Nyeri Lutut Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Gejala Osteoarthritis

Fikes.umsida.ac.id – Nyeri pada sendi lutut sering dianggap sebagai keluhan biasa akibat kelelahan atau faktor usia.

Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda awal osteoarthritis, yaitu penyakit degeneratif pada sendi yang cukup sering terjadi namun masih kurang disadari oleh banyak orang.

Jika tidak ditangani sejak dini, osteoarthritis dapat menyebabkan gangguan mobilitas hingga menurunkan kualitas hidup penderitanya.

Osteoarthritis merupakan penyakit pada tulang seperti sendi yang terdapat pada tangan, lutut, leher bahkan pinggang.

Tulang yang seharusnya berfungsi sebagai bantalan antara tulang menjadi menipis sehingga menyebabkan gesekan antar tulang.

Baca Juga: Renal Data Aplikasi Inovatif Dosen Fikes Umsida untuk Pemantauan Mutu Hemodialisis

Kondisi ini menimbulkan rasa nyeri, kaku pada sendi, hingga pembengkakan yang dapat membatasi aktivitas sehari-hari.

Masalah ini menjadi perhatian dalam riset yang dilakukan oleh dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Auliyaur Rabbani, SKom MSc & tim.

Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa osteoarthritis sering berkembang secara perlahan dan pada tahap awal sulit dikenali oleh penderita.

“Osteoarthritis merupakan penyakit sendi yang umum terjadi, terutama pada lutut, dan sering kali tidak disadari hingga kondisi sudah semakin parah,” tulis penjelasan riset tersebut.

Gejala yang Sering Dianggap Sepele
Sumber: Pexels

Salah satu alasan osteoarthritis sering terlambat ditangani adalah karena gejalanya kerap dianggap sebagai keluhan biasa. Banyak orang menganggap nyeri sendi hanya sebagai efek kelelahan atau aktivitas fisik yang berlebihan.

Padahal, osteoarthritis biasanya ditandai dengan beberapa gejala seperti nyeri pada sendi saat bergerak, kekakuan sendi setelah beristirahat, serta menurunnya fleksibilitas pada lutut.

Cek Juga: Yuk Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Pengobatan Kanker Tulang dari Pakar Umsida

Dalam beberapa kasus, penderita juga mengalami pembengkakan pada area sendi.

Jika kondisi ini terus berlangsung tanpa penanganan yang tepat, kerusakan sendi dapat semakin parah dan menyebabkan kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari seperti berjalan, naik tangga, atau berdiri dalam waktu lama.

Teknologi Membantu Deteksi Penyakit Sendi
Sumber: Data penelitian

Melalui penelitian tersebut, Auliyaur Rabbani dan tim mencoba memanfaatkan teknologi pengolahan citra digital untuk membantu proses identifikasi osteoarthritis.

Metode ini menggunakan analisis citra tulang lutut dari hasil pemeriksaan radiologi untuk melihat perubahan struktur sendi secara lebih jelas.

Teknologi pengolahan citra memungkinkan komputer mengenali pola tertentu pada citra tulang yang menunjukkan adanya kerusakan sendi. Dengan bantuan metode komputasi ini, proses klasifikasi kondisi lutut dapat dilakukan secara lebih sistematis.

Menurut tim peneliti, penggunaan teknologi ini berpotensi menjadi alat bantu bagi tenaga medis dalam proses diagnosis penyakit sendi.

“Pemanfaatan pengolahan citra pada citra tulang lutut dapat membantu proses identifikasi osteoarthritis secara lebih akurat,” tulis tim peneliti dalam kajian tersebut.

Baca Selengkapnya: Riset Dosen Umsida Kembangkan Teknologi AI untuk Deteksi Dini Osteoarthritis

Pentingnya Kesadaran terhadap Kesehatan Sendi

Riset tersebut juga menunjukkan bahwa peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan sendi sangat penting. Banyak penderita baru menyadari penyakit ini ketika kerusakan sendi sudah cukup parah.

Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin serta perhatian terhadap gejala awal nyeri sendi menjadi langkah penting untuk mencegah dampak yang lebih serius.

Selain itu, menjaga berat badan ideal, melakukan aktivitas fisik yang tepat, dan menghindari tekanan berlebihan pada sendi juga dapat membantu mengurangi risiko osteoarthritis.

Melalui kombinasi antara kesadaran masyarakat dan pemanfaatan teknologi kesehatan, diharapkan deteksi dini osteoarthritis dapat dilakukan lebih cepat sehingga penanganan yang tepat dapat diberikan sebelum kondisi sendi mengalami kerusakan yang lebih berat.

Sumber: Riset Auliyaur Rabbani SKom MSc & Tim

Penulis: Elfira Armilia

Berita Terkini

Wisudawan Kebidanan Umsida Raih Juara 2 Nasional Lewat Esai Hipnobirthing
October 30, 2026By
Nabila Raih Predikat Wisudawan Terbaik MIK Umsida dengan IPK 3,95
October 29, 2026By
Wisudawan Terbaik FIKP Umsida, Febryan Nidya Pramesti Raih IPK 3,91
October 28, 2026By
Wisudawan Kebidanan Umsida Nanda Fitriana Raih Juara 1 Kompetisi Video Edukasi Nasional
October 27, 2026By
Lulusan TLM FIKP Umsida Asal Flores Buktikan Pendidikan Tanpa Batas Perbedaan
October 26, 2026By
Dari Sidoarjo ke Skotlandia, Alumni Psikologi Umsida Sukses Raih LPDP
October 23, 2026By
33 Mahasiswa D4 MIK Umsida Lulus UKOMNAS 2026 dengan Capaian 100 Persen Kompeten
September 8, 2026By
D4 TLM Umsida Sukses Lalui UKOMNAS 2026
September 7, 2026By

Prestasi

Wisudawan Kebidanan Umsida Raih Juara 2 Nasional Lewat Esai Hipnobirthing
October 30, 2026By
Nabila Raih Predikat Wisudawan Terbaik MIK Umsida dengan IPK 3,95
October 29, 2026By
Wisudawan Terbaik FIKP Umsida, Febryan Nidya Pramesti Raih IPK 3,91
October 28, 2026By
Wisudawan Kebidanan Umsida Nanda Fitriana Raih Juara 1 Kompetisi Video Edukasi Nasional
October 27, 2026By
Dari Sidoarjo ke Skotlandia, Alumni Psikologi Umsida Sukses Raih LPDP
October 23, 2026By
Dua Mahasiswa Berprestasi di Balik Yudisium II Psikologi Umsida
October 16, 2026By
Tim Fisioterapi Umsida Raih Juara 1 Mediheal Competition 2026
September 28, 2026By
Raih Best Presenter 1 KILAT 2026, Laboran TLM Umsida Ciptakan AGARUT
September 15, 2026By

Opini

Kenapa Psikologi Semakin Dibutuhkan di Tengah Tantangan Kesehatan Mental?
August 26, 2026By
Viral Kasus Daycare Jogja dan Pentingnya Memilih Daycare Aman
June 4, 2026By
Cara Mengatasi Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat di Usia Lanjut
May 24, 2026By
Donor Darah Ternyata Punya Banyak Manfaat, Cek Selengkapnya!
May 19, 2026By
Sulit Tidur hingga Overthinking Jadi Gejala Umum Postpartum Anxiety
May 18, 2026By