Peran Continuity of Care dalam Menyelamatkan Ibu dan Bayi Sejak Masa Kehamilan

Fikes.umsida.ac.id – Upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pelayanan saat persalinan.

Pendekatan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan justru menjadi kunci utama, salah satunya melalui konsep Continuity of Care (COC) atau asuhan kebidanan berkesinambungan.

Baca Selengkapnya: Komplikasi Kehamilan Kembar yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini

Riset yang dilakukan oleh mahasiswa kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FIKES Umsida) bersama dosen Hesty Widowati SKeb Bd MKeb menegaskan bahwa COC berperan penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi.

Pendampingan yang dilakukan sejak masa kehamilan, persalinan, hingga nifas terbukti mampu menekan risiko komplikasi .

Pendampingan Sejak Hamil Hingga Nifas
Sumber: Pexels

Continuity of Care bukan sekadar layanan kesehatan biasa, melainkan pendekatan yang memastikan ibu mendapatkan perhatian secara terus-menerus.

Asuhan ini dimulai dari pemeriksaan kehamilan (antenatal care), dilanjutkan saat persalinan, perawatan bayi baru lahir, hingga masa nifas dan keluarga berencana.

Lihat Juga: Asam Folat Untuk Ibu Hamil? Ini Kata Pakar Kebidanan Umsida

Pendekatan ini memungkinkan tenaga kesehatan untuk memahami kondisi ibu secara menyeluruh, baik dari sisi fisik maupun psikologis.

Dengan pemantauan yang berkelanjutan, perubahan kondisi ibu dapat terdeteksi lebih dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

Dalam penelitian tersebut, penerapan asuhan kebidanan berkesinambungan menunjukkan bahwa tidak ditemukan komplikasi selama proses kehamilan hingga pasca persalinan. Hal ini menunjukkan bahwa pendampingan yang konsisten memiliki dampak nyata terhadap keselamatan ibu dan bayi.

Deteksi Dini Jadi Kunci Pencegahan

Salah satu keunggulan dari Continuity of Care adalah kemampuannya dalam mendukung deteksi dini terhadap risiko kehamilan. Pemeriksaan rutin yang dilakukan secara berkala membantu tenaga kesehatan mengidentifikasi potensi masalah sejak awal.

Misalnya, melalui pemeriksaan antenatal yang teratur, kondisi seperti anemia, hipertensi, atau gangguan pertumbuhan janin dapat diketahui lebih cepat. Dengan demikian, intervensi medis dapat segera dilakukan sebelum kondisi menjadi lebih serius.

Selain itu, komunikasi yang terjalin antara bidan dan pasien juga menjadi lebih efektif. Ibu hamil akan merasa lebih nyaman untuk menyampaikan keluhan, sehingga proses pemantauan menjadi lebih optimal.

Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil Muda Minum Air Kelapa? Ini Manfaat dan Aturannya

Kolaborasi dan Edukasi Jadi Pendukung Utama

Keberhasilan Continuity of Care tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga pada dukungan keluarga dan lingkungan sekitar. Edukasi kepada ibu hamil mengenai pentingnya pemeriksaan rutin dan pola hidup sehat menjadi bagian penting dalam proses ini.

Peran keluarga, terutama suami, juga sangat dibutuhkan untuk memberikan dukungan emosional dan memastikan ibu mendapatkan akses layanan kesehatan yang memadai.

Pada akhirnya, Continuity of Care menjadi salah satu solusi nyata dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Pendekatan yang berkesinambungan ini tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi juga membangun kepercayaan antara tenaga kesehatan dan pasien.

Sumber: Riset Hesty Widowati, SKeb Bd MKeb & mahasiswa

Penulis: Elfira Armilia

Berita Terkini

33 Mahasiswa D4 MIK Umsida Lulus UKOMNAS 2026 dengan Capaian 100 Persen Kompeten
September 8, 2026By
D4 TLM Umsida Sukses Lalui UKOMNAS 2026
September 7, 2026By
19 Mahasiswa Profesi Bidan Umsida Ikuti OSCE Untuk Perkuat Kompetensi Klinis
August 31, 2026By
Cegah Anemia dan Diabetes, TLM Umsida Edukasi Siswa SDN Kendalsewu
August 18, 2026By
Workshop Kebidanan Umsida Selaraskan Kurikulum dengan Standar ICM 2024
August 13, 2026By
FIKP Umsida dan SMA Muhammadiyah 4 Porong, Perkuat Kesehatan Fisik dan Mental Siswa
August 10, 2026By
Kerja Sama dengan Nufi Sidoarjo Buka Peluang Baru bagi Mahasiswa Psikologi Umsida
August 7, 2026By
FIKP Umsida Gelar Cek Kesehatan Gratis di CFD Taman Bungkul, Surabaya
July 27, 2026By

Prestasi

Raih Best Presenter 1 KILAT 2026, Laboran TLM Umsida Ciptakan AGARUT
September 15, 2026By
Raih Best Presenter 2 KILAT 2026, D4 MIK Umsida Hadirkan Smart Coding Hub
September 14, 2026By
Mahasiswa Fisioterapi Umsida Raih Juara Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya
August 21, 2026By
Poster Deteksi Persalinan Macet Dosen Kebidanan Umsida Raih Juara 3
August 6, 2026By
Dosen Kebidanan Umsida Raih Juara 2 lewat Poster Kesehatan Mental Remaja
August 5, 2026By
Widi Arti Raih Gelar Doktor lewat Riset Cedera Olahraga Sepatu Roda
August 4, 2026By
Mahasiswa Kebidanan Raih Juara 1 Esai Ilmiah Nasional 2026
August 3, 2026By
Prodi D4 TLM Umsida Resmi Jadi Penerima Bantuan PP-PTS Reguler 2026
July 30, 2026By

Opini

Kenapa Psikologi Semakin Dibutuhkan di Tengah Tantangan Kesehatan Mental?
August 26, 2026By
Viral Kasus Daycare Jogja dan Pentingnya Memilih Daycare Aman
June 4, 2026By
Cara Mengatasi Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat di Usia Lanjut
May 24, 2026By
Donor Darah Ternyata Punya Banyak Manfaat, Cek Selengkapnya!
May 19, 2026By
Sulit Tidur hingga Overthinking Jadi Gejala Umum Postpartum Anxiety
May 18, 2026By