Riset Fisioterapi Umsida Ungkap Pengemudi Ojek Online Rentan Gangguan Muskuloskeletal

Fikes.umsida.ac.id– Perkembangan transportasi berbasis aplikasi telah membuka lapangan pekerjaan baru bagi jutaan masyarakat Indonesia.Namun, di balik fleksibilitas waktu dan peluang pendapatan yang ditawarkan, para pengemudi ojek online menghadapi risiko kesehatan yang tidak sedikit.

Salah satu ancaman yang paling sering muncul adalah gangguan muskuloskeletal, khususnya Low Back Pain (LBP) non spesifik atau nyeri punggung bawah tanpa penyebab struktural yang jelas.

Baca Juga:  Fisioterapi Umsida Gelar 3 Macam Screening Atlet Inline Skate Sidoarjo

Fenomena ini dikaji dalam penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Fisioterapi Faakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FIKES Umsida) Ardilia Gilang Putri bersama dosen Soffil Yudha Mulyadi, Ftr MKes .

Penelitian tersebut menunjukkan adanya hubungan signifikan antara durasi kerja harian dan risiko LBP pada pengemudi ojek online di wilayah Sidoarjo.

Duduk Lama dan Postur Tulang Belakang Tidak Tegap

Gangguan muskuloskeletal pada pengemudi ojek online sebagian besar dipicu oleh posisi duduk statis dalam waktu lama. Aktivitas berkendara berjam-jam tanpa jeda istirahat membuat otot punggung bawah terus berada dalam kondisi tegang .

Postur membungkuk, tekanan pada tulang belakang bagian lumbal, serta getaran kendaraan akibat kondisi jalan yang tidak rata semakin memperberat beban kerja otot.

Cek Selengkapnya: Inovasi Neuromuscular Taping di Fikes Umsida: Menangani Nyeri Tanpa Efek Samping

Ketika tekanan tersebut berlangsung terus-menerus, tubuh merespons dengan rasa nyeri, kekakuan, bahkan spasme otot.

Low Back Pain non spesifik sering kali tidak disebabkan oleh cedera berat, melainkan akibat akumulasi tekanan berulang pada jaringan lunak dan sendi facet tulang belakang .

Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi nyeri kronis yang memengaruhi aktivitas dan produktivitas kerja.

Jam Kerja Panjang dan Tekanan Ekonomi

Penelitian tersebut menemukan bahwa mayoritas responden bekerja lebih dari 10 jam per hari . Durasi kerja yang panjang ini berkaitan erat dengan upaya mengejar target pendapatan harian.

Secara statistik, terdapat korelasi moderat antara durasi kerja dan kejadian LBP (p = 0,001; r = 0,571) . Artinya, semakin lama seseorang bekerja, semakin besar pula risiko mengalami gangguan muskuloskeletal.

Cek Juga: Rafi Bagus Pradenta Ukir Juara 1 Taekwondo KBPP POLRI Jatim Cup 3 Lewat Usaha dan Doa

Kondisi ini menunjukkan bahwa pengemudi ojek online termasuk kelompok pekerja informal yang rentan terhadap gangguan kesehatan kerja. Minimnya regulasi jam kerja yang efektif dan kurangnya edukasi menjadi faktor yang memperkuat risiko tersebut.

Pentingnya Intervensi dan Edukasi Preventif
Sumber; Pexels

Gangguan muskuloskeletal bukan sekadar masalah nyeri sementara. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup dan produktivitas jangka panjang. Oleh karena itu, pendekatan preventif menjadi langkah penting.

Edukasi mengenai postur duduk yang benar, pentingnya istirahat, serta latihan peregangan otot punggung dapat membantu mengurangi ketegangan otot.

Intervensi ergonomis seperti penggunaan jok motor yang lebih nyaman dan penyesuaian posisi setang juga dapat menjadi solusi praktis.

Platform penyedia layanan transportasi online memiliki peran strategis dalam menciptakan kebijakan yang mendukung kesehatan mitra pengemudi. Sistem pengingat istirahat atau pembatasan jam kerja harian bisa menjadi langkah awal yang sederhana namun berdampak.

Hal ini mengingatkan bahwa di balik kemudahan layanan ojek online, ada risiko kesehatan yang nyata.

Pengemudi ojek online bukan hanya pekerja transportasi, tetapi juga kelompok rentan gangguan muskuloskeletal yang membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.

Sumber: Riset Mahasiswa Fisioterapi

Penulis: Elfira Armilia

Berita Terkini

Cegah Anemia dan Diabetes, TLM Umsida Edukasi Siswa SDN Kendalsewu
August 18, 2026By
Workshop Kebidanan Umsida Selaraskan Kurikulum dengan Standar ICM 2024
August 13, 2026By
FIKP Umsida dan SMA Muhammadiyah 4 Porong, Perkuat Kesehatan Fisik dan Mental Siswa
August 10, 2026By
Kerja Sama dengan Nufi Sidoarjo Buka Peluang Baru bagi Mahasiswa Psikologi Umsida
August 7, 2026By
FIKP Umsida Gelar Cek Kesehatan Gratis di CFD Taman Bungkul, Surabaya
July 27, 2026By
Hospital Laboratory Visit Jadi Bekal Mahasiswa TLM Umsida Mengenal Praktik Laboratorium Klinik
July 3, 2026By
Kolaborasi Internasional Psikologi Umsida dan Malaysia, AI Jadi Sorotan dalam Dunia Pendidikan
July 1, 2026By
Lulusan Terbaik dan Mahasiswa Berprestasi Psikologi Umsida Bagikan Kisah Perjuangan Mereka
June 22, 2026By

Prestasi

Poster Deteksi Persalinan Macet Dosen Kebidanan Umsida Raih Juara 3
August 6, 2026By
Dosen Kebidanan Umsida Raih Juara 2 lewat Poster Kesehatan Mental Remaja
August 5, 2026By
Widi Arti Raih Gelar Doktor lewat Riset Cedera Olahraga Sepatu Roda
August 4, 2026By
Mahasiswa Kebidanan Raih Juara 1 Esai Ilmiah Nasional 2026
August 3, 2026By
Prodi D4 TLM Umsida Resmi Jadi Penerima Bantuan PP-PTS Reguler 2026
July 30, 2026By
Anggie Erianti Raih Juara 2 Poster Ilmiah Nasional, Angkat Pentingnya Respectful Maternity Care
July 29, 2026By
Bekerja Sambil Kuliah, Anjar Jadi Lulusan Terbaik Psikologi Umsida
July 17, 2026By
Kisah Rizka Ardilah, Ibu Muda yang Jadi Lulusan Terbaik Psikologi Umsida
July 15, 2026By

Opini

Viral Kasus Daycare Jogja dan Pentingnya Memilih Daycare Aman
June 4, 2026By
Cara Mengatasi Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat di Usia Lanjut
May 24, 2026By
Donor Darah Ternyata Punya Banyak Manfaat, Cek Selengkapnya!
May 19, 2026By
Sulit Tidur hingga Overthinking Jadi Gejala Umum Postpartum Anxiety
May 18, 2026By
Sering Lemas dan Pusing? Bisa Jadi Tanda Anemia Kambuh
May 17, 2026By