Fikp.umsida.ac.id – Memasuki hari kelima, Faculty Development Program (FDP) Dosen Kebidanan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kegiatan diadakan di Aula Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Jumat, (2/10/26).
Dihari kelima ini diikuti oleh peserta 22 dosen kebidanan dari sejumlah perguruan tinggi. Dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), kegiatan diikuti sembilan dosen dan satu laboran Program Studi Kebidanan.
Selain peserta dari Umsida, hadir pula delapan dosen kebidanan dari Universitas Muhammadiyah Surabaya, dua dosen dari Universitas Muhammadiyah Lamongan, serta tiga dosen dari Universitas Muhammadiyah Gresik.
Dan juga menghadirkan preseptor dari TPMB Nuril Masrukhah, TPMB Agustin Wulan Sari, TPMB Siti Nur Azizah, Rumah Bersalin & Klinik Delta Mutiara, Klinik Azka Medika, Klinik Alfa Medica, Puskesmas Wonoayu, Puskesmas Sukodono, RSIA Siti Fatimah Aisyiyah, RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, RS Al Islam H.M. Mawardi, serta RSU Assakinah Medika.
Kehadiran para preseptor menjadi bagian penting dalam rangkaian FDP karena pembelajaran klinik tidak berhenti pada pemahaman teori.
Dengan narasumber Bdn. Rr. Catur Leny Wulandari, S.SiT., M.Keb. dari Universitas Islam Sultan Agung Semarang dan Zumroh Hasanah, S.Keb., Bd., M.Kes. dari Universitas Negeri Malang sebagai narasumber.
Pada sesi pertama, Bdn. Catur Leny membawakan materi Strategi Pembelajaran Klinik.
Materi tersebut mengajak peserta melihat pembelajaran klinik sebagai proses yang menghubungkan teori dengan pengalaman praktik nyata.
Dalam materi disebutkan bahwa praktik klinis merupakan bentuk work-integrated learning yang membantu mahasiswa memadukan teori dengan pengalaman kerja yang bermakna.
Baca Juga: FDP Kebidanan Umsida Dimulai, Dosen Siapkan Kompetensi Hadapi Tantangan Pendidikan
Mengenal Strategi Pembelajaran Klinik yang Efektif

Peserta diajak memahami berbagai tahapan pembelajaran klinik, mulai dari persiapan praktik, pre-clinical briefing, pelaksanaan praktik hingga tahap pascaklinik berupa refleksi.
Setiap tahap memiliki fungsi berbeda dalam membantu mahasiswa mempersiapkan diri, menjalankan praktik, hingga mengevaluasi pengalaman belajarnya.
Pembahasan juga mencakup sejumlah strategi pembelajaran klinik, seperti modeling, observasi, presentasi kasus, pertanyaan langsung, coaching, bedside teaching, simulasi, case based learning, hingga peer learning.
Salah satu hal yang turut ditekankan adalah pentingnya briefing, debriefing, dan pemberian umpan balik.
Peserta diperkenalkan pada karakteristik feedback yang efektif, yaitu spesifik, tepat waktu, konstruktif, berdasarkan hasil observasi, bersifat dua arah, dan diberikan secara berkelanjutan.
Cek Juga: Dosen Kebidanan Umsida Dalami Strategi Penilaian Mahasiswa dalam FDP Hari Keempat
Pembelajaran Dilanjutkan dengan Penilaian Klinik

Setelah sesi strategi pembelajaran klinik, kegiatan berlanjut bersama Zumroh Hasanah, S.Keb., Bd., M.Kes.
Peserta diajak memahami bahwa penilaian klinis bukan sekadar memberikan nilai, tetapi merupakan proses sistematis untuk mengukur pencapaian kompetensi mahasiswa dalam situasi praktik nyata.
Dalam sesi ini, penilaian dibahas melalui beberapa prinsip penting, antara lain validitas, reliabilitas, objektivitas, keadilan, transparansi, orientasi pada pengembangan, dan akuntabilitas.
Prinsip-prinsip tersebut menjadi dasar agar proses penilaian mampu menggambarkan kompetensi mahasiswa secara tepat sekaligus dapat dipertanggungjawabkan.
Peserta juga dikenalkan dengan konsep penilaian autentik, yaitu penilaian yang mengukur kemampuan mahasiswa dalam menjalankan tugas nyata sesuai dengan peran profesinya.
Penilaian tidak hanya melihat pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan sikap mahasiswa.
Cek Selengkapnya: FDP Dosen Kebidanan Hari Ketiga, Perkuat Pembelajaran Berbasis Teknologi dan SCL
Diskusi Kelompok Jadi Ruang Menguatkan Pemahaman

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok bersama.
Peserta tidak hanya menerima materi dari narasumber, tetapi memiliki kesempatan untuk membahas dan menghubungkan konsep pembelajaran serta penilaian klinis dengan pengalaman pendidikan kebidanan.
Melalui diskusi tersebut, peserta dapat bertukar pandangan mengenai bagaimana strategi pembelajaran klinik diterapkan secara efektif sekaligus bagaimana kompetensi mahasiswa dapat dinilai secara objektif.
Penilaian autentik sendiri diarahkan untuk mengukur kemampuan mahasiswa secara holistik dan kontekstual, memberikan umpan balik yang membangun, mendorong refleksi, serta meningkatkan kesiapan memasuki praktik profesional.(Elfirarm)























