Skill Penting Tenaga Kesehatan: Mendengar Pasien Lebih dari Sekadar Memberi Penjelasan

Fikes.umsida.ac.id – Dalam praktik pelayanan kesehatan, kemampuan menjelaskan sering dianggap sebagai kunci utama profesionalisme tenaga kesehatan.

Namun, ada satu keterampilan yang justru lebih mendasar dan sering terabaikan, yaitu kemampuan mendengar.

Tanpa mendengar dengan baik, komunikasi tidak hanya menjadi satu arah, tetapi juga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman yang berdampak pada kualitas pelayanan.

Dalam modul pembelajaran dosen Kebidanan Umsida, Yanik Purwanti SST MKeb, ditegaskan bahwa komunikasi dalam pelayanan kesehatan tidak hanya soal menyampaikan informasi, tetapi juga membangun hubungan interpersonal yang efektif melalui keterampilan mendengar aktif.

Mendengar sebagai Dasar Komunikasi Terapeutik
Sumber: Pexels

Mendengar bukan sekadar diam saat pasien berbicara. Lebih dari itu, mendengar aktif menjadi dasar dalam komunikasi terapeutik antara tenaga kesehatan dan pasien.

Lihat Juga: Olah Limbah Cangkang Kupang, Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 2 PKP2 PTMA 2025

Dalam modul dijelaskan bahwa keterampilan mendengar bertujuan untuk mendorong pasien berbicara, menunjukkan perhatian, hingga memahami perasaan pasien secara lebih dalam .

Artinya, ketika tenaga kesehatan benar-benar mendengar, mereka tidak hanya menerima informasi, tetapi juga menangkap emosi, kekhawatiran, dan kebutuhan pasien yang sering kali tidak terucap secara langsung. Di sinilah letak pentingnya komunikasi yang humanis.

Risiko Ketika Tenaga Kesehatan Tidak Mendengar
Sumber: Pexels

Sebaliknya, kebiasaan “miskin mendengarkan” dapat berdampak serius. Modul tersebut menyebutkan bahwa kurangnya kemampuan mendengar menyebabkan pesan yang diterima menjadi tidak utuh, sehingga komunikasi kesehatan menjadi tidak efektif .

Baca Juga: Data Rekam Medis Tidak Akurat, Pelayanan Pasien di Rumah Sakit Bisa Terganggu

Dalam konteks pelayanan, hal ini bisa berujung pada kesalahan pemahaman kondisi pasien, ketidakpuasan layanan, bahkan menurunnya kepercayaan pasien terhadap tenaga kesehatan.

Padahal, kepercayaan merupakan fondasi utama dalam hubungan bidan dan pasien.

Lebih jauh, tenaga kesehatan yang tidak memberi ruang bagi pasien untuk berbicara berisiko kehilangan informasi penting yang justru krusial dalam pengambilan keputusan medis.

Membangun Empati Melalui Mendengar

Mendengar juga menjadi pintu masuk untuk membangun empati. Dalam modul dijelaskan bahwa tenaga kesehatan perlu menyediakan waktu untuk mendengarkan pasien, bersikap sabar, serta menunjukkan perhatian agar tercipta hubungan interpersonal yang positif .

Empati tidak bisa dibangun hanya dengan kata-kata, tetapi dari proses memahami sudut pandang pasien.

Cek Juga: Konsistensi yang Berbuah Prestasi, Meiska Putri Yandri Raih Lulusan Terbaik MIK Umsida

Ketika pasien merasa didengar, mereka akan lebih terbuka, lebih percaya, dan lebih kooperatif dalam menjalani proses perawatan.

Pada akhirnya, tenaga kesehatan tidak cukup hanya pintar menjelaskan. Mereka juga harus mampu hadir sebagai pendengar yang baik. Karena dalam banyak situasi, pasien tidak hanya membutuhkan jawaban, tetapi juga ingin didengarkan.

Sumber: Modul Pembelajaran Yanik Purwanti SST MKeb

Penulis: Elfira Armilia

Berita Terkini

OSCE TLM Umsida 2026 Uji Nyata Skill Mahasiswa di Dunia Laboratorium Medis
May 1, 2026By
Seminar Nasional Kebidanan Umsida Bahas Kesehatan Mental Ibu Nifas dan Terapi Akupresur
April 30, 2026By
OSCE MIK Umsida 2026, Uji Keterampilan Mahasiswa dalam Simulasi Dunia Kerja
April 17, 2026By
Dosen Umsida Lakukan Edukasi Kesehatan Mental Remaja di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo
April 16, 2026By
PKL D4 MIK Umsida Jadi Jembatan Mahasiswa Menuju Dunia Kerja Kesehatan
February 7, 2026By
PKL Dasar dan Lanjutan D4 TLM Umsida Jadi Bekal Penting Mahasiswa Hadapi Industri Kesehatan
February 6, 2026By
Fisioterapi UMSIDA Dampingi Pelari FK UMSIDA Run 2026 Lewat Layanan Pemulihan Otot
February 3, 2026By
FIKES Umsida Perkuat Kesiapan Mahasiswa lewat Program Pre Klinik S1 Fisioterapi
January 30, 2026By

Prestasi

kupang
Inovasi Limbah Cangkang Kupang Antar Tim TLM Umsida Lolos PKM-AI 2026
June 3, 2026By
Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 1 Nasional Choir Mars Muhammadiyah-‘Aisyiyah
May 20, 2026By
Mahasiswa TLM Umsida Sabet Perak Kategori Kata di Piala Rektor UMM 2026
May 8, 2026By
Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 2 Kumite U21 di Kejuaraan Karate Nasional 2026
May 7, 2026By
Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 1 Karate Nasional di Piala Rektor UMM 2026
May 6, 2026By
Mahasiswa D4 MIK Umsida Raih Terbaik Pemberdayaan Masyarakat di PILMAPRES PTMA 2026
April 23, 2026By
Keren! Tim D4 MIK Umsida Sabet Juara 1 Nasional di IMRC 2026
April 22, 2026By
Bangga! Tim Fisioterapi Umsida Tembus Juara di Physiofest Nasional 2026
April 8, 2026By

Opini

Viral Kasus Daycare Jogja dan Pentingnya Memilih Daycare Aman
June 4, 2026By
Cara Mengatasi Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat di Usia Lanjut
May 24, 2026By
Donor Darah Ternyata Punya Banyak Manfaat, Cek Selengkapnya!
May 19, 2026By
Sulit Tidur hingga Overthinking Jadi Gejala Umum Postpartum Anxiety
May 18, 2026By
Sering Lemas dan Pusing? Bisa Jadi Tanda Anemia Kambuh
May 17, 2026By