Fikp.umsida.ac.id – Faculty Development Program (FDP) bagi dosen Kebidanan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) memasuki hari ketiga pada Rabu, (30/9/2026).
Kegiatan ini kembali menjadi ruang pengembangan kompetensi dosen, khususnya dalam merancang pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta selaras dengan kebutuhan pendidikan kebidanan.
Pada hari ketiga, materi disampaikan oleh Dr. Emi Suryani, M.Mid dari Kementerian Kesehatan Poltekkes Surakarta.
Pembahasan berfokus pada pendekatan pembelajaran kontemporer berbasis teknologi serta Student-Centred Learning (SCL).
Memahami Pembelajaran dari Perspektif Peserta Didik

Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami berbagai pendekatan pembelajaran, mulai dari prinsip pembelajaran, gaya belajar, hingga teori belajar seperti behaviourism, cognitivism, dan constructivism.
Peserta juga diperkenalkan dengan beragam metode pembelajaran aktif, seperti diskusi, problem-based learning, simulasi, case study, role-play, demonstrasi, hingga praktik klinis.
Pembelajaran juga diarahkan untuk mendorong deep learning, yakni proses belajar yang tidak sekadar menghafal informasi, tetapi membantu mahasiswa memahami konsep, menghubungkan pengetahuan, berpikir kritis, dan menerapkannya dalam situasi nyata.
Pendekatan tersebut dapat diperkuat melalui pembelajaran aktif, penilaian autentik, diskusi, pemberian umpan balik, serta pemanfaatan pengalaman peserta didik.
Cek Juga: FDP Kebidanan Umsida Dimulai, Dosen Siapkan Kompetensi Hadapi Tantangan Pendidikan
Dosen Merancang Modul Pembelajaran Secara Kolaboratif

Tidak hanya menerima materi, peserta FDP juga terlibat dalam aktivitas kelompok berupa pembuatan dan pemaparan modul pembelajaran. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok untuk menyusun modul yang mengintegrasikan pendekatan pembelajaran yang telah dipelajari.
Melalui tugas tersebut, para dosen tidak hanya dituntut memahami konsep pembelajaran, tetapi juga menerjemahkannya ke dalam rancangan pembelajaran yang aplikatif.
Baca Selengkapnya: FDP Kebidanan Umsida Hari Kedua Bahas Kepemimpinan dan Desain Modul Pembelajaran
Hal ini sejalan dengan materi FDP yang menempatkan dosen sebagai perancang pembelajaran, dengan menyelaraskan kompetensi lulusan, capaian pembelajaran, konten, aktivitas pembelajaran, serta penilaian.
Pemaparan hasil kerja kelompok bisa memberikan kesempatan bagi peserta untuk saling memberikan masukan, membandingkan rancangan, serta merefleksikan penerapan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik mahasiswa dan kebutuhan.
Melalui hari ketiga FDP ini, diharapkan semakin siap menghadirkan pembelajaran yang aktif, kontekstual, berbasis teknologi.
Sehingga proses pendidikan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga membangun kemampuan mahasiswa untuk berpikir, berpraktik, dan menghadapi kebutuhan dunia profesi.(Elfirarm)























