau sulit menggerakkan tangan setelah cedera ringan? Hal-hal yang terlihat sepele itu sebenarnya bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sendi.

Dalam dunia fisioterapi, kondisi ini tidak hanya dirasakan, tetapi juga diukur secara ilmiah melalui pengukuran integritas sendi dan Range of Motion (ROM).

Menurut buku ajar Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FIKES Umsida), pengukuran ini menjadi langkah awal penting untuk mengetahui seberapa optimal fungsi gerak seseorang sebelum menentukan terapi lanjutan .

Mengukur Gerak, Bukan Sekadar Melihat
Ilustrasi Ai

Banyak orang mengira bahwa kemampuan bergerak cukup dilihat secara kasat mata. Padahal, dalam praktik fisioterapi, setiap gerakan sendi memiliki standar dan harus diukur secara akurat.

ROM sendiri merupakan ukuran sejauh mana sendi dapat bergerak ke berbagai arah. Pengukuran ini dilakukan menggunakan alat bernama goniometer, yang berfungsi seperti penggaris sudut untuk mengetahui derajat pergerakan sendi .

Lihat Juga: Redakan Nyeri Plantar Fasciitis secara Komprehensif Fisioterapi Terbukti Efektif

Dalam buku ajar tersebut juga dijelaskan bahwa pengukuran ini tidak hanya untuk mengetahui keterbatasan gerak, tetapi juga untuk mengevaluasi perkembangan pasien selama proses terapi. Artinya, setiap derajat gerakan memiliki makna penting dalam menentukan kondisi tubuh seseorang.

ROM dan Cerita di Balik Setiap Gerakan

ROM tidak hanya satu jenis. Ada dua bentuk utama, yaitu Active Range of Motion (AROM) dan Passive Range of Motion (PROM).

AROM menunjukkan kemampuan seseorang menggerakkan sendinya sendiri, sedangkan PROM menggambarkan gerakan yang terjadi ketika sendi digerakkan oleh orang lain tanpa bantuan otot .

Cek Juga: Fisioterapi Lebih Akurat, Solusi Cerdas untuk Mahasiswa dan Praktisi

Perbedaan ini penting. Jika AROM terbatas, bisa jadi ada masalah pada otot. Namun jika PROM juga terbatas, kemungkinan gangguannya ada pada struktur sendi atau jaringan di sekitarnya. Di sinilah fisioterapis membaca “cerita” di balik setiap gerakan tubuh.

Akurasi yang Menentukan Masa Pemulihan

Pengukuran ROM bukan sekadar prosedur teknis. Kesalahan kecil dalam pengukuran bisa berdampak besar pada diagnosis dan terapi yang diberikan. Buku ajar fisioterapi Umsida menegaskan bahwa pengukuran harus dilakukan secara hati-hati dan akurat agar tidak terjadi kesalahan penanganan .

Lebih dari itu, komunikasi dengan pasien juga menjadi kunci. Fisioterapis tidak hanya mengukur, tetapi juga memahami kondisi individu setiap pasien sebelum menentukan langkah rehabilitasi.

Pada akhirnya, pengukuran integritas sendi dan ROM bukan sekadar angka dalam catatan medis. Ia adalah representasi dari kualitas hidup seseorang tentang seberapa bebas seseorang bisa bergerak, beraktivitas, dan menjalani hari tanpa rasa nyeri.

Dan mungkin, dari sini kita belajar satu hal sederhana: kemampuan bergerak adalah hal yang berharga, yang sering baru disadari ketika mulai terbatas.

Sumber: Buku ajar Pemeriksaan dan Pengukuran Fisioterapi Muskuloskeletal

Widi Arti SFis MKes & Herista Novia Widanti Ftr MFis

Penulis: Elfira Armilia.

Berita Terkini

FIKP Umsida Gelar Cek Kesehatan Gratis di CFD Taman Bungkul, Surabaya
July 27, 2026By
Hospital Laboratory Visit Jadi Bekal Mahasiswa TLM Umsida Mengenal Praktik Laboratorium Klinik
July 3, 2026By
Kolaborasi Internasional Psikologi Umsida dan Malaysia, AI Jadi Sorotan dalam Dunia Pendidikan
July 1, 2026By
Lulusan Terbaik dan Mahasiswa Berprestasi Psikologi Umsida Bagikan Kisah Perjuangan Mereka
June 22, 2026By
Pesan Prof Hana untuk Lulusan Psikologi Umsida: Jangan Batasi Diri untuk Terus Berkembang
June 19, 2026By
Perjalanan Ghozali Rusyid Meraih Gelar Doktor tanpa melalui ujian terbuka
June 18, 2026By
OSCE TLM Umsida 2026 Uji Nyata Skill Mahasiswa di Dunia Laboratorium Medis
May 1, 2026By
Seminar Nasional Kebidanan Umsida Bahas Kesehatan Mental Ibu Nifas dan Terapi Akupresur
April 30, 2026By

Prestasi

Anggie Erianti Raih Juara 2 Poster Ilmiah Nasional, Angkat Pentingnya Respectful Maternity Care
July 29, 2026By
Bekerja Sambil Kuliah, Anjar Jadi Lulusan Terbaik Psikologi Umsida
July 17, 2026By
Kisah Rizka Ardilah, Ibu Muda yang Jadi Lulusan Terbaik Psikologi Umsida
July 15, 2026By
Mahasiswa Fisioterapi Umsida Raih Juara 2 Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya 2026
July 10, 2026By
Mahasiswa Psikologi Umsida Raih Juara 1 Pencak Silat 8th UNSC 2026
June 30, 2026By
Lulusan Terbaik dan Mahasiswa Berprestasi Psikologi Umsida Bagikan Kisah Perjuangan Mereka
June 22, 2026By
Perjalanan Ghozali Rusyid Meraih Gelar Doktor tanpa melalui ujian terbuka
June 18, 2026By
Tim MIK Umsida Raih Juara 1 Hardikes National Competition 2026
June 17, 2026By

Opini

Viral Kasus Daycare Jogja dan Pentingnya Memilih Daycare Aman
June 4, 2026By
Cara Mengatasi Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat di Usia Lanjut
May 24, 2026By
Donor Darah Ternyata Punya Banyak Manfaat, Cek Selengkapnya!
May 19, 2026By
Sulit Tidur hingga Overthinking Jadi Gejala Umum Postpartum Anxiety
May 18, 2026By
Sering Lemas dan Pusing? Bisa Jadi Tanda Anemia Kambuh
May 17, 2026By