Fikp.umsida.ac.id – Sebanyak 32 mahasiswa Program Studi S1 Psikologi Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi (FIKP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mengikuti Yudisium II 2026 Rabu,(14/10/26).
Mengusung tema “Empathy in Action”, kegiatan yang berlangsung di Mini Theater GKB 2 Lantai 5 Kampus 1 Umsida menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik sekaligus awal bagi para lulusan untuk memasuki fase baru.
Baca Juga: Kerja Sama dengan Nufi Sidoarjo Buka Peluang Baru bagi Mahasiswa Psikologi Umsida
Sambutan Dekan FIKP Umsida

Yudisium menjadi salah satu momen penting bagi mahasiswa karena menandai keberhasilan menyelesaikan pendidikan yang telah ditempuh selama bertahun-tahun.
Bagi 32 lulusan prosesi ini menjadi ruang untuk merayakan perjalanan sekaligus merefleksikan berbagai proses yang telah dilalui selama berada di bangku perkuliahan.
Dekan FIKP, Evi Rinata, S.ST., M.Keb, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah berhasil mencapai tahap tersebut.
Ia menilai keberhasilan itu tidak terlepas dari ketekunan, kerja keras, disiplin, komitmen, serta kemauan untuk terus belajar dan berkembang.
“Saya mengucapkan selamat kepada 32 mahasiswa dari Program Studi Sarjana Psikologi yang pada hari ini telah dinyatakan lulus dan berhak mengikuti Yudisium. Pencapaian ini merupakan hasil dari proses yang panjang dan juga tidak mudah,” ujarnya.
Yudisium Bukan Akhir, tetapi Awal Perjalanan Baru

Pesan tentang langkah setelah kelulusan turut disampaikan Wakil Rektor I Umsida, Prof. Dr. Hana Catur Wahyuni, ST., MT.
Menurutnya, kebahagiaan setelah yudisium merupakan bentuk rasa syukur atas perjuangan yang telah dilalui.
Namun, para lulusan diharapkan tidak berhenti pada perayaan tersebut.
Ia mendorong lulusan untuk segera mengembangkan diri dan tidak membatasi masa depan hanya pada pekerjaan dengan pendapatan tetap.
Para lulusan perlu memiliki mindset untuk terus bergerak, belajar, dan memanfaatkan kompetensi yang telah dimiliki.
“Selebrasi perasaan bahagia itu tidak berlarut-larut karena bagian paling penting dalam perjalanan karir kita semuanya, bagaimana nanti selesai menerima ijazah untuk bisa segera mengembangkan diri,” tutur Hana.
Evi juga menegaskan bahwa setelah menjadi alumni, tanggung jawab yang dimiliki justru semakin besar.
Ilmu dan kompetensi yang diperoleh selama perkuliahan diharapkan menjadi bekal untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Cek Juga: Dosen Umsida Terlibat Tim Nasional Penyusun Standar Pengasuh Anak
Bekal Psikologi untuk Kedepannya
Memasuki fase sebagai alumni FIKP, lulusan Psikologi Umsida diharapkan mampu melihat manusia secara utuh.
Kolaborasi antara ilmu kesehatan dan psikologi dinilai membuka peluang lebih luas bagi lulusan untuk berkontribusi dalam berbagai bidang.
“Belajar itu sepanjang hayat, tidak berhenti setelah lulus dari Umsida. Tapi terus sepanjang hayat untuk memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat, dunia kerja, dan juga misi kemanusiaan,” pesan Evi.
Senada dengan itu, wakil rektor 1 mengungkapkan bahwa tengah mempersiapkan pengembangan pendidikan profesi psikologi. Ia meminta dukungan agar proses tersebut dapat berjalan lancar sehingga lulusan memiliki kesempatan untuk melanjutkan pengembangan kompetensi secara lebih profesional. (Elfirarm)























