Fikp.umsida.ac.id – Memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia, Program Studi S1 Psikologi Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi (FIKP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mengajak untuk lebih memperhatikan kondisi mental dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia 10 OKtober 2026 mahasiswa Psikologi membagikan pesan-pesan positif kepada warga Umsida.
Dosen S1 Psikologi Zaki Nur Fahmawati, M.Psi., Psikolog, menyampaikan bahwa menjaga kesehatan mental tidak cukup dilakukan hanya ketika seseorang sedang menghadapi masalah.
Menurutnya, kesehatan mental merupakan proses yang perlu dirawat secara terus-menerus sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup.
“Kesehatan mental bukan tujuan akhir tetapi sebuah perjalanan, orang harus berusaha untuk terus menjaga kesehatan mentalnya dan berusaha untuk terus meningkatkan kualitas hidupnya,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa memiliki kesehatan mental yang baik bukan berarti seseorang harus selalu merasa bahagia atau terbebas dari persoalan hidup. Kegagalan, masalah, hingga emosi negatif tetap menjadi bagian dari pengalaman manusia.
Tak Harus Selalu Bahagia untuk Tetap Sehat

Zaki menjelaskan, seseorang dengan kondisi mental yang baik tetap mungkin mengalami kesedihan, kecewa, gagal, maupun berbagai emosi negatif. Hal yang membedakan adalah bagaimana seseorang mampu mengenali kondisi dirinya dan berusaha menjaga keseimbangan hidup.
“Orang dengan kesehatan mental yang baik tidak berarti dia akan selalu bahagia di dalam setiap harinya, tidak berarti bahwa dia akan terbebas dari masalah, tidak mengalami kegagalan dan tidak berarti dia tidak pernah merasakan emosi-emosi yang negatif,” jelasnya.
Karena itu, ia mengingatkan kita semua agar tidak mengabaikan sinyal yang diberikan tubuh maupun kondisi psikologis. Menjaga kesehatan mental dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan abaikan alarm yang diberikan oleh tubuhmu, istirahat yang cukup, menjaga pola makan, pola tidur dan yang juga penting adalah menjaga mindset positif, agar terus berbuat baik dengan orang lain,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan mental tidak selalu membutuhkan langkah besar.
Perhatian terhadap kebutuhan diri, pola hidup yang sehat, serta hubungan positif dengan orang lain dapat menjadi bagian dari perjalanan menjaga kualitas hidup.
Pesan Sederhana untuk Saling Menguatkan Mental

Selain memberikan edukasi, Prodi Psikologi turut mengajak mahasiswa terlibat dalam aksi sederhana dengan membagikan permen dan sticky note berisi kata-kata penyemangat kepada warga kampus
Mahasiswa yang terlibat, Zulfah Ramadhinta, berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pengingat bagi mahasiswa bahwa kesehatan mental perlu mendapatkan perhatian yang sama seperti kesehatan fisik.
“Harapanku semoga bisa menjadi pengingat untuk teman-teman khususnya kalangan mahasiswa bahwa sebenarnya kesehatan mental kita juga perlu dijaga dan diperhatikan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Sasya yang menjelaskan bahwa pembagian permen dan sticky note tidak sekadar menjadi kegiatan simbolis. Setiap pesan yang diberikan diharapkan membuat penerimanya merasa dihargai dan tidak menghadapi segala sesuatu seorang diri.
“Melalui hal sederhana ini, diharapkan setiap individu merasa dihargai, didengar, dan tidak sendirian dalam menghadapi berbagai hal yang sedang dijalani. Karena setiap rasa layak didengar, dan setiap jiwa berhak untuk pulih,” tutup Sasya diakhir wawancara.(Elfirarm)























